Nasional
Waktu Mepet, UU MD3 Tak Perlu Direvisi
Laporan : Bambang Subagio
Rabu, 26 Jun 2019 09:18
"Sudah tak ada waktu lagi untuk merevisi UU MD3. Apalagi, hanya untuk kepentingan bagi-bagi jabatan MPR RI. Malu sama rakyat, dan tugas DPR yang lebih penting masih banyak," tegas anggota Komisi I DPR, Andreas Hugo Pareira, dalam diskusi bertema 'MD3 Perlu Dipisah? Kursi Pimpinan, Jalan Tengah atau Jalan Buntu?' di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Selasa (25/6/2019).
Menurut politikus Fraksi PDI Perjuangan itu, yang paling mungkin hanya mengubah judul dan sebagian pasal khusus, terkait dengan DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota. "DPRD itu sudah diatur dalam UU Otonomi Daerah," ujarnya.
Hal senada dikatakan, Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB), Cuncun Ahmad Syamsurijal. Cuncun mendukung tak ada revisi UU MD3, karena hasil revisi sebelumnya sudah baik dan adil berdasarkan sistem proporsional suara terbanyak. "Jadi, FPKB DPR tak akan merevisi UU MD3," ujar Cuncun.
Sedangkan anggota Komisi III DPR FPKS, Nasir Jamil, pimpinan MPR, DPR dan DPD RI itu harus mendukung terwujudnya konsolidasi demokrasi.
"Untuk mewujudkan itu, meliputi enam komponen. Yaitu, negara kuat, masyarakat sipil yang independen, pemerintahan berdasarkan hukum dan tak sewenang-wenang, birokrasi yang sehat dan efektif, dan ekonomi yang adil tanpa ada kesenjangan.
Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Nasir Djamil, mengatakan, ke depan lembaga DPR RI ini sebagai parlemen modern. "Jadi, siapapun pimpinan MPR RI, DPR RI, dan DPD RI, harus berujung paa kuatnya konsolidasi demokrasi. Itulah yang akan menjadikan Indonesia unggul, dan Indonesia menang. Sehingga, bukan untuk kepentingan kelompok, melainkan untuk lembaga yang modern," tandasnya.(bsg) nasional
Kurir Residivis Narkoba Ditangkap di Pelalawan, Tas yang Dibawa Penuh Ekstasi dan Cairan Etomidate.
PEKANBARU - Seorang residivis kasus narkotika berinisial B ditangkap tim Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau.Ia diamankan saat membawa tas ransel hitam berisi ratusan pil ekstasi dan cairan etomidat
2 Kakak Adik di Pelalawan Diduga Jadi Korban Begal, Kakaknya Tewas Dibacok, Adik Selamat.
PELALAWAN-Dua orang kakak adik di Desa Kuala Panduk, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan dikabarkan menjadi korban pembegalan pada Jumat (29/5/2026) malam lalu.Informasi terkait korban begal ini
Tragis, Mantan Polisi Terpidana Seumur Hidup Ditemukan Tewas di Sel Isolasi
PALANGKARAYA-Seorang mantan anggota Polri yang merupakan terpidana hukuman seumur hidup dalam kasus penembakan sopir mobil ekspedisi pada 2024 ditemukan meninggal dunia di ruang sel isolasi Lembaga Pe
Tragedi di Wilayah Pemberontak Myanmar, Puluhan Orang Tewas Akibat Ledakan
NAYPYIDAW-Sedikitnya 55 orang dilaporkan tewas, termasuk enam anak-anak, setelah terjadi ledakan besar di lokasi penyimpanan bahan peledak pertambangan di wilayah utara Myanmar yang berada di bawah ke
Waduh, Sepasang Kekasih di Kampar Ditangkap Polisi karena Kepemilikan Sabu-sabu
Sepasang kekasih berinisial HE (42) dan PU (29) di Kabupaten Kampar tidak hanya menjalin hubungan asmara, namun diduga terlibat dalam tindak kejahatan penyalahgunaan dan peredaran narkotika jenis sabu