Minggu, 31 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • Nasdem Apresiasi Gerindra Tetap di Luar Pemerintah

Nasional

Nasdem Apresiasi Gerindra Tetap di Luar Pemerintah

Laporan : Bambang Subagio
Selasa, 16 Jul 2019 09:00
JAKARTA - Pertemuan Capres terpilih Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto pada hakikatnya adalah bukan bentuk rekonsiliasi seperti yang didengungkan selama ini. Pertemuan dua tokoh tersebut hanyalah bentuk silaturahmi dan selama ini dalam kerangka NKRI

"Rekonsiliasi itu jika ada yang pernah keluar dari empat pilar kebangsaan, memisahkan diri, lalu kembali lagi ke pangkuan NKRI. Nah, baru rekonsiliasi. Saya kira kita harus mengajarkan ke masyarakat, tidak ada kewajiban rekonsiliasi selama masih dalam kerangka empat pilar kebangsaan itu," ujar Ketua DPP Partai Gerindra Sodik Mujahid di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/7/2019) kemarin.

Sodik yang juga anggota MPR/DPR dari Fraksi Gerindra menjelaskan pada dasarnya Prabowo dan Gerindra ingin memulai tradisi baru bahwa situasi yang memanas pasca Pilpres harus harus tetap membangun demokrasi yang sehat.

Pertemuan antara Prabowo dengan Jokowi, menurutnya merupakan bentuk tradisi politik yang dibangun akan terus dibangun partainya tersebut. Juga tradisi politik baru yaitu pihak yang kalah Pilpres harus konsisten dengan sikapnya berada di luar pemerintah atau oposisi. "Karena kita inginkan sebuah demokrasi yang ajeg, yang konsisten. Bukan pindah-pihak koalisi," tegasnya.

Sedangkan Syarief Abdullah Alkadrie memberikan apresiasi pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Prabowo Subianto di Stasiun MRT Lebak Bulus. Syarief mendukung sikap Gerindra apabila tetap memilih berada di luar koalisi pendukung pemerintahan. Sebab menurutnya, menjadi oposisi itu sebenarnya merupakan dari bagian kebersamaan yaitu membangun demokrasi yang sehat dan menciptakan keseimbangan jalannya pemerintahan.

"Kalau nanti setelah Pilpres ada yang di luar pemerintahan, itu juga membangun kebersamaan. Dalam pemerintahan yang baik, lebih bagus ada teman yang mengingatkan. Perlu dikritik," kata politikus Partai Nasdem

Politisi dari Partai Nasional Demokrat (NasDem) mengakui Pemilu Presiden berdampak pada potensi mengancam persatuan dan kesatuan bangsa, sebab beragam isu dimunculkan saat kampanye seperti isu-isu primordial. "Bisa jadi hal ini untuk mengangkat emosional pendukung. Banyak informasi yang diplintir," kata Syarief.(bsg)
nasional
Berita Terkait
  • Minggu, 31 Mei 2026 18:08

    Purbaya Tegaskan Skema Pajak DSI Berlaku Normal

    JAKARTA - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa memastikan skema pajak PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) akan berlaku normal seperti biasa. Menurutnya, tidak ada perubahan ketentuan perpajakan

  • Minggu, 31 Mei 2026 18:06

    Danantara Ajak Diskusi Pengusaha Tentukan Acuan Harga Komoditas yang Dibeli PT DSI

    JAKARTA - Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria menyatakan, pihaknya akan melakukan diskusi terlebih dahulu dengan para pelaku usaha untuk menentukan patokan harga komoditas yang akan d

  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:34

    Dolar Terus Menanjak Ini Saran Ekonom Riau untuk Masyarakat

    PEKANBARU - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika semakin menanjak, nyaris mendekati Rp18 ribu. Masyarakat diminta tetap tenang, tak perlu gegabah apalagi panik.Demikian dikatakan Ekonom Riau Dahl

  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:29

    Terbongkarnya Perselingkuhan Istri dengan Sahabat Sendiri: Idham Melakukan Hal Nekad

    Idham Dermawan (35), warga Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, diduga nekat mengakhiri nyawa rekannya sendiri, Agmi (35).Idham meradang setelah mengetahui adanya hubungan terlarang antara korban

  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:06

    Hasil Lawatan ke Prancis, Prabowo Bawa Pulang Capaian Kerja Sama Rp 61,25 T .

    Jakarta - Presiden Prabowo Subianto tiba di Tanah Air setelah kunjungan kenegaraan ke Prancis. Prabowo membawa pulang capaian kerja sama bernilai Rp 61,25 triliun.Dikutip dari keterangan Badan Komunik

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.