Sabtu, 16 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • SPP Karawang Kritik Wacana Jokowi Mau Gaji Pengangguran

Nasional

SPP Karawang Kritik Wacana Jokowi Mau Gaji Pengangguran

Sabtu, 09 Mar 2019 16:26
Detik.com
Ilustrasi pencari kerja
KARAWANG - Kelompok pengangguran di Kabupaten Karawang, Jawa Barat mengkritik wacana Jokowi menggaji pengangguran. Mereka khawatir pengangguran akan terlena diberi honor atau insentif saat belum dapat pekerjaan.

"Kalau pengangguran usia produktif digaji kami khawatir jadi tidak mendidik, bikin orang malas. Nanti malah berfikir mending nganggur," kata Aji Saepudin Ketua Umum Solidaritas Pengangguran Pribumi Karawang (SPPK) saat ditemui detikcom di Stadion Singaperbangsa, Sabtu (9/3/2019).

Aji juga khawatir wacana itu malah meningkatkan jumlah pengangguran. Sebab, kata dia para pengangguran terjebak dalam zona nyaman. Namun, Aji mendukung jika fresh graduate yang belum dapat kerja diberi pelatihan untuk meningkatkan skill.

"Kalau digaji, pengangguran dikhawatirkan makin banyak. Kalau diberi bantuan modal usaha, pengangguran akan berkurang, malah melahirkan wirausahawan baru," tutur dia.

Sebelumnya, Capres Petahana Joko Widodo mengatakan, bakal membuat tiga kartu sakti kalau terpilih lagi memimpin Indonesia. Salah satunya adalah Kartu Pra-Kerja. Melalui program Kartu Pra-Kerja, pemerintah akan memberikan gaji kepada lulusan SMK dan setingkatnya yang belum memiliki pekerjaan.

Sambil dilatih untuk meningkatkan skill. para pengangguran ini akan diberi insentif atau honor. Melalui pelatihan, masalah skill dari pengangguran bisa teratasi.

Aji berharap program tersebut bisa mengatasi masalah pengangguran. Namun, kata Aji, tingginya tingkat pengangguran di Karawang disebabkan oleh sistem kerja kontrak dan rekrutmen tenaga kerja yang tidak adil.

Ia mencontohkan, fresh graduate SMK yang berumur 17an mudah diterima bekerja, tetapi saat kontrak mereka habis di umur 23 atau 24, mereka akan kesulitan mendapat pekerjaan.

"Sebab jika umur sudah menginjak 23 atau 24. Sangat sulit diterima bekerja di pabrik. Kemungkinan diterima sangat tipis. Apalagi yang lulusan SMK. Mereka adalah korban sistem kerja kontrak," kata Aji yang pernah bekerja sebagai operator pabrik di Karawang.

Alhasil sejak 2015, Aji menghimpun para korban sistem kerja kontrak dalam organisasi SPPK. Dalam organisasi itu, Aji menanamkan nilai - nilai kemandirian kepada 500an anggotanya. Selain berisi pengangguran, kata Aji, anggota SPPK juga dihuni pengusaha cuci steam motor, pedagang kebab dan mie Korea.

"Mereka mantan buruh korban sistem kerja kontrak. Tapi berhasil keluar dari tekanan hidup," tutur Aji. Tak jarang anggota SPPK yang telah sukses membimbing anggota lain yang masih nganggur, dengan membuka lapangan pekerjaan.

"Makanya kita fokus beri wawasan wirausaha. Jika ada anggota SPPK yang diterima kerja, kita sarankan menabung untuk modal jika sewaktu - waktu ditendang dari pabrik," Aji menambahkan.


Sumber: detik.com
nasional
Berita Terkait
  • Sabtu, 16 Mei 2026 16:23

    Awal Mula Oknum TNI Diduga Tembak Rekannya di Kafe Palembang, Dipicu Senggolan saat Joget.

    Peristiwa penembakan antar sesama anggota TNI terjadi di sebuah kafe dan tempat hiburan malam di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (16/5/2026) dini hari.Insiden tersebut mengakibatkan seorang pr

  • Sabtu, 16 Mei 2026 15:03

    Viral Ibu-Ibu Ricuh Bawa Sound System di Konser Afgan, Netizen Sebut Pernah Berulah Sebelumnya

    JAKARTA-Jagat maya tengah diramaikan dengan video viral yang memperlihatkan ibu-ibu membuat kericuhan saat gelaran konser Afgan di mal Grand Indonesia. Video tersebut viral setelah diunggah oleh akun

  • Sabtu, 16 Mei 2026 14:51

    Banjir Bandang Terjang 2 Kecamatan di Semarang, 2 Orang Tewas

    SEMARANG, iNews.id â€" Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat (15/5/2026) malam mengakibatkan banjir bandang di dua kecamatan. Bencana ini memakan korb

  • Sabtu, 16 Mei 2026 14:36

    Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih, Targetkan 20 Ribu Unit Berdiri pada Agustus 2026.

    JAKARTA-Presiden RI Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Tidak tanggung-ta

  • Sabtu, 16 Mei 2026 14:25

    Tabrakan Beruntun di Bahu Jalan Tol JORR Cakung, Dua Orang Meninggal Dunia

    JAKARTA - Peristiwa kecelakaan terjadi melibatkan tiga kendaraan di Ruas Jalan Tol JORR KM 56 A Cakung arah Rorotan, Jakarta Timur, Jumat (15/5/2026).Ketika kendaraan yang terlibat laka lantas yakni t

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.