Kamis, 18 Jun 2026
  • Home
  • Nasional
  • Reputasi Negara Dipertaruhkan, Prabowo Ancam Awasi Ketat Mafia Manipulasi Saham

Berita

Reputasi Negara Dipertaruhkan, Prabowo Ancam Awasi Ketat Mafia Manipulasi Saham

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Kamis, 12 Feb 2026 11:32
(FotoGoriau.com)
JAKARTA â€" Kondisi Bursa Efek Indonesia (BEI) yang penuh anomali akhirnya memicu kemarahan besar Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah kini memberikan peringatan keras kepada otoritas bursa setelah reputasi investasi Indonesia di mata internasional terancam akibat praktik pasar yang dinilai kurang transparan.

Kegeraman Presiden ini dibongkar oleh Utusan Khusus Presiden bidang Energi dan Lingkungan, Hashim Djojohadikusumo. Menurutnya, gejolak pasar yang terjadi pekan lalu bukan sekadar urusan angka, melainkan menyangkut kehormatan negara yang dipertaruhkan di panggung global.

"Presiden Prabowo sangat marah atas kejadian pekan lalu, terutama karena kehormatan negara dipertaruhkan dan banyak investor yang mengalami kerugian," tegas Hashim di Gedung BEI, Rabu (11/2/2026).

Hashim mengungkap fakta mengejutkan bahwa lembaga riset internasional Morgan Stanley Capital International (MSCI) sampai mengirimkan empat surat bernada khawatir kepada pemerintah. Surat-surat tersebut menyoroti minimnya transparansi di pasar modal Indonesia yang dapat menghancurkan kepercayaan investor dunia.

Ketidakberesan pasar juga terendus dari rasio Price to Earnings (PE) sejumlah saham yang meroket hingga ribuan kali, sebuah anomali yang dianggap tidak masuk akal secara fundamental. Hashim memperingatkan para pelaku pasar dan otoritas untuk waspada terhadap "bendera merah" tersebut.

"Harapan saya, harapan Presiden Prabowo, dan harapan pemerintah adalah agar anda benar-benar waspada. Jika melihat anomali yang tidak masuk akal, itu merupakan tanda bahaya atau red flag," tambahnya.

Merespons tekanan dari Istana, Pjs Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, hanya bisa menjanjikan perbaikan cepat. Ia mengaku akan segera melaksanakan arahan presiden untuk memperketat pengawasan demi melindungi investor dari praktik-praktik kotor yang merugikan.

Pemerintah menegaskan tidak akan tinggal diam melihat kredibilitas negara dirusak oleh gejolak pasar yang tidak sehat. Pengawasan ketat kini menjadi harga mati bagi rezim Prabowo untuk memastikan lantai bursa kembali menjadi tempat yang adil dan kredibel bagi investor.(Grc)
Sumber: GoRiau.com

Berita
Berita Terkait
  • Rabu, 18 Mar 2026 16:35

    Inisial 4 Anggota Bais Terduga Penyiram Air Keras ke Aktivis KontraS

    JAKARTA - Komandan Puspom TNI Mayjen Yusri Nuryanto menjelaskan pihaknya telah menerima empat prajurit yang diduga terlibat dalam kasus penyiraman air keras ke Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.

  • Selasa, 17 Mar 2026 09:19

    Haji 2026 Berpotensi Ditunda Imbas Konflik Timur Tengah, MUI: Bangun Optimisme!

    JAKARTA - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa, Asrorun Ni’am Sholeh menyoroti langkah pemerintah yang berencana menunda pemberangkatan jamaah haji 2026 imbas konflik Israel-AS dengan Ir

  • Senin, 16 Mar 2026 14:32

    Rismon Membelot, Roy Suryo Cs Kembali Gugat MK soal UU ITE

    JAKARTA - Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau dr Tifa akan kembali mengajukan gugatan baru ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sejumlah pasal di KUHP dan Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik

  • Sabtu, 14 Mar 2026 10:39

    Peristiwa 14 Maret: Bung Hatta Wafat hingga Lahirnya Albert Einstein

    JAKARTA - Sejumlah peristiwa penting dan bersejarah tercatat terjadi pada 14 Maret di berbagai belahan dunia. Salah satunya adalah wafatnya Wakil Presiden pertama Indonesia, Mohammad Hatta atau Bung H

  • Sabtu, 14 Mar 2026 10:35

    Prabowo Larang Pejabat Gelar Open House Mewah saat Lebaran

    JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto meminta para pejabat pemerintah untuk tidak menggelar acara open house secara mewah pada perayaan Idul Fitri 2026. Imbauan tersebut disampaikan Presiden Prabowo dal

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.