Sabtu, 13 Jun 2026
  • Home
  • Nasional
  • Ngabalin: Rakyat Indonesia Harus Dukung Penuh Keputusan KPU Nanti

Nasional

Ngabalin: Rakyat Indonesia Harus Dukung Penuh Keputusan KPU Nanti

Sabtu, 27 Apr 2019 16:09
Detik.com
JAKARTA - Staf Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Ali Mochtar Ngabalin menegaskan Komisi Pemilihan Umum (KPU) adalah lembaga yang independen. Untuk itu apapun keputusan KPU untuk Pemilu 2019 harus didukung penuh oleh rakyat Indonesia.

"KPU lembaga negara yang independen, mandiri. Sehingga nanti kalau KPU setelah menghitung kemudian menetapkan salah satu calon di antara dua calon (capres-red) ini menang, maka tidak ada pilihan lain bagi rakyat Indonesia kecuali memberikan dukungan penuh kepada KPU," kata Ngabalin kepada wartawan, Sabtu (27/4/2019).

Ngabalin bicara peluang diadakannya Ijtimak Ulama ke-3 usai Pilpres 2019 ini. Dia mengatakan jika memang kegiatan itu terlaksana, maka seharusnya ditujukan untuk mendukung penuh presiden RI terpilih nanti.

"Bahwa kalau nanti KPU menetapkan (pasangan capres) 01 dan kemudian ada lagi Ijtimak Ulama yang ke-3, maka Ijtima yang ke-3 ini adalah memutuskan untuk memberikan dukungan kepada pemerintah untuk melaksanakan agenda-agenda kenegaraan," katanya.

Dia mengatakan ulama adalah pewaris para nabi. Ulama harus bisa mengeluarkan pernyataan yang menyejukkan dan membuata suasana teduh.

"Ulama itu adalah pewaris para nabi, para nabi itu adalah pewaris yang mengeluarkan pernyataan-pernyataan, kalimat yang menyejukkan, kalimat yang mengayomi, memberikan suasana yang teduh bagi kepentingan bangsa dan negara," katanya.

Dia juga mengatakan Indonesia merupakan negara yang menaungi berbagai agama dan kepercayaan. Dan umat muslim sebagai mayoritas harus bisa menjadi kekuatan untuk mendatangkan kedamaian dan kesejukan.

"Sebagai mayoritas muslim, maka kita musti menjadi kekuatan untuk mendatangkan kedamaian, kesejukan bagi kehidupan bangsa dan negaram," katanya.

"Pemilu sudah selesai, kita sudah tidak berurusan lagi dengan 01 atau 02, yang sekarang kita berurusan sekarang ini adalah 03 yakni persatuan Indonesia. Negara kita ini adalah heterogen, negara ini besar karena kita berbeda-beda,"imbuhnya.



Sumber: detik.com
nasional
Berita Terkait
  • Sabtu, 13 Jun 2026 18:14

    Satgas Pamtas Yonarhanud 1/PBC/1 Kostrad Kembali Ukir Prestasi, Gagalkan Penyelundupan 21,4 Kg Sabu dan Amankan WNA di Entikong

    Entikong - Satgas Pamtas RIâ€"Malaysia Yonarhanud 1/PBC/1 Kostrad kembali menorehkan prestasi gemilang dalam menjaga kedaulatan negara dan melindungi generasi bangsa dari ancaman narkotika. Personel P

  • Sabtu, 13 Jun 2026 18:13

    Taekwondo Indonesia Loloskan 3 Atlet ke Asian Games Nagoya 2026, Siap Tantang Raksasa Asia

    Jakarta - Tidak semua kemenangan diumumkan dari atas podium. Sebagian datang lebih dahulu melalui lembar hasil pertandingan, akumulasi poin, dan keputusan resmi yang memastikan sebuah negara berhak me

  • Sabtu, 13 Jun 2026 16:24

    Liquid Narkoba Beredar di Pekanbaru, dr. Nining: Jangan Pernah Mencoba Kalau Tidak Mau Kecanduan

    Jangan pernah mencoba, sebab isi pod getar bukan seperti vape yang isinya hanya sekadar nikotin.Tapi pod getar ini memang dikaitkan dengan zat yang isi di dalamnya itu adalah mengandung etomidat.Sekar

  • Sabtu, 13 Jun 2026 16:06

    Antusias Warga dan Personel Polling Dukung Tim Jagoan,

    PEKANBARU - Antuasias Piala Dunia 2026 tampak di seluruh Polsek Polres Dumai, Sabtu (13/6/2026).Bersama dengan warga, semangat perhelatan sepakbola dunia empat tahunan tersebut begitu terasa lewat keg

  • Sabtu, 13 Jun 2026 16:02

    KPK Sita Dokumen Penting Terkait Kasus Suap Pengadaan di Muara Enim

    Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan penyitaan sejumlah dokumen penting terkait proses pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muara Enim. Tindakan ini merupakan bag

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.