Selasa, 05 Mei 2026
SEA Ministerial Meeting 2026 Hasilkan Deklarasi Bali, Perkuat Kolaborasi Olahraga Asia Tenggara
admin
Selasa, 05 Mei 2026 10:50
Jakarta - Pertemuan tingkat menteri bertajuk SEA Ministerial Meeting on Youth and Sports 2026 yang digelar di The Meru Hotel, Bali, menghasilkan kesepakatan penting pada hari kedua pelaksanaan, Senin (4/5). Forum ini menjadi momentum bagi negara-negara Asia Tenggara untuk memperkuat kolaborasi di sektor pemuda dan olahraga.
Indonesia sebagai penggagas pertemuan mengajak para pemimpin di bidang tersebut untuk menyadari peran strategis masing-masing dalam membangun sistem olahraga yang lebih kompetitif, menciptakan industri olahraga berkelanjutan, serta memperkuat ketahanan generasi muda menghadapi tantangan global.
Diskusi yang berlangsung selama dua hari sejak Minggu (3/5) itu diwarnai pemaparan dari Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir, Menteri Olahraga Filipina John Patrick Gregorio, serta Acting Minister Ministry of Culture, Community and Youth Singapura David Neo Chin Wee. Setelah sesi tersebut, para delegasi menyampaikan pandangan dan merumuskan kesepakatan bersama.
Seluruh delegasi akhirnya menyepakati lahirnya Deklarasi Bali. Dalam kesepakatan tersebut, para Menteri pemuda dan olahraga Asia Tenggara menegaskan bahwa olahraga memiliki peran penting dalam mendorong perdamaian, memperkuat persatuan kawasan, serta mendukung pembangunan berkelanjutan.
Selain itu, olahraga juga dinilai mampu meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat visibilitas Asia Tenggara di tingkat internasional. Para delegasi pun menyatakan komitmen untuk mempererat kerja sama dalam pengembangan olahraga sebagai sarana memperkuat solidaritas dan saling pengertian antarnegara.
Mereka juga menekankan pentingnya penguatan sistem olahraga berprestasi tinggi melalui peningkatan pembinaan atlet, pengembangan ilmu olahraga, hingga proses identifikasi bakat. Dalam konteks ini, ajang multi-olahraga seperti SEA Games dinilai tetap relevan sebagai bagian dari jalur pembinaan menuju kompetisi global.
Delegasi menyatakan niat bersama untuk memperkuat kerja sama dalam pengembangan olahraga sebagai sarana untuk mempromosikan solidaritas, saling pengertian, dan keterlibatan yang konstruktif di antara masyarakat setiap negara.
Seluruh negara peserta menyadari perlunya memperkuat sistem olahraga berprestasi tinggi dengan meningkatkan pengembangan atlet, pembinaan, ilmu olahraga, dan identifikasi bakat. Dalam konteks ini, kami mengakui nilai dari peningkatan relevansi acara multi-olahraga regional, termasuk SEA Games, dalam mendukung pengembangan atlet dan kemajuan menuju kompetisi internasional tingkat tinggi, dengan mempertimbangkan konteks nasional dan kerangka kerja yang ada.
Mereka sepakat untuk menegaskan kembali nilai partisipasi dalam olahraga sebagai landasan pengembangan bakat, kesehatan masyarakat, serta promosi toleransi, rasa hormat, inklusi sosial, perdamaian, dan integrasi melalui interaksi dan pemahaman yang lebih baik di antara masyarakat negara-negara Asia Tenggara.
Tidak lupa juga untuk menekankan pemberdayaan kaum muda dengan membangun kemitraan yang kokoh bersama para pemangku kepentingan utama yang relevan, guna memungkinkan kaum muda berkontribusi dalam mempromosikan perdamaian, toleransi, inklusivitas, tanggung jawab bersama, dan pembangunan berkelanjutan.
Serta mengakui pemuda sebagai penggerak utama ketahanan dan inovasi masa depan di Asia Tenggara. Kami menyatakan niat bersama untuk memberdayakan pemuda, termasuk pemuda yang rentan, melalui olahraga dan melalui kebijakan yang menumbuhkan pemikiran kritis serta keterlibatan yang bertanggung jawab di era digital �" sehingga memungkinkan pemuda menjadi agen kesejahteraan mereka sendiri dan berpartisipasi dalam dunia yang dinamis yang terus dibentuk ulang oleh teknologi baru dengan kekuatan karakter dan tujuan yang jelas.
Lahirnya Deklarasi Bali yang ditandatangani oleh seluruh Menteri terkait yang hadir menjadi pertanda bahwa pertemuan ini menjadi pondasi atas kesolidan kolaborasi di bidang pemuda dan olahraga antar negara Asia Tenggara, dan menjadi bukti kesuksesan sport diplomacy yang diupayakan Kementrian Pemuda dan Olahraga RI di bawah pimpinan Menpora Erick Thohir.
“Alhamdulillah pertemuan untuk menpererat kerja sama dan kolaborasi antara Kementrian Pemuda dan Olahraga se-Asia Tenggara ini telah membuahkan hasil. Semuanya telah sepakat dan menandatangani Deklarasi Bali pada hari ini. Deklarasi Bali ini lahir dari keinginan kita untuk terus mempererat persaudaraan dan memberikan kontribusi nyata untuk memajukan generasi muda kita yang nantinya kan menjadi pemimpin di masa depan, serta memajukan olahraga regional ini menuju prestasi yang lebih baik lagi. Deklarasi Bali ini adalah tahap baru dari langkah bersama kita negara-negara di Asia Tenggara, dan bagi Indonesia sebagai tuan rumah dan penggagas pertemuan, deklarasi ini adalah bukti nyata kesuksesan sport diplomacy yang terus kami jalankan dengan cara membuka ruang dialog yang konstruktif untuk tumbuh bersama sekaligus menguatkan persaudaraan dengan negara-negara sahabat kita,” tutup Menpora Erick.(liputan6).
Indonesia sebagai penggagas pertemuan mengajak para pemimpin di bidang tersebut untuk menyadari peran strategis masing-masing dalam membangun sistem olahraga yang lebih kompetitif, menciptakan industri olahraga berkelanjutan, serta memperkuat ketahanan generasi muda menghadapi tantangan global.
Diskusi yang berlangsung selama dua hari sejak Minggu (3/5) itu diwarnai pemaparan dari Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir, Menteri Olahraga Filipina John Patrick Gregorio, serta Acting Minister Ministry of Culture, Community and Youth Singapura David Neo Chin Wee. Setelah sesi tersebut, para delegasi menyampaikan pandangan dan merumuskan kesepakatan bersama.
Seluruh delegasi akhirnya menyepakati lahirnya Deklarasi Bali. Dalam kesepakatan tersebut, para Menteri pemuda dan olahraga Asia Tenggara menegaskan bahwa olahraga memiliki peran penting dalam mendorong perdamaian, memperkuat persatuan kawasan, serta mendukung pembangunan berkelanjutan.
Selain itu, olahraga juga dinilai mampu meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat visibilitas Asia Tenggara di tingkat internasional. Para delegasi pun menyatakan komitmen untuk mempererat kerja sama dalam pengembangan olahraga sebagai sarana memperkuat solidaritas dan saling pengertian antarnegara.
Mereka juga menekankan pentingnya penguatan sistem olahraga berprestasi tinggi melalui peningkatan pembinaan atlet, pengembangan ilmu olahraga, hingga proses identifikasi bakat. Dalam konteks ini, ajang multi-olahraga seperti SEA Games dinilai tetap relevan sebagai bagian dari jalur pembinaan menuju kompetisi global.
Delegasi menyatakan niat bersama untuk memperkuat kerja sama dalam pengembangan olahraga sebagai sarana untuk mempromosikan solidaritas, saling pengertian, dan keterlibatan yang konstruktif di antara masyarakat setiap negara.
Seluruh negara peserta menyadari perlunya memperkuat sistem olahraga berprestasi tinggi dengan meningkatkan pengembangan atlet, pembinaan, ilmu olahraga, dan identifikasi bakat. Dalam konteks ini, kami mengakui nilai dari peningkatan relevansi acara multi-olahraga regional, termasuk SEA Games, dalam mendukung pengembangan atlet dan kemajuan menuju kompetisi internasional tingkat tinggi, dengan mempertimbangkan konteks nasional dan kerangka kerja yang ada.
Mereka sepakat untuk menegaskan kembali nilai partisipasi dalam olahraga sebagai landasan pengembangan bakat, kesehatan masyarakat, serta promosi toleransi, rasa hormat, inklusi sosial, perdamaian, dan integrasi melalui interaksi dan pemahaman yang lebih baik di antara masyarakat negara-negara Asia Tenggara.
Tidak lupa juga untuk menekankan pemberdayaan kaum muda dengan membangun kemitraan yang kokoh bersama para pemangku kepentingan utama yang relevan, guna memungkinkan kaum muda berkontribusi dalam mempromosikan perdamaian, toleransi, inklusivitas, tanggung jawab bersama, dan pembangunan berkelanjutan.
Serta mengakui pemuda sebagai penggerak utama ketahanan dan inovasi masa depan di Asia Tenggara. Kami menyatakan niat bersama untuk memberdayakan pemuda, termasuk pemuda yang rentan, melalui olahraga dan melalui kebijakan yang menumbuhkan pemikiran kritis serta keterlibatan yang bertanggung jawab di era digital �" sehingga memungkinkan pemuda menjadi agen kesejahteraan mereka sendiri dan berpartisipasi dalam dunia yang dinamis yang terus dibentuk ulang oleh teknologi baru dengan kekuatan karakter dan tujuan yang jelas.
Lahirnya Deklarasi Bali yang ditandatangani oleh seluruh Menteri terkait yang hadir menjadi pertanda bahwa pertemuan ini menjadi pondasi atas kesolidan kolaborasi di bidang pemuda dan olahraga antar negara Asia Tenggara, dan menjadi bukti kesuksesan sport diplomacy yang diupayakan Kementrian Pemuda dan Olahraga RI di bawah pimpinan Menpora Erick Thohir.
“Alhamdulillah pertemuan untuk menpererat kerja sama dan kolaborasi antara Kementrian Pemuda dan Olahraga se-Asia Tenggara ini telah membuahkan hasil. Semuanya telah sepakat dan menandatangani Deklarasi Bali pada hari ini. Deklarasi Bali ini lahir dari keinginan kita untuk terus mempererat persaudaraan dan memberikan kontribusi nyata untuk memajukan generasi muda kita yang nantinya kan menjadi pemimpin di masa depan, serta memajukan olahraga regional ini menuju prestasi yang lebih baik lagi. Deklarasi Bali ini adalah tahap baru dari langkah bersama kita negara-negara di Asia Tenggara, dan bagi Indonesia sebagai tuan rumah dan penggagas pertemuan, deklarasi ini adalah bukti nyata kesuksesan sport diplomacy yang terus kami jalankan dengan cara membuka ruang dialog yang konstruktif untuk tumbuh bersama sekaligus menguatkan persaudaraan dengan negara-negara sahabat kita,” tutup Menpora Erick.(liputan6).
Sumber: https://www.liputan6.com/news/read/6328649/sea-ministerial-meeting-2026-hasilkan-deklarasi-bali-perkuat-kolaborasi-olahraga-asia-tenggara
komentar Pembaca