Minggu, 05 Jul 2026
  • Home
  • Nasional
  • Upah Emas hingga Pengkhianatan, Perjanjian Gelap Ken Arok dan Mpu Gandring

Nasional,

Upah Emas hingga Pengkhianatan, Perjanjian Gelap Ken Arok dan Mpu Gandring

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Sabtu, 02 Agu 2025 10:49
okezone.com
KEN AROK, penguasa Tumapel sebelum melakukan pemberontakan, konon memberikan upah besar kepada Mpu Gandring, seorang empu keris ternama saat itu. Upah berupa ribuan keping emas diberikan demi memenuhi hasrat Ken Arok memiliki senjata sakti untuk menghabisi nyawa Tunggul Ametung.

Ken Arok mendatangi Mpu Gandring di kediamannya dan langsung menyerahkan kepingan emas. Ia meminta dibuatkan berbagai senjata, bukan hanya keris sakti mandraguna, tetapi juga tombak dan pedang.

Konon, Ken Arok memesan 3.000 buah tombak untuk persenjataan pasukannya. Mpu Gandring sempat terkejut dan tidak langsung menyanggupi pesanan tersebut. Apalagi, menurutnya, pesanan sebesar itu hanya layak datang dari penguasa Tumapel, yaitu Tunggul Ametung.

Namun Ken Arok bersikeras. Ia yakin Mpu Gandring bisa memenuhi permintaannya. Sayangnya, saat itu Mpu Gandring kekurangan bahan baku besi karena pasokan dari Sofala dan Wulunggu tersendat.

Menanggapi itu, Ken Arok menyanggupi akan menyuplai besi untuk pembuatan senjata, yang penting pesanan tetap dikerjakan. Tapi Mpu Gandring masih ragu dan belum percaya pada ucapan Ken Arok.

Ken Arok pun berseloroh dengan nada mengancam: jangankan membeli senjata, ia bahkan sanggup membeli nyawa Mpu Gandring. Ia lalu menunjukkan 300 keping emas sebagai uang muka (DP).

Ancaman berlanjut. Ken Arok bersama rekannya, Tanca, mengintimidasi Mpu Gandring dengan ancaman terhadap anak dan istrinya jika tidak memenuhi permintaan tersebut.

Akhirnya, Mpu Gandring menerima permintaan tersebut, namun meminta waktu setahun untuk menyelesaikannya. Permintaan itu ditolak oleh Ken Arok. Ia meminta waktu hanya enam bulan, dan rela membayar lebih mahal demi percepatan.

Ken Arok lalu memberikan tambahan 700 keping emas, menjadikan total pembayaran menjadi 1.000 keping emas, serta menjanjikan bonus jika senjata selesai tepat waktu. Ia juga memperingatkan Mpu Gandring bahwa anak buahnya akan mengawasi pengerjaan tersebut.

Setelah enam bulan berlalu, Ken Arok bersama Tanca kembali mendatangi rumah Mpu Gandring untuk menagih pesanannya. Namun Mpu Gandring menyambut dengan sikap acuh. Ia bahkan mengaku tidak pernah menerima emas ataupun besi dari Ken Arok.

Ken Arok lalu meminta Mpu Gandring menunjukkan tempat penyimpanan senjata, tetapi sang empu menjawab bahwa semua pesanan akan dikirim langsung ke para pemesan, termasuk kepada akuwu Tumapel.

Masih tidak percaya bahwa yang dihadapinya adalah perwira Tumapel, Mpu Gandring terus bersilat lidah. Ia meremehkan Ken Arok yang berasal dari golongan sudra, kasta terendah dalam ajaran Hindu.

Namun perbincangan semakin memanas setelah Ken Arok memergoki kebohongan Mpu Gandring, termasuk soal pasokan besi. Ken Arok kemudian mengatakan bahwa akuwu Tumapel telah memanggil Mpu Gandring. Mendengar itu, Mpu Gandring panik, karena ia diam-diam bersekongkol dengan Kebo Ijo.

Akhirnya, Mpu Gandring mengakui kesalahannya dan memperlihatkan salah satu tombak yang telah dibuat. Tapi Ken Arok menyadari bahwa tombak tersebut dibuat dari besi kirimannya yang telah dikurangi unsur bajanya, sehingga ketajamannya menurun. Ia pun murka dan membanting senjata itu.

Ken Arok bahkan membandingkan senjata buatan Mpu Gandring dengan miliknya sendiri yang lebih panjang, lebih tipis, dan jauh lebih tajam. Ia merasa dikhianati, dan inilah yang menjadi cikal bakal tragedi berdarah yang mengiringi kisah keris Mpu Gandring selanjutnya.***(Okezone.com)
Sumber: okezone.com

nasional
Berita Terkait
  • Kamis, 25 Jun 2026 09:30

    Mabes TNI Peringati Tahun Baru Islam 1448 H Perkuat Spirit Pengabdian dan Profesionalisme Prajurit

    Jakarta-Mabes TNI menggelar peringatan Tahun Baru Islam 1448 H yang diikuti para Pejabat Utama, Prajurit, dan PNS Mabes TNI di Masjid Panglima Soedirman, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (24/6

  • Rabu, 17 Jun 2026 11:47

    Polres Indragiri Hulu Gelar Bakti Sosial HUT Bhayangkara Ke-80

    Rengat-Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Indragiri Hulu melaksanakan kegiatan bakti sosial dengan bersilaturahmi sekaligus menyalurkan bantuan semba

  • Minggu, 14 Jun 2026 20:34

    Kabur ke Batam, Polres Inhu Kembali Ringkus Pelaku Penganiayaan di PT. SBP

    INHU- Upaya pelarian hingga menyeberang ke luar daerah tak mampu menghentikan langkah aparat kepolisian dalam memburu pelaku tindak pidana penganiayaan yang terjadi di kawasan perkebunan PT Sinas Beli

  • Jumat, 05 Jun 2026 09:49

    "Gunakan Manajemen Peternakan Modern", Pesan Bhabinkamtibmas Polres Inhu Untuk Ketahanan Pangan

    INHU-Upaya mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional terus dilakukan jajaran Polres Indragiri Hulu (Inhu) melalui berbagai kegiatan yang menyentuh langsung masyarakat. Salah satunya dilakukan oleh p

  • Rabu, 03 Jun 2026 09:46

    Swasembada Pangan, Bhabinkamtibmas Polres Inhu Sambangi Petani Jagung Menulis

    INHU - Upaya mendukung program swasembada dan ketahanan pangan nasional terus dilakukan jajaran Polres Indragiri Hulu (Inhu). Melalui peran aktif Bhabinkamtibmas di desa binaan, kepolisian hadir membe

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor