Sabtu, 04 Jul 2026
  • Home
  • Nasional
  • Polri Tangkap Pelaku Penghina Presiden Jokowi dan Istri di Medsos

Nasional

Polri Tangkap Pelaku Penghina Presiden Jokowi dan Istri di Medsos

Jumat, 23 Feb 2018 15:24

JAKARTA - Bareskrim Polri menangkap seorang Wiraswasta yang melakukan penghinaan terhadap terhadap Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) dan Istrinya Iriana Jokowi di Media Sosial. Pelaku ditangkap di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, Kamis 22 Februari 2018 kemarin.

Kabareskrim Mabes Polri Komjen Ari Dono Sukmanto menyebut bahwa pelaku dengan inisial MKN (57) itu ditangkap karena diduga melakukan pembuatan konten Suku, Agama, Ras dan Antar-Golongan (SARA), serta melakukan penghinaan terhadap Kepala Negara dan Ibu Negara tersebut.

"Berdasarkan data, Bareskrim Mabes Polri, baru saja mengungkapkan perkara ujaran kebencian atau penghinaan melalui media sosial oleh Tim Tindak Satgas Patroli Siber Bareskrim Polri dan Sat Reskrim Polres Tanjung Pinang," papar Ari dalam keterangan tertulisnya kepada awak media, Jakarta, Jumat (23/2/2018).

Jenderal polisi dengan pangkat bintang tiga itu meyayangkan maraknya kejahatan di dunia Siber. Apalagi, kata dia yang menjadi korban penghinaan adalah seorang wanita, dalam kasus ini Ibu Negara Iriana.

"Sebutan apa yang paling tepat bagi lelaki yang berani menghina seorang wanita yaitu Ibu Negara? Kalau lahir dari bukan ibu, sih, enggak apa-apa," tutur dia.

Dengan maraknya kejahatan di dunia maya, menurut Ari, para pelaku penggoreng isu hoax, ujaran kebencian dengan mengaitkan SARA adalah pengidap gangguan jiwa yang sebenarnya. Bukan itu saja, menurutnya, jenis gangguan jiwa ini juga menular.

"Apa namanya kalau bukan sakit jiwa karena sukanya menggoreng isu hoaks lalu gorengan itu dimakan. Kemudian yang memakannya jadi ikut-ikutan menyebar hoaks?" ujar Ari.

Ari melanjutkan, penggoreng isu hoax hingga ujaran kebencian itu jauh lebih berbahaya dari pada pengidap sakit jiwa yang kini oleh masyarakat justru dituduh sebagai pembuat onar.

"Ada kejadian luar biasa (KLB-red) saat ini yaitu terbaliknya logika masyarakat.Saat penggoreng, penyebar hoax hingga pelaku ujaran kebencian justru menjadi pahlawan. Sementara pengidap penyakit kejiwaan yang sebenarnya menjadi tertuduh bahkan dihakimi oleh massa. Indonesia darurat KLB akal sehat dan hati yang bersih," tutup Ari.

(okezone.com)

nasional
Berita Terkait
  • Sabtu, 04 Jul 2026 15:05

    Indonesia Perluas Pasar Global, Ekspor Perdana Tuna Loin Maluku Tembus Thailand

    Indonesia mencetak sejarah baru dalam perdagangan internasional dengan berhasil mengirimkan ekspor perdana tuna loin beku dari Maluku menuju Thailand. Pengiriman ini melibatkan 11 metrik ton tuna loin

  • Sabtu, 04 Jul 2026 14:36

    Israel Larang Azan Pakai Pengeras Suara

    Parlemen Israel, yang dikenal sebagai Knesset, menyetujui rancangan undang-undang (RUU) yang membatasi penggunaan pengeras suara untuk azan di masjid. Keputusan ini memicu reaksi keras dari pihak Pale

  • Sabtu, 04 Jul 2026 14:34

    Usai Pembakaran Pesawat AMA, Politisi PDIP Serukan Perdamaian Papua

    Jakarta - Ketua DPP PDIP Komarudin Watubun menyerukan kepada seluruh pihak untuk menghentikan segala bentuk kekerasan dan mengedepankan penyelesaian yang berlandaskan dialog, penegakan hukum yang adil

  • Sabtu, 04 Jul 2026 14:08

    IAIR Bagan Batu Resmikan Program Pascasarjana S2 Pendidikan Agama Islam

    BAGAN BATU â€" Institut Agama Islam Rokan (IAIR) Bagan Batu resmi meluncurkan Program Pascasarjana (S2) Pendidikan Agama Islam (PAI) yang dirangkaikan dengan Seminar Nasional di Ballroom Suzuya, Kecam

  • Sabtu, 04 Jul 2026 13:39

    Sore Nanti 12 Ribu ASN Pekanbaru Mengaji Bersama di Masjid Agung An-Nur

    PEKANBARU-Sebanyak 12 ribu Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru dijadwalkan mengikuti kegiatan mengaji massal di pelataran Masjid Agung An-Nur, Sabtu (4/7/2026)

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor