Sidang 11 Jam, MKD Malah Debat Kusir dan Diskors
Jumat, 04 Des 2015 08:29
Awalnya terjadi perbedaan pandangan tentang permintaan ke Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin, soal penyerahan rekaman original dari handphone yang digunakannya untuk merekam ke Kejaksaan Agung.
Hal ini kemudian dipermasalahkan oleh Anggota MKD dari Partai NasDem Akbar Faisal, yang mendesak Maroef memberi kepastian penyerahan. Dia khawatir, masalah orisinalitas itu kembali diperdebatkan dalam sidang etik tersebut.
"Kalau tidak ada kepastian akan pengaruhi nanti dan berpanjang sidang lagi," kata Akbar dengan suara yang meninggi di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (4/12/2015).
Perdebatan kemudian terjadi antara Akbar dengan Junimart, yang mengusulkan agar pembicaraan soal penyerahan rekaman orisinil itu diputuskan dalam rapat internal dini hari ini, setelah sidang diskors dan Maroef diijinkan pulang terlebih dahulu. Namun Akbar belum bisa terima dan langsung bertanya ke Maroef.
"Karena itu di Kejagung, kalau kita memita tak bisa dan harus saksi, maka kapan bisa hadirkan ke sini. Apakah bisa besok atau lusa?," tanya Akbar.
Junimart yang merasa jabatannya sebagai Pimpinan dilampui melancarkan protes, "Melalui pimpinan," sergah Junimart.
"Saya majelis juga," sambut Akbar.
"Minta keterangan saksi sudah selesai, kalau tanya lewat pimpinan," ucap Junimart lagi.
Politikus PDIP itu kemudian mengambil haknya sebagai pimpinan sidang dan bertanya ke Maroef. "Apakah saudara saksi bisa hadirkan barang otentik dalam waktu tidak terlalu lama?," tanyanya.
"Bisa-bisa saja, namun tidak ada kepastian waktu (karena berada di Kejagung)," jawab Maroef.
Lalu, anggota MKD dari Gerindra Supratman meminta Akbar tak memaksa saksi soal penyerahan rekaman. "Meminta sesuatu ke saksi tidak ada relevansi, yang menilai itu kita. Soal menyerahkan itu kenapa dipaksa, kan ada jadwal juga sidang, tidak relevan apa disampaikan Akbar, jawaban saksi jelas tak bisa menentukan kapan," sebut Supratman.
Memotong perdebatan seputar isu yang sama, Junimart dengan cepat memutuskan untuk menskors sidang dan dilanjutkan ke rapat internal. Maroef kemudian diperbolehkan meninggalkan ruangan.
"Sidang diskors untuk rapat internal," sebut Junimart yang kemudian mengetok palu.
Hingga pukul 00.34 WIB, rapat internal masih berlangsung dan sidang sudah berlangsung hampir 12 jam.
Pramono Bocorkan Desain Jembatan Gembok Cinta di Rasuna Said
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa kawasan Jalan HR Rasuna Said akan dilengkapi dengan tiga hingga empat jembatan yang dikenal sebagai "Gembok Cinta". Jembatan-jembatan ini akan
Direktur Baru PTPN I Siapkan Lima Pilar Transformasi Perusahaan Menuju Agribisnis Modern
Abdul Rivai Ras, Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I yang baru, telah mengumumkan inisiatif besar untuk memodernisasi perusahaan. Ia menyiapkan lima pilar transformasi strategis demi mempe
Pengembangan Kelapa Genjah di Pesisir Penajam Paser Utara Dorong Ekonomi dan Ketahanan Pangan
Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengambil langkah strategis dengan mengembangkan kelapa genjah di wilayah pesisir. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat se
Ginda Burnama Minta Jangkauan Bus Listrik Pekanbaru Sampai ke Tiga Kabupaten
PEKANBARU â€" Rencana Pemerintah Kota Pekanbaru mengoperasikan bus listrik mendapat perhatian dari Anggota DPRD Riau Daerah Pemilihan Pekanbaru, Ginda Burnama. Ia mengingatkan agar seluruh perencanaan
Indonesia Perluas Pasar Global, Ekspor Perdana Tuna Loin Maluku Tembus Thailand
Indonesia mencetak sejarah baru dalam perdagangan internasional dengan berhasil mengirimkan ekspor perdana tuna loin beku dari Maluku menuju Thailand. Pengiriman ini melibatkan 11 metrik ton tuna loin