Jumat, 26 Jun 2026
  • Home
  • Nusantara
  • Asap Kalteng Super Bahaya, Puluhan Orang Dievakuasi

Asap Kalteng Super Bahaya, Puluhan Orang Dievakuasi

Rabu, 28 Okt 2015 14:58
Antara
Kabut asap di Kalteng
JAKARTA – Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Kalimantan Tengah menilai pemerintah termasuk pemerintah daerah yang tak memiliki kepedulian terhadap warganya mengakibatkan korban kabut asap mulai berjatuhan. Langkah-langkah yang mereka lakukan belum mampu mengatasi persoalan asap yang hingga kini masih terasa pekat tersebut.

Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di wilayah Kalimantan Tengah rata berkisar 1.200 mm , padahal di atas 350 mm sudah tergolong bahaya. "Bayangkan selama hampir tiga bulan kami warga di sini harus menghirup udara yang sangat berbahaya bagi kesehatan. Tapi, reaksi dari pemerintah pusat dan juga daerah sama saja, lamban," ujar Direktur Walhi, Kalimantan Tengah, Arie Rompas ketika dihubungi, Rabu (28/10/2015).

Karena tak ingin korban terus berjatuhan, Walhi membuka Posko Kemanusiaan, dan Save House untuk memberikan pertolongan atau bantuan kemanusian kepada mereka yang memang memerlukan bantuan. Dijelaskan hingga Senin, 26 Oktober 2015, mereka sudah berhasil mengevakuasi sebanyak 41 orang yang merupakan kelompok rentan asap. "Bila tak segera dievakukasi, jiwa mereka bisa terancam bahkan mungkin bisa menimbulkan dampak kematian," ujar dia.

Menurut dia, jumlah 41 orang tersebut berasal dari Kepulauan Mentawai dan juga dari Palangkaraya. Padahal, lanjut dia, Walhi tidak memiliki dukungan finansial yang memadai untuk melakukan proses evakuasi tersebut. Namun, karena terdorong rasa kemanusian, maka segala upaya dilakukan untuk meringankan para korban asap itu.

Di tempat terpisah, hujan lebat yang mengguyur Pontianak, Kalbar pada Senin sore kemarin, membuat sejumlah warga bersyukur. Mereka berharap dengan hujan tersebut, kepekatan kabut asap yang melanda wilayah mereka mereda. 'Puji Tuhan, Pontianak hujan lebat, semoga kabut asap bisa hilang," terang Nancy Tarig, seorang warga Pontianak.

Menurut dia, selama terjadi kabut asap, jarak pandang di Pontianak pada siang hari berkisar 20-30 meter. "Kalau jalan mata pedih, saya kemana-mana bahwa obat tetes mata," ujar wanita paruh baya ini.

(okezone.com)
Nusantara
Berita Terkait
  • Jumat, 26 Jun 2026 16:24

    Polisi Bongkar 3 Klaster Kejahatan Besar, Libatkan WNA hingga Korporasi

    Jakarta - Polda Metro Jaya mengungkap tiga klaster tindak pidana yang menjadi fokus penindakan, yakni perjudian digital yang terafiliasi aplikasi HOT51, praktik perjudian berkedok arena permainan Time

  • Jumat, 26 Jun 2026 16:22

    Penampakan Mesin Judi Berkedok Timezone Disita Polisi di Jakarta, Puluhan Orang Ditangkap

    Kepolisian menggerebek lokasi diduga sarang judi berkedok arena permainan anak di wilayah Jakarta Utara (Jakut) dan Jakarta Barat (Jakbar) pada Sabtu 13 Juni 2026. Barang bukti mesin Timezone disita d

  • Jumat, 26 Jun 2026 15:45

    Danlanud Sjamsudin Noor Sampaikan Kejuaraan IPAC Seri 2 dan Gantolle Seri 1 KTM Fly Kotabaru 2026 Menjadi Panggung Pembinaan Atlet Dirgantara Masa Depan

    Banjarbaru - Komandan Lanud Sjamsudin Noor Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita, M.M.S., selaku Ketua FASI Daerah Kalimantan Selatan (Fasida Kalsel) hadir secara langsung dalam acara Penutupan Kejuaraan N

  • Jumat, 26 Jun 2026 15:43

    Strategi Kemenkeu dan BGN Kawal Anggaran Makan Bergizi Gratis

    JAKARTA - Sinergi pengawasan anggaran dibangun secara kuat oleh Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa dan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang. Pertemuan kedua pimpinan ini berfokus memat

  • Jumat, 26 Jun 2026 14:41

    HUT Bhayangkara ke-80 Polda Riau Resmikan Rest Area Ojol dan Bagikan Sembako

    PEKANBARU - Semangat berbagi dan memperkuat kedekatan dengan masyarakat terus ditunjukkan Kepolisian Daerah Riau dalam menyambut Hari Bhayangkara ke-80. Melalui Direktorat Pembinaan Masyarakat, instit

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.