Sabtu, 16 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • PSI Singgung SBY soal Penahanan Baasyir, Demokrat: Otak di Dengkul!

Nasional

PSI Singgung SBY soal Penahanan Baasyir, Demokrat: Otak di Dengkul!

Sabtu, 19 Jan 2019 09:57
Detik.com
JAKARTA - PSI menyinggung Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkait pemenjaraan terpidana terorisme Abu Bakar Ba'asyir. Partai Demokrat membela sang ketua umum, menyebut PSI 'otak dengkul'.

"Maaf, untuk mengatakan otak ditaruh di dengkul Raja Juli (Sekjen PSI) ini," kata Ketua DPP Partai Demokrat, Jansen Sitindaon kepada wartawan, Sabtu (19/1/2019).

Jansen tak menepis fakta bahwa Ba'asyir dipenjara di era kepemimpinan SBY. Namun, ia menegaskan tak ada kriminalisasi ulama dalam proses hukum terhadap Ba'asyir.
"Ustaz Ba'asyir memang dipenjara di era SBY, tapi kasusnya jelas. Tidak ada kriminalisasi ulama di situ. Proses hukumnya jelas, disidang secara fair dan diputus terbukti bersalah oleh pengadilan. Malah ketika itu sebuah prestasi di era SBY," jelas Jansen.

Ia menantang PSI mengonfirmasi hal ini ke Jenderal Tito Karnavian yang kini menjabat sebagai Kapolri. Jansen mengaku heran dengan tingkah PSI yang mengaitkan keputusan Presiden Jokowi membebaskan Ba'asyir dengan SBY.

"Tanya saja Pak Tito dan banyak polisi lainnya yang sekarang masih aktif berdinas di masa pemerintahan Pak Jokowi ini, ada kriminilisasi ulama tidak di kasus Ba'asyir? Jawabnya pasti tidak," ujarnya.

"Kalau sekarang Jokowi mau membebaskan Ba'asyir dengan berbagai pertimbangan ya, silakan saja. Tapi tak usah pendukungnya mengkait-kaitkan dengan Pak SBY, apalagi menjelek-jelekkan Pak SBY," lanjut Jansen.

Malah, sebut Jansen, penangkapan dan penahanan Ba'asyir di era SBY merupakan bukti ketegasan di bidang hukum. Ia pun meminta PSI berhenti membuat kegaduhan.

"Penangkapan Ba'asyir ketika itu kasusnya jelas dan justru bukti ketegasan SBY di bidang hukum. Jadi saran kami ke PSI, baiknya kedepan mengurangi komentar-komentar bodoh tak berguna dan bisa bangkitkan kegaduhan. Silakan mau cari tenar, tapi yang pintar dikitlah," ucapnya.

Menurut Jansen, PSI harus menggunakan akal sehat ketika melontarkan pernyataan. Ia menyebut PSI mau menjilat Jokowi.

"Silakan saja PSI mau jadi penjilat ke Jokowi, tapi njilatnya ya, mbok tolong yang rasional dan pakai akal sehat dikit. PSI ini mungkin lupa, Ba'asyir dipenjara atas kasus terorisme. Orang-orang yang berideologi mirip seperti PSI ini, ketika itu malah sangat gembira atas penangkapan dan keputusan penjara kepada Ba'asyir. Itu maka sekarang kami malah ingin balik bertanya, apa PSI ini mendukung terorisme ya?" kata Jansen.

Sebelumnya, PSI mengapresiasi keputusan Presiden Jokowi membebaskan Abu Bakar Ba'asyir. PSI kemudian mengungkit soal terpidana terorisme itu yang dipenjara di era SBY.

"Kita perlu ingat saja bahwa Ba'asyir dipenjara melalui proses hukum pada masa SBY. Tapi kok nggak ada yang mengatakan SBY mengkriminalisasi Ba'asyir?" kata Sekjen PSI Raja Juli Antoni, Jumat (18/1).


(detik.com)
nasional
Berita Terkait
  • Jumat, 15 Mei 2026 16:53

    TNI AL Gagalkan Penyelundupan Ratusan Bal Rokok Ilegal di Madura

    TNI AL kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung penegakan hukum serta menjaga stabilitas keamanan wilayah maritim dan jalur distribusi strategis nasional. Tim Second Fleet Quick Response (SFQR)

  • Jumat, 15 Mei 2026 16:16

    Hantavirus Belum Ditemukan di Riau, Masyarakat Diimbau Jaga Kebersihan

    PEKANBARU-Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Kesehatan memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus hantavirus di seluruh wilayah Riau. Meski begitu, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewa

  • Jumat, 15 Mei 2026 16:14

    267 Pedagang Pasar Subuh Dukung Relokasi Penataan Pasar Induk Tembilahan

    TEMBILAHAN-Sebanyak 267 pedagang pasar subuh menyatakan dukungan terhadap kebijakan relokasi sementara yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir dalam rangka penataan Pasar Induk Jalan Yos S

  • Jumat, 15 Mei 2026 14:47

    2 Hari Tak Terlihat, Wanita Ini Ditemukan Meninggal Membusuk di Kursi Plastik

    Jakarta-Warga Huta IV Marihat Lela Nagori Lingga, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun mendadak geger. Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) bernama Sarpina Sinaga (44) ditemukan meninggal dunia di

  • Jumat, 15 Mei 2026 14:41

    Pasar Murah Bengkalis Diserbu Warga, Minyakita dan Beras SPHP Cepat Habis

    BENGKALIS-Ratusan warga Kota Bengkalis memadati Gerakan Pasar Murah (GPM) yang digelar Dinas Ketahanan Pangan (DKP) di depan kantor DKP Jalan Antara, Bengkalis, Rabu (13/5). Tingginya antusias masyara

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.