Sabtu, 16 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • Negara Tetangga Protes Kabut Asap, JK: Indonesia Lebih Menderita

Negara Tetangga Protes Kabut Asap, JK: Indonesia Lebih Menderita

Jumat, 18 Sep 2015 15:30
Okezone
JAKARTA - Kabut asap imbas kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan serta Sumatera, sampai ke negara tetangga Malaysia dan Singapura. Warga negara tetangga pun menyindir di media sosial dengan hastag #TerimaKasihIndonesia.

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan, tak seharusnya warga Malaysia dan Singapura marah atas bencana kabut asap. Sebab, sebelum kabut asap melanda, Indonesia menyumbang udara yang baik ke dua negara tetangga.

Bahkan menurutnya, warga Indonesia lebih menderita akibat serbuan kabut asap. "Kita ini lebih menderita. Negara tetangga sudah menikmati 11 bulan (kualitas udara yang bersih dari hutan Indonesia), jadi kalau sebulan asap ya itu resiko," ujar JK di Jakarta, Jumat (18/9/2015).

Mantan Ketua Umum Partai Golkar ini juga mengaku, pemerintah sudah berusaha semaksimal mungkin memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Sumatera dan Kalimantan. Tapi proses pemadaman berlangsung sulit.

JK meminta agar warga Malaysia dan Singapura bersabar terkait kabut asap itu. Pasalnya di negara seperti Amerika Serikat saja, butuh waktu berbulan-bulan untuk memadamkan kebakaran hutan.

"Selalu saya katakan ini masalah alam, Indonesia sudah berusaha sekuat tenaga dan segala biaya sudah hampir 20 heli tapi ternyata sulit. Jangankan Indonesia, Amerika Serikat di California saja sampai berbulan-bulan tidak selesai," tegasnya.

Sekedar informasi, kabut asap dari Indonesia masih menyelimuti Singapura. Hal ini menimbulkan kekhawatiran karena bisa mengganggu pelaksanaan Singapore Grand Prix dan konser Bon Jovi pada 20 September nanti.

Lantaran kesal kabut asap mengganggu aktivitas sehari-hari, warga Malaysia dan Singapura ramai-ramai menyindir Indonesia lewat jejaring sosial dengan menggunakan tagar terima kasih Indonesia (#TerimaKasihIndonesia).

Kabut asap yang menyelimuti Singapura sangat pekat dan membuat indeks polusi udara tercatat di antara angka 127 dan 151, yang berarti kualitas udara berada pada level tidak sehat.

(okezone.com)
nasional
Berita Terkait
  • Jumat, 15 Mei 2026 16:53

    TNI AL Gagalkan Penyelundupan Ratusan Bal Rokok Ilegal di Madura

    TNI AL kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung penegakan hukum serta menjaga stabilitas keamanan wilayah maritim dan jalur distribusi strategis nasional. Tim Second Fleet Quick Response (SFQR)

  • Jumat, 15 Mei 2026 16:16

    Hantavirus Belum Ditemukan di Riau, Masyarakat Diimbau Jaga Kebersihan

    PEKANBARU-Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Kesehatan memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus hantavirus di seluruh wilayah Riau. Meski begitu, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewa

  • Jumat, 15 Mei 2026 16:14

    267 Pedagang Pasar Subuh Dukung Relokasi Penataan Pasar Induk Tembilahan

    TEMBILAHAN-Sebanyak 267 pedagang pasar subuh menyatakan dukungan terhadap kebijakan relokasi sementara yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir dalam rangka penataan Pasar Induk Jalan Yos S

  • Jumat, 15 Mei 2026 14:47

    2 Hari Tak Terlihat, Wanita Ini Ditemukan Meninggal Membusuk di Kursi Plastik

    Jakarta-Warga Huta IV Marihat Lela Nagori Lingga, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun mendadak geger. Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) bernama Sarpina Sinaga (44) ditemukan meninggal dunia di

  • Jumat, 15 Mei 2026 14:41

    Pasar Murah Bengkalis Diserbu Warga, Minyakita dan Beras SPHP Cepat Habis

    BENGKALIS-Ratusan warga Kota Bengkalis memadati Gerakan Pasar Murah (GPM) yang digelar Dinas Ketahanan Pangan (DKP) di depan kantor DKP Jalan Antara, Bengkalis, Rabu (13/5). Tingginya antusias masyara

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.