Jumat, 08 Mei 2026
  • Home
  • Nusantara
  • Dinilai Pemborosan, Petugas Pakai APD saat Semprot Disinfektan di Desa Bandul Riau Sempat Diprotes

Dinilai Pemborosan, Petugas Pakai APD saat Semprot Disinfektan di Desa Bandul Riau Sempat Diprotes

admin
Kamis, 21 Mei 2020 16:23
Penyemprotan disinfektan rumah warga positif Covid-19 di Desa Bandul, Kecamatan Tasik Putripuyu beberapa waktu yang lalu.
KEPULAUAN MERANTI - Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) atau baju hazmat di Desa Bandul, Kecamatan Tasikputri Puyu, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau sempat menjadi sorotan di media sosial.

Hal ini karena petugas melakukan penyemprotan disinfektan dengan APD dengan terbaik atau standar dari WHO dan dinilai sebagai pemborosan.

Camat Tasikputri Puyu, Sugiati yang dikonfirmasi wartawan Rabu (20/5/2020) membenarkan bahwa bantuan APD tersebut diberikan kepada pihaknya dan dipergunakan untuk penyemprotan di rumah warga yang positif Covid-19.

Hal tersebut dilakukan karena penyemprotan dilakukan di dua rumah orang positif Covid-19, sehingga selayaknnya dilakukan menggunakan APD.

Bahkan untuk penggunaan APD tersebut pihaknya juga berkoordinasi dengan pihak puskesmas dan Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti.

"Karena yang disemprot itu rumah orang yang positif, secara penularannya rumah orang positif itu sama dengan orangnnya, karena dia batuk di situ, tidur di situ," ujarnya.

Bahkan dikatakan Sugiarti, saat itu sempat tidak ada orang yang mau melakukan penyemprotan di rumah warga yang positif Covid-19.

"Karena mereka takut, lalu pas memakai (APD) itu saya koordinasi dr Misri (Kadiskes Meranti), dia bilang penyemprotan itu harus menggunakan APD karena rumah orang yang disemprot itu positif," ujarnya.

Terkait sempat adanya kisruh terkait pemakaian APD tersebut, Sugiati mengatakan menyayangkan karena tidak ada yang meminta penjelasan darinya.

"Makanya saya bilang kita satu tim, kita harus menjaga diri kita juga, kita juga nggak tahu bila ternyata di sana ada yang ribut-ribut," ujarnya.

Dijelaskannya, bahwa APD merupakan bantuan yang diterimanya melalui pihak kepolisian untuk diserahkan kepada camat dan puskesmas.

"Kapolsek pada saat menyerahkan itu (APD), dia bilang itu diserahkan kepada kantor camat dan puskesmas tapi yang menyerahkan itu stafnya," ujarnya.

Sugiati menambahkan ada 10 paket APD baju Azmat dan kacamata, dan saat penyemprotan pihaknya menggunakan sebanyak 6 APD.

"Jadi sisanya kita serahkan kepada puskesmas Bandul," ucap Sugiati.

Stok APD Masih Ada

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kepulauan Meranti, Muhammad Fahri SKM mengungkapkan bahwa saat ini, ketersediaan APD masih ada.

Namun begitu, ia juga tetap masih membutuhkan APD untuk memaksimalkan upaya penanganan Covid-19 di daerah.

"Saat ini, APD masih ada. Tapi kalau dibilang masih kurang, kami juga masih kurang," ungkapnya.

Menurutnya penggunaan APD dengan kualitas terbaik sebaiknya mulai dari proses tracing.

Namun jika stoknya terbatas, digunakan saat penanganan pasien positif Covid-19 saja.

"Proses tracing juga harus menggunakan APD dengan kualitas terbaik. Karena jika saat tracing terdapat masyarakat yang positif, tentunya petugas bisa lebih aman," katanya.

Terkait penggunaan APD saat melakukan upaya penyemprotan disinfektan, Fakhri menganjurkan hal tersebut.

Walaupun begitu, ia memastikan risiko petugas yang melakukan penyemprotan dengan melakukan tracing berbeda.

Sebab, saat penyemprotan disinfektan tidak kontak langsung dengan orang, sementara saat tracing melakukan kontak langsung.

"Walaupun risiko petugas penyemprotan disinfektan tidak sebesar petugas yang melakukan tracing, namun dianjurkan tetap menggunakan pelindung diri," ucapnya.

Fahri menuturkan hal tersebut cukup mubazir. Sebab APD juga masih terbatas.

Namun hal itu dapat dimakluminya juga jika memang ketersediaan APD kualitas baik tersebut jumlahnya sangat banyak di Kecamatan Tasikputri Puyu.

"Memang tak harus pakai APD terbaik juga. Tapi pelindung itu harus. Atau mungkin mereka punya banyak, makanya pakai APD terbaik untuk melakukan penyemprotan disinfektan," ujarnya.

Sumber: tribunpekanbaru.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.