Senin, 01 Jun 2026
  • Home
  • Nasional
  • Moeldoko Khawatir Rekonsiliasi Jadi Ajang Negosiasi Kelompok Tertentu

Nasional

Moeldoko Khawatir Rekonsiliasi Jadi Ajang Negosiasi Kelompok Tertentu

Jumat, 05 Jul 2019 14:19
Detik.com
JAKARTA - Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Moeldoko menilai rekonsiliasi tak lagi menjadi agenda yang penting untuk dibicarakan. Sebab, menurut Moeldoko, saat ini situasi bangsa sudah lebih kondusif dibandingkan saat Pilpres 2019.

"Penting nggak sih sebenernya rekonsiliasi. Kan semuanya sudah selesai masyarakat sudah baik-baik aja di luar, di bawah menurut saya hal yang udah normal sebenarnya. Jadi tidak terlalu penting lah itu dibicarakan lagi kemungkinan jadwal bertemunya kapan itu kan berkaitan dengan waktu aja," kata Moeldoko di Kantor Staf Kepresidenan, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Jumat, (5/7/2019).

Dia pun meminta semua pihak untuk tidak membesar-besarkan perihal rekonsiliasi antara Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto. Moeldoko khawatir, rekonsiliasi justru menjadi ajang kelompok tertentu untuk menegosiasikan kepentingannya kepada Jokowi.

"Saya khawatir rekonsiliasi hanya membahas negosiasi hanya kepentingan kelompok tertentu. Kita ini negara loh memikirkan negara, angan kita terjebak antara satu elite ke elite jangan terjebak satu kelompok ke kelompok," katanya.

Selain itu, menurut Moeldoko, dengan digembar-gemborkannya rekonsiliasi seolah tengah terjadi persoalan yang luar biasa yang menimpa Indonesia. Padahal, menurut dia, saat ini situasi bangsa dan negara tengah bahagia.

"Jangan justru kata-kata rekonsiliasi ini malah justru menghambat malah menjadi seolah-olah bangsa ini terjadi sesuatu yang luar biasa," ujar Moeldoko.

"Kita harus memikirkan negara bahwa masyarakat sudah happy dengan situasi yang ada jangan justru istilah rekonsiliasi malah mengganggu apa yang telah terjadi di lapangan sekarang ini," imbuhnya.

Eks Panglima TNI itu juga meminta agar semua pihak tidak terjebak dalam persoalan rekonsiliasi. Menurut Moeldoko, membangun negara bukan hanya soal politik, namun ada hal lain yang tak kalah penting lainnya.

"Jangan terjebak di situ, terus bangsa ini tantangannya banyak. Bukan hanya persoalan politik, persoalan pendidikan, kesejahteraan dan seterusnya. Nanti kita semuanya hanya terjebak di situ kita menjadi nggak maju-maju," kata dia.

Seperti diketahui, rekonsiliasi antara Jokowi dan Prabowo terus menerus didengungkan oleh para tokoh masyarakat, tokoh agama dan lain-lain. Banyak pihak mengharapkan agar Jokowi dan Prabowo untuk bertemu bicara soal rekonsiliasi demi bangsa dan negara.


Sumber: detik.com
nasional
Berita Terkait
  • Minggu, 31 Mei 2026 18:08

    Purbaya Tegaskan Skema Pajak DSI Berlaku Normal

    JAKARTA - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa memastikan skema pajak PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) akan berlaku normal seperti biasa. Menurutnya, tidak ada perubahan ketentuan perpajakan

  • Minggu, 31 Mei 2026 18:06

    Danantara Ajak Diskusi Pengusaha Tentukan Acuan Harga Komoditas yang Dibeli PT DSI

    JAKARTA - Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria menyatakan, pihaknya akan melakukan diskusi terlebih dahulu dengan para pelaku usaha untuk menentukan patokan harga komoditas yang akan d

  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:34

    Dolar Terus Menanjak Ini Saran Ekonom Riau untuk Masyarakat

    PEKANBARU - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika semakin menanjak, nyaris mendekati Rp18 ribu. Masyarakat diminta tetap tenang, tak perlu gegabah apalagi panik.Demikian dikatakan Ekonom Riau Dahl

  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:29

    Terbongkarnya Perselingkuhan Istri dengan Sahabat Sendiri: Idham Melakukan Hal Nekad

    Idham Dermawan (35), warga Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, diduga nekat mengakhiri nyawa rekannya sendiri, Agmi (35).Idham meradang setelah mengetahui adanya hubungan terlarang antara korban

  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:06

    Hasil Lawatan ke Prancis, Prabowo Bawa Pulang Capaian Kerja Sama Rp 61,25 T .

    Jakarta - Presiden Prabowo Subianto tiba di Tanah Air setelah kunjungan kenegaraan ke Prancis. Prabowo membawa pulang capaian kerja sama bernilai Rp 61,25 triliun.Dikutip dari keterangan Badan Komunik

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.