Jumat, 26 Jun 2026
  • Home
  • Nusantara
  • Dampak Kemarau, Penggilingan Padi Rumahkan Para Buruh

Dampak Kemarau, Penggilingan Padi Rumahkan Para Buruh

Senin, 12 Okt 2015 14:48
Ilustrasi
TEMANGGUNG – Sejumlah tempat penggilingan padi di Kabupaten Temanggung terpaksa merumahkan para buruh. Sebab dalam satu bulan terakhir, alat penggilingan jarang dioperasikan.

Para buruh terpaksa dirumahkan oleh pemilik penggilingan untuk menekan biaya pengeluaran dampak minimnya pasokan gabah dari petani karena kemarau panjang.

"Kami sulit mendapatkan gabah, sehingga jarang menggiling. Agar hemat, pekerja di rumahkan sebagian," kata pemilik penggilingan padi, Iwan Haryono, warga Dusun Sendang, Desa Kedungumpul, Kecamatan Kandangan, Temanggung Minggu 11 Oktober 2015.

Dia mengatakan, gabah semakin sulit didapat dari petani. Faktornya, sebagian sawah ditanami tembakau yang kini memasuki masa panen.

Ia menambahkan, sawah menjadi puso karena kesulitan mendapat air di musim kemarau dan sebagian sawah lagi tengah menunggu panen. "Sawah yang gagal panen dan puso, beralih ke tembakau sebagai yang terluas," katanya.

Pada waktu normal, setiap bulannya penggilingan dapat menggiling 7,5 ton padi. Gabah didapat dari Magelang, Sukorejo dan Temanggung. Tetapi kini, maksimal hanya 1,5 ton per bulan.

Daerah yang biasanya memasok gabah juga mengalami hal serupa. Imbasnya, pekerja terpaksa di rumahkan sebagian atau digilir dalam bekerja.

Dari empat pekerja, hanya seorang yang masuk kerja. Tiga orang di rumah. Pihaknya akan memanggil mereka untuk bekerja jika harus menggiling padi dalam jumlah besar.

"Harus rasional, terpaksa menggunakan jasa seorang pekerja saja, tiga lainnya libur dulu. Mau bagaimana lagi memang kondisinya seperti itu," imbuhnya.

Pengusaha penggilingan padi lainnya, Bagyo mengemukakan usaha penggilingan padi tengah dihimpit kesulitan mendapatkan gabah. Dirinya telah mencari ke sejumlah daerah penghasil gabah hingga ke luar daerah.

Namun keadaan nyaris sama. Gabah yang ada kini diperebutkan, sebagian pengusaha berani memberikan uang panjar pada petani. " Pengusaha yang bermodal kuat yang akan mendapatkan gabah, sebab berani membayar lebih mahal. Padahal keuntungan sangat kecil," katanya.

(okezone.com)
Nusantara
Berita Terkait
  • Jumat, 26 Jun 2026 15:45

    Danlanud Sjamsudin Noor Sampaikan Kejuaraan IPAC Seri 2 dan Gantolle Seri 1 KTM Fly Kotabaru 2026 Menjadi Panggung Pembinaan Atlet Dirgantara Masa Depan

    Banjarbaru - Komandan Lanud Sjamsudin Noor Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita, M.M.S., selaku Ketua FASI Daerah Kalimantan Selatan (Fasida Kalsel) hadir secara langsung dalam acara Penutupan Kejuaraan N

  • Jumat, 26 Jun 2026 15:43

    Strategi Kemenkeu dan BGN Kawal Anggaran Makan Bergizi Gratis

    JAKARTA - Sinergi pengawasan anggaran dibangun secara kuat oleh Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa dan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang. Pertemuan kedua pimpinan ini berfokus memat

  • Jumat, 26 Jun 2026 14:41

    HUT Bhayangkara ke-80 Polda Riau Resmikan Rest Area Ojol dan Bagikan Sembako

    PEKANBARU - Semangat berbagi dan memperkuat kedekatan dengan masyarakat terus ditunjukkan Kepolisian Daerah Riau dalam menyambut Hari Bhayangkara ke-80. Melalui Direktorat Pembinaan Masyarakat, instit

  • Jumat, 26 Jun 2026 14:34

    Pria di Pekanbaru Ditangkap Usai Bayar Pembelian iPhone Pakai Bukti QRIS Palsu,Sudah 10 Kali Beraksi

    PEKANBARU - Tim Unit Reskrim Polsek Binawidya, membekuk seorang pria yang diduga menjadi spesialis penipuan dengan modus menggunakan bukti transfer dan QRIS palsu saat berbelanja di sejumlah toko di K

  • Jumat, 26 Jun 2026 13:52

    Gerbong Mutasi Polri Bergerak, Sejumlah Pejabat Utama Polda Riau Resmi Berganti

    PEKANBARU - Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia kembali merotasi sejumlah perwira tinggi dan perwira menengah di lingkungan Kepolisian Daerah Riau, Jumat (26/6/2026).Berdasarkan surat telegram

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.