Sabtu, 16 Mei 2026

Menanti Kebuasan Buwas di BNN

Sabtu, 12 Sep 2015 08:44
Okezone
Kepala BNN Komjen Pol Budi Waseso
JAKARTA – Dilantiknya Komjen Pol Budi Waseso sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) diyakini mampu memberikan gebrakan terutama dalam pemberantasan narkoba di Indonesia. Keyakinan itu terukur dari sepak terjangnya di Bareskrim Mabes Polri yang tak pandang bulu dalam mengungkap kasus dugaan korupsi.

Namun, Buwas sapaan akrabnya hingga kini masih belum menunjukkan gebrakannya selain niat untuk merevisi Undang-Undang (UU) tentang Narkotika supaya para pengguna narkoba di masukan ke dalam penjara.

Ketua Umum Gerakan Nasional Anti-Narkotika (Granat) Henry Yosodiningrat mengatakan, Buwas baru saja dilantik dan sebaiknya diberi kesempatan untuk mendalami berbagai kasus narkoba yang terjadi di Tanah Air.

"Kita kasih kesempatan dulu. Ini kan baru dua-tiga hari dilantik, sertijab saja baru. Mungkin saat ini bisa dibilang beliau juga baru duduk sehari di BNN," ujarnya kepada Okezone, Jumat (11/9/2015).

Gebrakan Buwas di BNN memang sudah dinantikan mengingat kondisi Indonesia sudah darurat narkoba. Apalagi Buwas sendiri telah menjanjikan kalau dirinya akan tetap menjalankan fungsinya secara maksimal kendati digeser ke BNN.

"Namanya Buwas tetap buas. Teman-teman lihat saja nanti saya di BNN. Saya akan lakukan mapping internal, kesiapan tugas di BNN. Itu tantangan karena menyangkut mafia dan sindikat narkoba yang sama dengan korupsi. Kita harus tegas," katanya di Bareskrim Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat 4 September 2015.

Sejumlah kasus yang digarap Buwas ketika menjabat sebagai Kepala Bareskrim Mabes Polri memang berhasil menarik perhatian publik. Di antaranya, menjaring pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad dalam kasus politik "rumah kaca", dan Bambang Widjojanto dalam kasus pemberian keterangan palsu di persidangan sengketa Pilkada Kotawaringin Barat.

Tidak hanya itu, Buwas juga berupaya mengungkap kasus program CSR Pertamina Foundation, hingga kasus pengadaan mobil crane di PT Pelindo II yang diduga melibatkan sejumlah penguasa di negeri ini. Sebelum kasus tersebut tuntas, Buwas justru digeser menjadi Kepala BNN. Posisinya digantikan Komjen Pol Anang Iskandar.

(okezone.com)
nasional
Berita Terkait
  • Jumat, 15 Mei 2026 16:53

    TNI AL Gagalkan Penyelundupan Ratusan Bal Rokok Ilegal di Madura

    TNI AL kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung penegakan hukum serta menjaga stabilitas keamanan wilayah maritim dan jalur distribusi strategis nasional. Tim Second Fleet Quick Response (SFQR)

  • Jumat, 15 Mei 2026 16:16

    Hantavirus Belum Ditemukan di Riau, Masyarakat Diimbau Jaga Kebersihan

    PEKANBARU-Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Kesehatan memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus hantavirus di seluruh wilayah Riau. Meski begitu, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewa

  • Jumat, 15 Mei 2026 16:14

    267 Pedagang Pasar Subuh Dukung Relokasi Penataan Pasar Induk Tembilahan

    TEMBILAHAN-Sebanyak 267 pedagang pasar subuh menyatakan dukungan terhadap kebijakan relokasi sementara yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir dalam rangka penataan Pasar Induk Jalan Yos S

  • Jumat, 15 Mei 2026 14:47

    2 Hari Tak Terlihat, Wanita Ini Ditemukan Meninggal Membusuk di Kursi Plastik

    Jakarta-Warga Huta IV Marihat Lela Nagori Lingga, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun mendadak geger. Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) bernama Sarpina Sinaga (44) ditemukan meninggal dunia di

  • Jumat, 15 Mei 2026 14:41

    Pasar Murah Bengkalis Diserbu Warga, Minyakita dan Beras SPHP Cepat Habis

    BENGKALIS-Ratusan warga Kota Bengkalis memadati Gerakan Pasar Murah (GPM) yang digelar Dinas Ketahanan Pangan (DKP) di depan kantor DKP Jalan Antara, Bengkalis, Rabu (13/5). Tingginya antusias masyara

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.