Nasional
Seleksi Makalah BPK, Upaya Komisi XI Akomodir Kepentingan Tertentu
Laporan : Bambang Subagio
Selasa, 16 Jul 2019 09:45
Desakan tersebut disampaikan oleh Komisi Pemantau dan Pemberdayaan Parlemen Indonesia (KP3-I) Renhad Pasaribu usai mengadu ke MKD atas dugaan pelanggaran yang dilakukan Komisi XI dalam seleksi angota BPK periode 2019-2024 di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (15/7/2019).
"Minta membatalkan penetapan 32 nama calon anggota BPK RI yang dinyatakan lulus verifikasi administrasi dengan menitikberatkan pada penilaian makalah, " kata Ketua Bidang Hukum KP3-I, Renhad Pasaribu, didampingi Direktur Eksekutif KP3-I Tomu A. Pasaribu.
Renhad menilai dipaksakannya penilaian terhadap makalah bagi calon anggota BPK sebagai syarat meskipun tak ada dalam aturan dan peraturan kata Renhad, membuktikan proses seleksi calon anggota BPK RI ada oknum Komisi XI yang berkepentingan untuk memuluskan calonnya.
"Sebab siapa yang menilai makalah, apa kriteria dan bagaimana format makalah yang akan dinilai tidak dipublish Komisi XI. Sepertinya ada oknum dan kelompok di Komisi XI yang lebih mengedepankan kepentingan pribadi dan kelompok daripada kepentingan bangsa secara luas, " kata Renhad.
Renhad Pasaribu mengungkapkan hingga ditutupnya masa pendaftaran calon Anggota BPK RI, tercatat ada 64 nama calon yang telah mendaftar pada Sekretariat Komisi XI DPR. Namun rapat intern Komisi XI pada 4 Juli 2019, setelah verifikasi administrasi kelengkapan berkas dari 62 calon Anggota BPR RI, memutuskan dan menetapkan 32 calon dinyatakan lulus verifikasi administrasi dengan menitikberatkan penilain makalah.
Renhad berpendapat sesuai syarat yang dipublish Komisi XI DPR, bahwa seleksi calon Anggota BPK RI 2019-2024 memuat ketentuan setiap calon dilakukan penilaian makalah. Namun bentuk format makalah tidak diatur oleh Komisi XI. Sementara itu dalam UU Nomor 15 Tahun 2006 tentang BPK Pasal 13-14, Tatib DPR Pasal 207, Pasal 208 dan Pasal 198 ayat (2) telah mengatur secara spesifik tentang tata cara pelaksanaan seleksi. Tapi tak satu pun pasal yang mengatur ketentuan tentang makalah.
"Komisi XI lebih mengakomodir kepentingan oknum maupun kepentingan kelompok daripada kepentingan bangsa yang lebih luas, " ujar Renhad.
Adapun ke-32 nama calon Anggota yang lulus verifikasi dan makalah masih didominasi politisi seperti Daniel Lumban Tobing (PDIP), Akhmad Muqowam (PPP), Tjatur Sapto Edy (PAN), Ahmadi Noor Supit, Ruslan Abdul Gani (Golkar), Pius Lustrilanang, Wilgo Zainar (Gerindra), dan Nurhayati Ali Assegaf (Demokrat). Sedangkan calon petahana yang juga lolos berasal dari politisi yakni Harry Azhar Azis dan Achsanul Qasasi.
Sementara, beberapa diantaranya yang lolos merupakan sederet mantan, seperti mantan Direktur Utama BEI Tito Sulistio, mantan Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan mantan Ketua KPPU Muhammad Syarkawi Rauf.(bsg) nasional
Purbaya Tegaskan Skema Pajak DSI Berlaku Normal
JAKARTA - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa memastikan skema pajak PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) akan berlaku normal seperti biasa. Menurutnya, tidak ada perubahan ketentuan perpajakan
Danantara Ajak Diskusi Pengusaha Tentukan Acuan Harga Komoditas yang Dibeli PT DSI
JAKARTA - Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria menyatakan, pihaknya akan melakukan diskusi terlebih dahulu dengan para pelaku usaha untuk menentukan patokan harga komoditas yang akan d
Dolar Terus Menanjak Ini Saran Ekonom Riau untuk Masyarakat
PEKANBARU - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika semakin menanjak, nyaris mendekati Rp18 ribu. Masyarakat diminta tetap tenang, tak perlu gegabah apalagi panik.Demikian dikatakan Ekonom Riau Dahl
Terbongkarnya Perselingkuhan Istri dengan Sahabat Sendiri: Idham Melakukan Hal Nekad
Idham Dermawan (35), warga Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, diduga nekat mengakhiri nyawa rekannya sendiri, Agmi (35).Idham meradang setelah mengetahui adanya hubungan terlarang antara korban
Hasil Lawatan ke Prancis, Prabowo Bawa Pulang Capaian Kerja Sama Rp 61,25 T .
Jakarta - Presiden Prabowo Subianto tiba di Tanah Air setelah kunjungan kenegaraan ke Prancis. Prabowo membawa pulang capaian kerja sama bernilai Rp 61,25 triliun.Dikutip dari keterangan Badan Komunik