Sabtu, 16 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • PSI: Pembebasan Abu Bakar Baasyir Seperti Antasari, Tak Terkait Pilpres

Nasional

PSI: Pembebasan Abu Bakar Baasyir Seperti Antasari, Tak Terkait Pilpres

Senin, 21 Jan 2019 10:37
Detik.com
JAKARTA - PSI menyayangkan pembebasan tanpa syarat terhadap terpidana kasus terorisme Ustaz Abu Bakar Ba'asyir dikaitkan dengan politik. Terutama dengan kepentingan Presiden Joko Widodo pada Pilpres 2019.

"Padahal kasus pembebasan Abu Bakar Ba'asyir adalah murni hukum yang berdasarkan peraturan dan perundangan yang berlalu di negeri ini," ujar Juru Bicara PSI, Guntur Romli, dalam keterangan tertulis, Senin (21/1/2019).

"Pembebasan Abu Bakar Baasyir bukan kasus baru, yang artinya tidak bisa dikaitkan dengan kepentingan politik Pilpres 2019 seperti yang dituduhkan lawan-lawan Jokowi," imbuhnya.

Guntur mengatakan, pembebasan Ba'asyir murni kepentingan hukum dan karena alasan kemanusiaan.

"Apalagi ditambah kondisi Abu Bakar Baasyir yang sudah tua dan sakit-sakitan yang menurut Presiden Joko Widodo inilah yang disebut alasan kemanusiaan," kata Guntur.

Selain itu, kata Guntur, langkah hukum seperti yang diberikan terhadap Ba'asyir juga bukanlah hal baru di Indonesia. Misalnya kasus mantan Ketua KPK Antasari Azhar.

"Contoh kasus lain yang bisa dibandingkan dengan kasus Abu Bakar Ba'asyir adalah kasus Antasari Azhar yang juga bebas setelah menjalani 2/3 masa hukumannya," kata Guntur.

"Antasari bebas bersyarat setelah melewati dua pertiga masa pidana," imbuh dia.

Namun perlu untuk dicatat, Ba'asyir akan bebas tanpa melalui mekanisme bebas bersyarat. Ba'asyir menolak mengajukan bebas bersyarat karena tidak mau meneken surat setiap pada NKRI sebagaimana diatur dalam Pasal 8 Permenkum HAM Nomor 3 Tahun 2018. Meski begitu, Presiden Jokowi tetap memberikan kebebasan untuk Ba'asyir atas pertimbangan kemanusiaan.


(detik.com)
nasional
Berita Terkait
  • Jumat, 15 Mei 2026 16:53

    TNI AL Gagalkan Penyelundupan Ratusan Bal Rokok Ilegal di Madura

    TNI AL kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung penegakan hukum serta menjaga stabilitas keamanan wilayah maritim dan jalur distribusi strategis nasional. Tim Second Fleet Quick Response (SFQR)

  • Jumat, 15 Mei 2026 16:16

    Hantavirus Belum Ditemukan di Riau, Masyarakat Diimbau Jaga Kebersihan

    PEKANBARU-Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Kesehatan memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus hantavirus di seluruh wilayah Riau. Meski begitu, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewa

  • Jumat, 15 Mei 2026 16:14

    267 Pedagang Pasar Subuh Dukung Relokasi Penataan Pasar Induk Tembilahan

    TEMBILAHAN-Sebanyak 267 pedagang pasar subuh menyatakan dukungan terhadap kebijakan relokasi sementara yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir dalam rangka penataan Pasar Induk Jalan Yos S

  • Jumat, 15 Mei 2026 14:47

    2 Hari Tak Terlihat, Wanita Ini Ditemukan Meninggal Membusuk di Kursi Plastik

    Jakarta-Warga Huta IV Marihat Lela Nagori Lingga, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun mendadak geger. Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) bernama Sarpina Sinaga (44) ditemukan meninggal dunia di

  • Jumat, 15 Mei 2026 14:41

    Pasar Murah Bengkalis Diserbu Warga, Minyakita dan Beras SPHP Cepat Habis

    BENGKALIS-Ratusan warga Kota Bengkalis memadati Gerakan Pasar Murah (GPM) yang digelar Dinas Ketahanan Pangan (DKP) di depan kantor DKP Jalan Antara, Bengkalis, Rabu (13/5). Tingginya antusias masyara

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.