Rabu, 01 Jul 2026

Menanti Kebuasan Buwas di BNN

Sabtu, 12 Sep 2015 08:44
Okezone
Kepala BNN Komjen Pol Budi Waseso
JAKARTA – Dilantiknya Komjen Pol Budi Waseso sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) diyakini mampu memberikan gebrakan terutama dalam pemberantasan narkoba di Indonesia. Keyakinan itu terukur dari sepak terjangnya di Bareskrim Mabes Polri yang tak pandang bulu dalam mengungkap kasus dugaan korupsi.

Namun, Buwas sapaan akrabnya hingga kini masih belum menunjukkan gebrakannya selain niat untuk merevisi Undang-Undang (UU) tentang Narkotika supaya para pengguna narkoba di masukan ke dalam penjara.

Ketua Umum Gerakan Nasional Anti-Narkotika (Granat) Henry Yosodiningrat mengatakan, Buwas baru saja dilantik dan sebaiknya diberi kesempatan untuk mendalami berbagai kasus narkoba yang terjadi di Tanah Air.

"Kita kasih kesempatan dulu. Ini kan baru dua-tiga hari dilantik, sertijab saja baru. Mungkin saat ini bisa dibilang beliau juga baru duduk sehari di BNN," ujarnya kepada Okezone, Jumat (11/9/2015).

Gebrakan Buwas di BNN memang sudah dinantikan mengingat kondisi Indonesia sudah darurat narkoba. Apalagi Buwas sendiri telah menjanjikan kalau dirinya akan tetap menjalankan fungsinya secara maksimal kendati digeser ke BNN.

"Namanya Buwas tetap buas. Teman-teman lihat saja nanti saya di BNN. Saya akan lakukan mapping internal, kesiapan tugas di BNN. Itu tantangan karena menyangkut mafia dan sindikat narkoba yang sama dengan korupsi. Kita harus tegas," katanya di Bareskrim Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat 4 September 2015.

Sejumlah kasus yang digarap Buwas ketika menjabat sebagai Kepala Bareskrim Mabes Polri memang berhasil menarik perhatian publik. Di antaranya, menjaring pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad dalam kasus politik "rumah kaca", dan Bambang Widjojanto dalam kasus pemberian keterangan palsu di persidangan sengketa Pilkada Kotawaringin Barat.

Tidak hanya itu, Buwas juga berupaya mengungkap kasus program CSR Pertamina Foundation, hingga kasus pengadaan mobil crane di PT Pelindo II yang diduga melibatkan sejumlah penguasa di negeri ini. Sebelum kasus tersebut tuntas, Buwas justru digeser menjadi Kepala BNN. Posisinya digantikan Komjen Pol Anang Iskandar.

(okezone.com)
nasional
Berita Terkait
  • Rabu, 01 Jul 2026 16:48

    Bupati Kuansing Resmi Berompi Oranye Terkait Kasus Suap Jabatan

    JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Provinsi Riau, Suhardiman Amby sebagai tersangka dugaan suap jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah

  • Rabu, 01 Jul 2026 16:09

    KPK Periksa Bupati Inhu dan Sekda Riau Terkait Kasus Pemerasan Gubernur Nonaktif Abdul Wahid

    JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Bupati Indragiri Hulu, Ade Agus Hartanto beserta Sekretaris Daerah Riau, Syahrial Abdi. Keduanya diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan pemer

  • Rabu, 01 Jul 2026 16:08

    Lantik 38 Pejabat, Bupati Asmar Dorong Reformasi Birokrasi yang Profesional dan Responsif

    SELATPANJANG â€" Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti kembali melakukan penyegaran birokrasi sebagai langkah memperkuat tata kelola pemerintahan. Sebanyak 38 pejabat administrator dan pejabat pengaw

  • Rabu, 01 Jul 2026 15:31

    LBH Laporkan Dugaan Kekerasan Oknum Polisi Terhadap Sembilan Warga Rupat Utara ke Polda Riau

    PEKANBARU - Gabungan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) ICMI Wilayah Riau dan LBH Pekanbaru resmi mengadukan dugaan tindak kekerasan fisik oleh oknum aparat Polsek Rupat Utara terhadap sembilan warga sipil.

  • Rabu, 01 Jul 2026 15:19

    Pesona Batik Motif Bakar Tongkang Karya Miskiah Angkat Budaya Rokan Hilir ke Kancah Nasional

    BAGANSIAPIAPI - Perayaan Festival Ekraf Pesona Beapi Besenergi Kawasan Qris yang memeriahkan event Bakar Tongkang di Bagansiapiapi sukses menarik perhatian masyarakat luas. Dari 35 stand bazar yang me

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor