Kamis, 02 Jul 2026
  • Home
  • Nasional
  • Negara Tetangga Protes Kabut Asap, JK: Indonesia Lebih Menderita

Negara Tetangga Protes Kabut Asap, JK: Indonesia Lebih Menderita

Jumat, 18 Sep 2015 15:30
Okezone
JAKARTA - Kabut asap imbas kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan serta Sumatera, sampai ke negara tetangga Malaysia dan Singapura. Warga negara tetangga pun menyindir di media sosial dengan hastag #TerimaKasihIndonesia.

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan, tak seharusnya warga Malaysia dan Singapura marah atas bencana kabut asap. Sebab, sebelum kabut asap melanda, Indonesia menyumbang udara yang baik ke dua negara tetangga.

Bahkan menurutnya, warga Indonesia lebih menderita akibat serbuan kabut asap. "Kita ini lebih menderita. Negara tetangga sudah menikmati 11 bulan (kualitas udara yang bersih dari hutan Indonesia), jadi kalau sebulan asap ya itu resiko," ujar JK di Jakarta, Jumat (18/9/2015).

Mantan Ketua Umum Partai Golkar ini juga mengaku, pemerintah sudah berusaha semaksimal mungkin memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Sumatera dan Kalimantan. Tapi proses pemadaman berlangsung sulit.

JK meminta agar warga Malaysia dan Singapura bersabar terkait kabut asap itu. Pasalnya di negara seperti Amerika Serikat saja, butuh waktu berbulan-bulan untuk memadamkan kebakaran hutan.

"Selalu saya katakan ini masalah alam, Indonesia sudah berusaha sekuat tenaga dan segala biaya sudah hampir 20 heli tapi ternyata sulit. Jangankan Indonesia, Amerika Serikat di California saja sampai berbulan-bulan tidak selesai," tegasnya.

Sekedar informasi, kabut asap dari Indonesia masih menyelimuti Singapura. Hal ini menimbulkan kekhawatiran karena bisa mengganggu pelaksanaan Singapore Grand Prix dan konser Bon Jovi pada 20 September nanti.

Lantaran kesal kabut asap mengganggu aktivitas sehari-hari, warga Malaysia dan Singapura ramai-ramai menyindir Indonesia lewat jejaring sosial dengan menggunakan tagar terima kasih Indonesia (#TerimaKasihIndonesia).

Kabut asap yang menyelimuti Singapura sangat pekat dan membuat indeks polusi udara tercatat di antara angka 127 dan 151, yang berarti kualitas udara berada pada level tidak sehat.

(okezone.com)
nasional
Berita Terkait
  • Rabu, 01 Jul 2026 16:48

    Bupati Kuansing Resmi Berompi Oranye Terkait Kasus Suap Jabatan

    JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Provinsi Riau, Suhardiman Amby sebagai tersangka dugaan suap jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah

  • Rabu, 01 Jul 2026 16:09

    KPK Periksa Bupati Inhu dan Sekda Riau Terkait Kasus Pemerasan Gubernur Nonaktif Abdul Wahid

    JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Bupati Indragiri Hulu, Ade Agus Hartanto beserta Sekretaris Daerah Riau, Syahrial Abdi. Keduanya diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan pemer

  • Rabu, 01 Jul 2026 16:08

    Lantik 38 Pejabat, Bupati Asmar Dorong Reformasi Birokrasi yang Profesional dan Responsif

    SELATPANJANG â€" Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti kembali melakukan penyegaran birokrasi sebagai langkah memperkuat tata kelola pemerintahan. Sebanyak 38 pejabat administrator dan pejabat pengaw

  • Rabu, 01 Jul 2026 15:31

    LBH Laporkan Dugaan Kekerasan Oknum Polisi Terhadap Sembilan Warga Rupat Utara ke Polda Riau

    PEKANBARU - Gabungan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) ICMI Wilayah Riau dan LBH Pekanbaru resmi mengadukan dugaan tindak kekerasan fisik oleh oknum aparat Polsek Rupat Utara terhadap sembilan warga sipil.

  • Rabu, 01 Jul 2026 15:19

    Pesona Batik Motif Bakar Tongkang Karya Miskiah Angkat Budaya Rokan Hilir ke Kancah Nasional

    BAGANSIAPIAPI - Perayaan Festival Ekraf Pesona Beapi Besenergi Kawasan Qris yang memeriahkan event Bakar Tongkang di Bagansiapiapi sukses menarik perhatian masyarakat luas. Dari 35 stand bazar yang me

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor