Nasional
Soal Otak Jahat Intel, TKN: Prabowo Tak Simpati ke Aparat Korban Teroris
Senin, 04 Mar 2019 15:13
"Kembali Prabowo merendahkan kemampuan intelijen kita dalam mendeteksi aksi terorisme," kata juru bicara TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, Ace Hasan Syadzily kepada wartawan, Senin (04032019).
Ace pun menilai Prabowo tak memiliki simpati kepada aparat, termasuk intelijen. Padahal banyak dari aparat yang juga pernah jadi korban dari kekejian aksi terorisme.
Ace lalu membanggakan soal tegasnya pemerintahan Jokowi kepada para pelaku teror. Ia menyebut Jokowi juga unggul dalam pendekatan deradikalisasi.
"Presiden Jokowi dalam 4 tahun ini bersikap tegas terhadap aksi terorisme. Memburu dan menumpas sampai akar-akarnya. Selain pendekatan penegakan hukum yang keras, pak Jokowi juga menggunakan pendekatan soft melalui pendekatan keagamaan, ideologi dan sosial ekonomi. Termasuk program deradikalisasi oleh BNPT," ucap Ace.
"Ancaman terorisme di Indonesia adalah nyata dan seringkali berlindung di balik kebebasan dan demokrasi. Rakyat perlu bertanya sejauh mana komitmen Prabowo terhadap upaya melawan radikalisme dan terorisme," sambung politikus Golkar itu.
Ace meminta kepada Prabowo untuk tidak merendahkan profesionalitas intelijen Indonesia dalam menjalankan tugas-tugasnya melakukan deteksi dini dalam tindakan terorisme. Wakil Ketua Komisi VIII DPR ini meyakini intelijen tak akan mempertaruhkan tanggung jawabnya hanya untuk politik.
"Terlalu mahal pertaruhannya jika terorisme itu dipergunakan sebagai alat politik, apalagi jika gerakannya menggunakan sentimen agama. Apalagi kita sudah memiliki UU Intelijen Negara yang mengatur tentang kinerja intelijen yang diawasi oleh otoritas politik di Komisi I DPR RI yang bertugas untuk itu," sebut Ace.
"Karena di dunia ini banyak otak-otak kejam, otak-otak jahat banyak yang berkumpul di dunia intelijen. Jadi umpamanya, ada aksi teror, ledakan, ledakan bom. Langsung sudah dicap yang melalukan adalah umat Islam. Padahal belum tentu, bisa umat Islam, bisa juga bukan umat Islam," urai Prabowo.
Menurut Prabowo, ada yang menggunakan strategi untuk memecah belah suatu kesatuan. Dia mengambil contoh soal bom. "Untuk mengadu domba, kadang di suatu negara ada Islam Sunni, Islam Syiah. Nanti ada pihak ketiga, dia bom Masjid Sunni dan bom Masjid Syiah. Itu klasik, namanya pelajaran itu adalah divide et impera, divide and rule, pecah belah," sambungnya.
Polri Pastikan Tak Pernah Bawa Agama dalam Penanganan Teroris
Polri sudah angkat bicara terkait pernyataan Prabowo itu. Polri menegaskan tak pernah menyebut-nyebut agama dalam penanganan berbagai kasus terorisme. Terorisme dan agama disebut tak ada kaitannya.
"Sudah sering disampaikan dalam berbagai case. Dan Polri tidak pernah menyebut-nyebut agama. Karena terorisme tidak ada kaitannya dengan agama," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo kepada detikcom, Minggu (3/3).
Dedi menegaskan kasus terorisme yang ditangani Polri itu terkait dengan ideologi yang dikembangkan oleh kelompok tertntu secara radikal. Dia juga menyatakan Polri selalu menangani kasus secara profesional dan berdasarkan pada fakta hukum.
Sedang Asyik Nyabu, Dua Warga Sintong Diamankan Tim Gabungan Intel Korem dan Kodim 0321/Rohil
ROHIL-Dua terduga penyalahgunaan Narkotika jenis sabu-sabu tak berkutik saat diamankan tim gabungan Intel Korem 031/WB bersama Unit Intel Kodim 0321/Rohil yang dipimpin Letda Inf Nurahmad.Penangkapan
Prabowo Bangga Beras dan Pupuk RI Laris Manis Dibeli Negara Lain.
Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengatakan banyak negara di dunia saat ini kesulitan hingga panik karena gejolak perang di Timur Tengah. Prabowo mengatakan negara-negara lain bahkan membeli beras
Sopir Ngantuk, Truk Muat Batu Bata Kecelakaan Tunggal di MT Haryono.
Jakarta - Sebuah truk muatan mengalami kecelakaan tunggal di ruas Jalan MT Haryono, Jakarta Timur atau Layang Cawang Kompor, pagi tadi. Truk tersebut menuju ke arah Halim Perdana Kusuma."05.44 Sebuah
Penjelasan Polisi Tambang Emas Ilegal di Sijunjung Sumbar Longsor Akibatkan 9 Orang Tewas, Akui Dilema
Sebanyak sembilan penambang yang diduga melakukan aktivitas penambangan emas ilegal meninggal dunia setelah tertimbun longsor di Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung, Sumatra Barat, Kamis (14/5) se
Prabowo Bakal Resmikan Museum dan Rumah Singgah Marsinah di Nganjuk, Sabtu 16 Mei 2026
Jakarta-Presiden Prabowo Subianto akan menghadiri peresmian Museum dan Rumah Singgah Marsinah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Peresmian ini rencananya digelar pada