Sabtu, 04 Jul 2026

Sudirman Said Sengaja Bikin Negara Tak Stabil

Sabtu, 14 Nov 2015 10:59
Antara
Menteri ESDM Sudirman Said
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said menyebut ada politisi Senayan, yang ingin menjual nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (Jokowi-JK) dalam perpanjangan kontrak karya PT Freeport Indonesia.

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) TB Hasanuddin mengatakan, mantan aktivis anti korupsi tersebut memang tak punya niat baik membersihkan negara ini dari penyelewengan.

"Dia lebih suka menggoreng cerita untuk mengadu publik dengan politikus, tujuannya agar negara tak stabil akibat kegaduhan yang berlarut larut," ujar Hasanuddin dalam keterangan tertulis yang diterima Okezone, Jakarta (14/11/2015).

Anggota Komisi I DPR menambahkan, sejak awal Sudirman mengaku bahwa ada politikus yang berkuasa yang mencatut nama presiden dan wakil presiden dengan meminta jatah saham di Freeport, setelah dipanggil presiden dia baru mengatakan bahwa pelakunya anggota DPR.

"Tapi dia pun masih menggorengnya dengan tetap tidak menyebut namanya. Bahkan dia mengatakan kan berkonsultasi dulu dengan Mahkamah Kehormatan Dewan," katanya.

Karenanya, dia menilai aneh, mengapa Sudirman mesti berkoordinasi dahulu, kata dia, lebih praktisnya sebutkan namanya dan laporkan langsung ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR atas pelanggaran etikanya, dan setelah itu lapor ke polisi atas tindak pidana penipuannya .

"Sangat disesalkan, seorang menteri malah membuat suasana menjadi gaduh, jauh dari sikap kenegarawanan," pungkasnya.

Sebelumnya, Sudirman Said menyebut ada tokoh politik yang sangat berkuasa mencoba menjual nama Jokowi-JK kepada Freeport. Pencatutan nama itu dilakukan agar kontrak Freeport bisa segera diberikan.

Namun, Sudirman enggan menyebut siapa politisi yang coba menjual nama dua pimpinan tertinggi republik itu. Hanya, Sudirman mengatakan bahwa orang itu cukup terkenal.

JK tutur dia, tahu persis siapa orang yang coba menyeret-nyeret nama dua petinggi republik tersebut.

(okezone.com)
nasional
Berita Terkait
  • Jumat, 03 Jul 2026 16:35

    Ekspor Minyak Arab Saudi Meroket Setelah Selat Hormuz Dibuka

    Sejak Amerika Serikat (AS) dan Iran menyetujui perjanjian untuk membuka kembali jalur laut Selat Hormuz bulan lalu, Arab Saudi telah meningkatkan pengiriman minyaknya. Menurut laporan dari CNBC pada J

  • Jumat, 03 Jul 2026 16:08

    BC Bengkalis Gagalkan Penyelundupan 652 iPhone Bekas Ilegal dari Malaysia

    BENGKALIS â€" Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Bengkalis berhasil menggagalkan upaya masuknya 652 unit handphone bekas merek iPhone ilegal melalui Pelabuhan Pe

  • Jumat, 03 Jul 2026 16:06

    Polisi Ungkap Kasus Narkotika 500 Gram di Pangkalan Kuras Pelalawan

    PELALAWAN â€" Tim Opsnal Satuan Reserse Narkoba Polres Pelalawan mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu di Dusun II Seimedang, Desa Kesuma, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Rab

  • Jumat, 03 Jul 2026 16:04

    65 Personel Polres Rokan Hilir Naik Pangkat, Kapolres: Jadikan Amanah untuk Tingkatkan Kinerja dan Pelayanan

    TANAHPUTIH-Sebanyak 65 personel Polres Rokan Hilir menerima kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi dalam Upacara Laporan Kenaikan Pangkat Personel Polres Rokan Hilir Periode 1 Juli 2026. Upacara berl

  • Jumat, 03 Jul 2026 15:34

    Taspen dan Kemenag RI Integrasikan Data Pernikahan untuk Permudah Layanan ASN

    PT TASPEN (Persero) menjalin kerja sama dengan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor