Nasional
Partai Perindo Jateng Serahkan Bantuan untuk Korban Gempa Turki
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Minggu, 12 Feb 2023 11:49
SEMARANG - Partai Perindo Jawa Tengah (Jateng) menyerahkan bantuan untuk korban gempa bumi di Turki dan Suriah. Gempa dahsyat berkekuatan Magnitudo 7,8 itu setidaknya mengakibatkan lebih dari 24.000 orang meninggal dunia.
Bantuan yang telah digalang dari kader Perindo Jateng itu diharapkan dapat meringankan beban korban gempa. Selanjutnya, bantuan akan langsung dikirim ke Kedutaan Besar Turki agar segera bisa diserahkan kepada yang membutuhkan.
"Gempa di Turki itu sangat dahsyat dengan korban hari ini lebih dari 24.000 dan lebih dari 24 juta terdampak gempa," kata Ketua DPW Partai Perindo Jawa Tengah Mayjen TNI (Purn) Wuryanto, Sabtu 11 Februari 2023.
Mantan Pangdam IV/Diponegoro itu menyampaikan, Indonesia juga memiliki karakteristik sama dengan Turki yakni rawan terjadi gempa bumi. Untuk itu, ketika gempa dahsyat mengguncang Turki dan Suriah pada Senin 6 Februari, banyak warga Tanah Air yang menyatakan keprihatinan sekaligus menggalang bantuan.
"Kami dari pengurus dan kader Perindo berusaha ikut membantu dan berpartisipasi dalam meringankan penderitaan saudara-saudara kami di sana," tuturnya.
Pria yang juga Bacaleg DPR RI dari Dapil VIII Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Cilacap itu menyebut bencana gempa merupakan ujian berat bagi korban. Oleh karenanya, Perindo Jateng bukan hanya menggalang dana tetapi juga melakukan doa bersama agar semua korban tabah dan yang meninggal dalam kondisi husnul khotimah.
"Seluruh pengurus, kader, simpatisan Partai Perindo dan masyarakat Jawa Tengah ikut berbela sungkawa atas musibah tersebut. Kita juga berharap pemerintah setempat secepatnya mampu mengatasi kesulitan dan penderitaan warganya," harap Wuryanto.
"Hari ini kita melihat bagaimana seluruh penduduk bumi berduka dan bahu-membahu membantu melalui pemerintahnya masing-masing serta lembaga-lembaga sosial lainnya untuk meringankan beban masyarakat serta mempercepat proses pemulihan yang sekarang dilakukan oleh Pemerintah Turki dan Suriah," imbuhnya.
(sumber:okezone.com)