Senin, 01 Jun 2026
  • Home
  • Nasional
  • Ngabalin Bicara Pentingnya Electoral Threshold Dibuka Sebesar-besarnya

Nasional

Ngabalin Bicara Pentingnya Electoral Threshold Dibuka Sebesar-besarnya

Sabtu, 06 Jul 2019 16:59
Detik.com
Ngabalin di acara halalbihalal
JAKARTA - Tenaga Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin bicara soal electoral threshold atau ambang batas pemilihan pada Pemilu yang akan datang. Dia mengatakan electoral threshold yang dibuka sebesar-besarnya adalah hal penting.

Hal itu disampaikan Ngabalin saat menghadiri acara halalbihalal relawan pendukung Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin. Dia awalnya mengatakan prioritas saat ini adalah merancang Pemilu 2024 yang sukses tanpa politik identitas.

"Karena itu merajut kembali persatuan Indonesia, rancang ulang pemilu 2024 sukses tanpa politik identitas adalah agenda dan prioritas kita dalam meniti masa depan Indonesia dan mempersiapkan generasi baru," kata Ngabalin di Senayan City, Jakarta Selatan, Sabtu (6/7/2019).

Dia mengaku khawatir jika ada pihak yang menggunakan isu agama dalam politik. Ngabalin menilai hal itu rawan memecah persatuan.

"Saya khawatir karena orang menggunakan isu agama menjadi isu yang sangat kuat dalam memecah-belah kesatuan dan persatuan bangsa," tuturnya.

Ngabalin kemudian bicara soal para pendiri bangsa yang mencoret kalimat tentang kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya dalam piagam Jakarta. Dia menyatakan hal itu dilakukan untuk kepentingan Indonesia.

"Luar biasa Indonesia. Kemarin-kemarin saya bilang, founding father kita, tujuh orang yang mencoret dengan kewajiban menjalankan syariat-syariat Islam bagi pemeluknya. Bukan untuk kepentingan-kepentingan sesaat tapi untuk kepentingan bangsa Indonesia," papar Ngabalin.

Selanjutnya, Ngabalin menyinggung keberadaan electoral threshold. Dia mengatakan bakal mengusulkan kepada pemerintah supaya hal itu dibuka sebesar-besarnya agar siapa saja bisa mencalonkan diri sebagai presiden.

"Satu yang sangat penting itu adalah electoral threshold yang akan datang kita buka sebesar-besarnya, mengusulkan kepada pemerintah agar siapa saja yang hidup di negeri ini boleh mengajukan diri menjadi calon presiden. Sehingga ada anak Indonesia keturunan China jadi presiden. Anak warga negara Indonesia keturunan Belanda, Pakistan, Papua, Aceh, bisa jadi calon presiden," sebutnya.

Dia juga mengatakan dengan tidak adanya politik identitas dan dibukanya electoral threshold sebesar-besarnya, maka siapa saja punya kesempatan yang sama menjadi presiden. "Supaya orang tidak lagi menggunakan diksi dan narasi politik identitas itu. Sehingga dia tidak perlu menjadi anak sultan, jadi anak jenderal, anak orang kaya. Karena anak orang desa sudah bisa jadi presiden dua periode," tuturnya.


Sumber: detik.com
nasional
Berita Terkait
  • Minggu, 31 Mei 2026 18:08

    Purbaya Tegaskan Skema Pajak DSI Berlaku Normal

    JAKARTA - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa memastikan skema pajak PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) akan berlaku normal seperti biasa. Menurutnya, tidak ada perubahan ketentuan perpajakan

  • Minggu, 31 Mei 2026 18:06

    Danantara Ajak Diskusi Pengusaha Tentukan Acuan Harga Komoditas yang Dibeli PT DSI

    JAKARTA - Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria menyatakan, pihaknya akan melakukan diskusi terlebih dahulu dengan para pelaku usaha untuk menentukan patokan harga komoditas yang akan d

  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:34

    Dolar Terus Menanjak Ini Saran Ekonom Riau untuk Masyarakat

    PEKANBARU - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika semakin menanjak, nyaris mendekati Rp18 ribu. Masyarakat diminta tetap tenang, tak perlu gegabah apalagi panik.Demikian dikatakan Ekonom Riau Dahl

  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:29

    Terbongkarnya Perselingkuhan Istri dengan Sahabat Sendiri: Idham Melakukan Hal Nekad

    Idham Dermawan (35), warga Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, diduga nekat mengakhiri nyawa rekannya sendiri, Agmi (35).Idham meradang setelah mengetahui adanya hubungan terlarang antara korban

  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:06

    Hasil Lawatan ke Prancis, Prabowo Bawa Pulang Capaian Kerja Sama Rp 61,25 T .

    Jakarta - Presiden Prabowo Subianto tiba di Tanah Air setelah kunjungan kenegaraan ke Prancis. Prabowo membawa pulang capaian kerja sama bernilai Rp 61,25 triliun.Dikutip dari keterangan Badan Komunik

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.