Minggu, 31 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • Menteri PPPA Senang Akses Media Sosial Dibatasi, Anak-Anak Bisa Main Permainan Tradisional

Peristiwa

Menteri PPPA Senang Akses Media Sosial Dibatasi, Anak-Anak Bisa Main Permainan Tradisional

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Kamis, 12 Mar 2026 16:12
(FotoOkezone.com)
JAKARTA - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifatul Choiri Fauzi, menyambut baik rencana pemerintah membatasi akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun. Menurutnya, kebijakan tersebut penting untuk menekan berbagai risiko yang dihadapi anak di ruang digital.

Arifatul mengatakan, hasil analisis internal Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menunjukkan tingginya angka kekerasan terhadap anak yang dipicu penggunaan gadget dan sosmed yang tidak bijak.

“Kami dari Kementerian PPPA tentu yang paling bahagia karena analisis internal yang kami lakukan menunjukkan tingginya angka kekerasan terhadap anak, salah satu penyebabnya adalah penggunaan gadget atau media sosial yang tidak bijak,” ujar Arifatul dalam Rapat Koordinasi Tindak Lanjut PP No. 17 Tahun 2025.

Perlindungan Anak di Ruang Digital
Arifatul menegaskan kebijakan pembatasan usia media sosial ini sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2024. Ia menyebut aturan tersebut juga sejalan dengan implementasi program PP Tunas yang fokus pada perlindungan anak di ruang digital.

Menurutnya, berbagai kebijakan itu harus diiringi langkah konkret untuk memperkuat pola pengasuhan anak, terutama di tingkat keluarga dan masyarakat. Kementerian PPPA juga mendorong program Ruang Bersama Indonesia yang berbasis desa sebagai pendamping.

Di mana program ini akan melibatkan perempuan di tingkat desa, organisasi PKK, serta berbagai lembaga masyarakat untuk memperkuat pola asuh anak. Selain itu, kementerian juga mengaktifkan Forum Anak Nasional hingga tingkat desa agar anak-anak dapat berperan sebagai pelopor dan pelapor jika menemukan kekerasan atau risiko di lingkungan mereka.

“Anak-anak tidak bisa hanya dilarang, tetapi harus diberi solusi. Kalau tidak boleh main gadget, lalu apa yang harus dilakukan,” kata Arifatul.

Sebagai alternatif aktivitas bagi anak, Arifatul mendorong permainan tradisional untuk anak. Menurutnya, permainan tradisional memiliki nilai filosofi yang kuat dalam membentuk karakter anak.
“Dalam permainan tradisional tidak ada yang bermain sendiri. Minimal berdua sampai sepuluh orang. Di situ anak belajar antre, menghargai, tidak curang, dan tanpa disadari nilai-nilai Pancasila juga tertanam,” ujarnya.

Sumber: (Okezone.com)

Peristiwa
Berita Terkait
  • Rabu, 18 Mar 2026 16:32

    One Way Nasional Diberlakukan dari Tol Japek Sampai Kalikangkung

    JAKARTA - Rekayasa lalu lintas (lalin) atau one way nasional resmi diberlakukan pada siang hari ini, Rabu (18/3/2026), saat arus mudik Lebaran 2026. Satu arah itu berlangsung mulai dari Tol Jakarta-Ci

  • Rabu, 18 Mar 2026 15:42

    Pria Paruh Baya Diduga Dianiaya hingga Meninggal Dunia di Jalan Pangeran Hidayat

    PEKANBARU - Seorang pria bernama Muhammad Zen (50) ditemukan meninggal dunia setelah diduga menjadi korban tindak pidana pembunuhan atau penganiayaan berat di kawasan Jalan Pangeran Hidayat, Gang Abad

  • Rabu, 18 Mar 2026 15:00

    KontraS Ungkap Kondisi Andrie Usai Disiram Air Keras: Tak Buta, tapi Fungsi Mata Menurun

    JAKARTA - Kondisi Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, berangsur membaik setelah disiram air keras pada Kamis (12/3/2026) malam, sekitar pukul 23.00 WIB. Andrie telah menjalani operasi mata di Rum

  • Rabu, 18 Mar 2026 14:55

    Jasa Marga Ungkap 1,2 Juta Kendaraan Tinggalkan Jakarta hingga 18 Maret 2026

    JAKARTA - Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan Achmad Purwantono melaporkan sebanyak 34% kendaraan telah meninggalkan Jakarta per hari ini, Rabu (18/3/2026). Jasa Marga telah memprediksi,

  • Rabu, 18 Mar 2026 14:23

    Kapolri Resmikan Renovasi Masjid Al-Adzim dan Kukuhkan Satgas PHK di Riau

    PEKANBARU - Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Listyo Sigit Prabowo, menandatangani prasasti renovasi Masjid Al-Adzim sekaligus mengukuhkan Satuan Tugas Penanganan Premani

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.