Nasional
TKN Bela Jokowi soal Utang yang Bertambah: PKS Lupa Konteks
Jumat, 19 Jul 2019 09:32
"Saya pikir Pak Refrizal lupa untuk bicara konteks. Jadi kalau ngomongnya nominal saja, maka akan kelihatan besar," ujar anggota TKN Jokowi-Ma'ruf, Eva Kusuma Sundari kepada wartawan, Jumat (19/7/2019).
"Oleh karena itu apa yang diomongkan pemerintah bahwa secara esensial kalau diitung denominatornya adalah GDP kita, GDP kita kan juga berlipat-lipat. Jadi kalau Bu Menteri Keuangan menyatakan aman bahkan menurun dibandingkan GDP itu realitasnya seperti itu memang. Jadi justru utang kita membaik jika dibandingkan dengan pertumbuhan GDP kita. Banyak negara yang jauh lebih besar dari utang dibandingkan GDPnya. Misalnya China, China kan angka terakhir ternyata utangnya 300% kali GDP mereka," tutur anggota DPR Komisi XI itu.
"Sementara kita ada UU Keuangan Negara yang sudah membatasi agar aman dan itu yang ditaati oleh Menkeu yaitu 2,9 kalau nggak salah dan dibatasi 3 persen defisit kita. Dan sementara dibanding GDP kita selalu kurang dari 60 persen. Sementara negara-negara lain bisa sampai 200 persen, Jepang 200 persen, Amerika sampai pernah 300 persen dan China sekarang juga 300 persen.Tapi negara-negara tersebut karena fundamentalnya bagus ya tidak dinyatakan dalam kerawanan," sambung Eva.
Karena itu, Eva menilai utang pemerintah masih dalam taraf aman. Apalagi, menurut dia, utang yang dimiliki tidak melenceng dari batasan yang ditetapkan UU Keuangan.
"Jadi menurutku Pak Refrizal lupa untuk mengkontekskan jadi hanya dilihat angka nominalnya tetapi tidak dibandingkan dengan GDP, dan ini sesuai dengan UU, karena dalam UU Keuangan dinyatakan pembandingnya adalah GDP dan kita selalu di bawah yang diperbolehkan atau dibatasi UU. Jadi menurutku anak cucu kita walaupun secara nominal uangnya besar tapi perekonomian juga menguat, artinya kemampuan kita untuk mengembalikan juga besar," papar Politikus PDIP itu.
"Dan jangan lupa utang tersebut juga dinikmati oleh anak cucu juga berupa misalkan infrastruktur, ini kan memampukan mereka untuk berkembang di kemudian hari dan hal ini mendapatkan apresiasi dari internasional, sehingga capital inflow kan membaik luar biasa, jadi orang tidak melihat utangnya tapi kapasitas kita membayar itu. Ternyata aman karena capital inflow kita naik terus. Jadi menurutku nggak usah khawatir nggak usah pesimis," lanjutnya.
Dolar Terus Menanjak Ini Saran Ekonom Riau untuk Masyarakat
PEKANBARU - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika semakin menanjak, nyaris mendekati Rp18 ribu. Masyarakat diminta tetap tenang, tak perlu gegabah apalagi panik.Demikian dikatakan Ekonom Riau Dahl
Terbongkarnya Perselingkuhan Istri dengan Sahabat Sendiri: Idham Melakukan Hal Nekad
Idham Dermawan (35), warga Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, diduga nekat mengakhiri nyawa rekannya sendiri, Agmi (35).Idham meradang setelah mengetahui adanya hubungan terlarang antara korban
Hasil Lawatan ke Prancis, Prabowo Bawa Pulang Capaian Kerja Sama Rp 61,25 T .
Jakarta - Presiden Prabowo Subianto tiba di Tanah Air setelah kunjungan kenegaraan ke Prancis. Prabowo membawa pulang capaian kerja sama bernilai Rp 61,25 triliun.Dikutip dari keterangan Badan Komunik
Babak Baru Kasus Dugaan Penipuan Calon Jemaah Umrah, Bos Hanania Travel Ditahan Usai Ditetapkan Sebagai Tersangka
Polda Metro Jaya menahan Direktur Utama PT Khazanah Tamma Internasional atau Hanania Group berinisial ASF setelah ditetapkan sebagai tersangka. Polda Metro Jaya sebelumnya menerima dua laporan terkait
Sindikat Penipuan Bermodus Batu Merah Delima Perdaya ASN Siak Ratusan Juta
SIAK- Seorang aparatur sipil negara di Kabupaten Siak bernama Zainuddin alias Atan (54) menjadi korban sindikat penipuan bermodus jual beli batu merah delima bertuah. Warga Kecamatan Mempura tersebut