Pemerintah Gagal Lindungi Warga & Lingkungan dari Penambangan Ilegal
Rabu, 07 Okt 2015 14:06
JAKARTA - Pemerintah dianggap gagal dalam melindungi keselamatan warga dan lingkungan dari kerusakan yang diakibatkan adanya proses penambangan pasir secara ilegal di sepanjang pesisir pantai selatan Jawa.
Manager Emergency Response dari Jaringan Advokasi Tambang (Jatam), Ki Bagus Hadikusuma mengungkakan, kegagalan pemerintah ini bahkan telah terjadi sebelum peristiwa penganiayaan terhadap aktivis lingkungan anti tambang pasir, Salim Kancil dan Tosan yang terjadi di Lumajang, Jawa Timur beberapa waktu lalu.
"Sebelum kejadian Salim Kancil ini sudah dapat dikatakan pemerintah gagal, dan harusnya kejadian ini dapat segera dimanfaatkan serius untuk memperbaiki masalah konflik agraria dan tambang ini," jelas Bagus saat dihubungi Okezone, Rabu (7/10/2015).
Menurut Bagus, salah satu langkah untuk memperbaiki kegagalan itu dengan meninjau ulang semua izin-izin pertambangan yang pernah dikeluarkan pemerintah terhadap perusahaan-perusahaan tambang. Pasalnya, jika tidak ditinjau kembali dapat mengakibatkan kerusakan lingkungan yang semakin parah.
"Perizinan harus di-review ulang, apakah sudah sesuai dengan peraturan lingkungan dan tata ruang," ujar Bagus.
Bagus menambahkan, dampak yang terjadi bila proses penambangan itu terus dilakukan akan semakin merusak lingkungan. Pasalnya, daerah yang dijadikan lahan untuk kegiatan penambangan pasir besi di sepanjang pesisir selatan Pulau Jawa terutama dari wilayah Pacitan hingga Banyuwangi, Jawa Timur merupakan daerah yang telah ditetapkan sebagai daerah rawan bencana.
Menurut Agus, gundukan pasir besi yang terhampar di sepanjang pesisir selatan Jawa Timur itu sempat menyelamatkan warga dari gelombang tsunami yang menghantam wilayah tersebut sekitar tahun `1990-an.
"Sekitar tahun 90an, tsunami di Jember, benteng pertama itu ya gundukan pasir yang ada di pesisir, yang tinggi gundukannya sekira 3-4 meter," ucap Bagus.
Bagus sangat berharap pemerintah dapat melakukan pembenahan secara menyeluruh. Bagus beralasan, pemerintah tak cukup menghimbau warganya untuk selalu waspada dengan bencana, tapi juga harus mengurangi resiko bencana itu, salah satunya dengan mencabut izin tambang-tambang ilegal yang terus mengeruk pasir besi di kawasan tersebut.
"Enggak hanya cukup himbau kewaspadaan masyarakat, tapi pemerintah harus mengurangi resiko rawan bencana itu, caranya dengan mencabut izin yang ada di pesisir selatan dan tertibkan tambang-tambang liarnya," pungkas Bagus.(okezone.com)
nasional
3 Kepala Daerah Jual Beli Jabatan Setahun Terakhir, Terbaru Bupati Kuansing
Kasus dugaan jual beli jabatan kembali terjadi. Terbaru menyeret Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, Suhardiman Amby. Kini, dia ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KP
Desa Segati dan Bagan Limau Menerima Penghargaan Desa Bebas Api 2025-2026
PELALAWAN â€" Desa Segati dan Desa Bagan Limau menerima Penghargaan Program Desa Bebas Api (DBA) 2025â€"2026 dari Asian Agri atas keberhasilannya menjaga wilayah tetap bebas dari kebakaran hutan dan l
Festival Bakar Tongkang Rohil, Tradisi Mendunia yang Menggeliatkan Ekonomi Lokal
BAGANSIAPIAPI - Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Bagansiapiapi menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian budaya dengan turut serta mensponsori kegiatan Festival Bakar Tongkang 2026. D
Satres Narkoba Polres Inhil Ringkus Tersangka Narkoba di Kemuning dan Sita 5.707 Butir Ekstasi dan Sabu
TEMBILAHANâ€" Satuan Reserse Narkoba Polres Indragiri Hilir kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran narkotika. Seorang pria berinisial A.S.M. (38) berhasil diamankan dalam pengungk
Siapkan Ribuan Dosis, Dinas TPHP Bengkalis Kick Off Bulan Vaksinasi Rabies 2026
BENGKALIS â€" Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Kabupaten Bengkalis resmi memulai Bulan Vaksinasi Rabies 2026 dengan menggelar kick off di halaman Kantor Dinas TPHP, Jalan Perta