Minggu, 31 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • Menristek Jawab Kritik Fahri soal Rektor Asing: Dunia Sudah Borderless
  • Home
  • Nasional
  • Menristek Jawab Kritik Fahri soal Rektor Asing: Dunia Sudah Borderless

Nasional

Menristek Jawab Kritik Fahri soal Rektor Asing: Dunia Sudah Borderless

Kamis, 01 Agu 2019 09:46
Detik.com
JAKARTA - Menristek Dikti Mohamad Nasir menjawab kritikan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah soal wacana rektor asing. Menurut Nasir, upaya yang dilakukan saat ini adalah upaya memperbaiki perguruan tinggi di RI, dan siap menerima masukan.

"Ya biarkanlah (dikritik). Ya nggak apa-apa. Kalau saya yang penting apa yang diberikan masukan kepada saya itu untuk memperbaiki pendidikan tinggi. Yang penting kan gitu," kata Nasir saat dihubungi detikcom, Rabu (31/7/2019).

Dalam kritiknya, Fahri mempertanyakan apakah Menristekdikti tak punya konsep soal membangun kampus kelas dunia. Menurut Fahri, orang Indonesia pun sanggup menjadi rektor kampus kelas dunia. Dia meminta agar tak sedikit-sedikit mengundang orang asing untuk menyelesaikan masalah di Indonesia.

Nasir mengatakan upaya yang sedang direncanakan ini dijadikan sebagai tantangan untuk perbaiki sektor pendidikan. Menurutnya, dalam dunia pendidikan tidak ada batasan.

"Kita itu kalau tidak pernah di-challenge, itu tidak akan bisa bersaing ini, sementara dunia sudah borderless, pendidikan sudah tidak dibatasi negara lagi. Dalam dunia pendidikan tinggi bisa cross border, sudah tidak ada batas lagi dengan teknologi informasi," ujarnya.

"Kita larang di sini untuk kuliah dari asing, tapi mereka sudah melakukan pembelajaran dengan luar negeri. Sudah tidak bisa lagi (dibatasi). Bahkan terjadi distant learning dengan Amerika, distant learning dengan Eropa, distant learning dengan Korea, ini sudah berjalan. Dan saya datang ke Toronto Kanada, yakni di Waterloo University, itu sudah kerja sama dengan Indonesia juga," papar Nasir.

Lebih lanjut, Nasir menyatakan kebijakan ini juga sebagai bentuk mengantisipasi ketertinggalan di sektor pendidikan. Dia menyebut target wacana ini bisa diimplementasikan pada 2020 mendatang.

"Kita kalau tidak mengantisipasi maka kita akan ketinggalan. Kita tidak bisa lagi tertutup sekarang, harus terbuka. Tapi empat pilar kebangsaan harus kita jaga. NKRI harga mati harus kita pertahankan, Pancasila sebagai ideologi negara kita pegang, UUD Negara 1945 sebagai dasar negara harus kita pertahankan, dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Ini yang harus kita perhatikan," kata Nasir.

Sebelumnya diberitakan, Fahri Hamzah mengkritik wacana Kemristekdikti mengundang rektor dari luar negeri untuk memimpin perguruan tinggi di Indonesia. Dia mempertanyakan apakah Menristekdikti M Nasir tak punya konsep soal membangun kampus kelas dunia.

"Sebenarnya itu yang penting adalah jangan ujug-ujug rekrut orang. Kita kan justru nanyanya kepada Kemenristekdikti, punya konsep nggak dalam memodernisasi dan membangun kampus kelas dunia, gitu. Menterinya yang kita tanya.Ini kan kayak sebenarnya mau buang badan terus. Gagal membuat BUMN kita kelas dunia, cari CEO asing. Gagal membuat kampus menjadi kelas dunia, cari rektor asing. Lah sampeyan jadi menteri apa kerjaannya? Kan kita nanyanya ke dia, bukan kita, ya lagi-lagi nyerah, tunjuk orang asing," ujar Fahri di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (31/7).


(detik.com)
nasional
Berita Terkait
  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:34

    Dolar Terus Menanjak Ini Saran Ekonom Riau untuk Masyarakat

    PEKANBARU - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika semakin menanjak, nyaris mendekati Rp18 ribu. Masyarakat diminta tetap tenang, tak perlu gegabah apalagi panik.Demikian dikatakan Ekonom Riau Dahl

  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:29

    Terbongkarnya Perselingkuhan Istri dengan Sahabat Sendiri: Idham Melakukan Hal Nekad

    Idham Dermawan (35), warga Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, diduga nekat mengakhiri nyawa rekannya sendiri, Agmi (35).Idham meradang setelah mengetahui adanya hubungan terlarang antara korban

  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:06

    Hasil Lawatan ke Prancis, Prabowo Bawa Pulang Capaian Kerja Sama Rp 61,25 T .

    Jakarta - Presiden Prabowo Subianto tiba di Tanah Air setelah kunjungan kenegaraan ke Prancis. Prabowo membawa pulang capaian kerja sama bernilai Rp 61,25 triliun.Dikutip dari keterangan Badan Komunik

  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:01

    Babak Baru Kasus Dugaan Penipuan Calon Jemaah Umrah, Bos Hanania Travel Ditahan Usai Ditetapkan Sebagai Tersangka

    Polda Metro Jaya menahan Direktur Utama PT Khazanah Tamma Internasional atau Hanania Group berinisial ASF setelah ditetapkan sebagai tersangka. Polda Metro Jaya sebelumnya menerima dua laporan terkait

  • Sabtu, 30 Mei 2026 14:31

    Sindikat Penipuan Bermodus Batu Merah Delima Perdaya ASN Siak Ratusan Juta

    SIAK- Seorang aparatur sipil negara di Kabupaten Siak bernama Zainuddin alias Atan (54) menjadi korban sindikat penipuan bermodus jual beli batu merah delima bertuah. Warga Kecamatan Mempura tersebut

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.