Selasa, 07 Jul 2026
  • Home
  • Nusantara
  • Gegara Trump, Anggota Parlemen Inggris Minta Kartu Merah Quansah Ditunda

Internasional,

Gegara Trump, Anggota Parlemen Inggris Minta Kartu Merah Quansah Ditunda

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Selasa, 07 Jul 2026 09:50
Jakarta - Kontroversi penundaan kartu merah penyerang Timnas Amerika Serikat (AS) Folarin Balogun di Piala Dunia 2026 berbuntut panjang. Politikus Inggris mendesak FIFA memberikan keringanan yang sama kepada bek Timnas Inggris Jarell Quansah seperti yang diberikan kepada Balogun.
Dilansir Reuters, Selasa (7/7/2026), Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) sedang mempertimbangkan opsi terkait banding, kata sumber yang mengetahui masalah tersebut, sementara FIFA tidak menanggapi beberapa permintaan komentar tentang apakah kasus Quansah akan dipertimbangkan berdasarkan ketentuan Pasal 27 yang sama.

Kasus ini telah menjadi kontroversi terbesar turnamen setelah Presiden AS Donald Trump secara terbuka mengakui bahwa ia menghubungi Presiden FIFA Gianni Infantino terkait skorsing Balogun.

Meskipun Infantino mengatakan bahwa ia telah memberi tahu Trump bahwa badan peradilan FIFA memutuskan kasus tersebut secara independen, penangguhan hukuman Balogun telah memicu tuduhan dari otoritas sepak bola dan politikus di seluruh Eropa bahwa tekanan politik mungkin telah memengaruhi proses disiplin sepakbola.

Intervensi anggota parlemen Inggris menandai upaya pertama untuk menggunakan putusan Balogun atas nama pemain lain, yang berpotensi mengubah keputusan yang menurut FIFA dibuat oleh badan peradilannya menjadi ujian yang lebih luas tentang apakah pendekatan yang sama akan diterapkan secara konsisten.

Dalam surat terpisah yang diunggah di platform media sosial, anggota parlemen Inggris dari Partai Buruh, Noah Law dan Melanie Onn, meminta Infantino untuk menunda hukuman skorsing satu pertandingan Quansah setelah kartu merah pada Minggu (5/7), melawan Meksiko hingga setelah Piala Dunia, dengan mengutip keputusan FIFA tentang Balogun sebagai preseden.

Seperti Balogun, Quansah menghadapi skorsing satu pertandingan setelah dikeluarkan dari lapangan dalam kemenangan Inggris 3-2 di Stadion Azteca. "Meskipun saya percaya bahwa kartu merah yang diterima Jarell Quansah sudah tepat... saya percaya akan lebih tepat untuk menunda hukumannya hingga setelah Piala Dunia ini selesai," tulis Law.

Onn mengatakan ada alasan kuat untuk menunda hukuman Quansah, menambahkan bahwa akan sulit untuk membenarkan satu pemain mendapat keuntungan dari penundaan hukuman sementara pemain lain dalam keadaan yang secara material serupa tidak bisa.

Kedua anggota parlemen Inggris tersebut berpendapat bahwa FIFA berisiko merusak kepercayaan pada sistem disiplinnya kecuali aturan-aturannya diterapkan secara konsisten.

Secara terpisah, Caroline Dinenage, Ketua Komite Kebudayaan, Media, dan Olahraga Parlemen Inggris, meminta FIFA untuk segera menjelaskan keputusannya untuk menangguhkan hukuman Balogun.

"Kemenangan inspiratif Inggris di dini hari menunjukkan Piala Dunia dalam kondisi terbaiknya, tetapi keputusan FIFA ini mengancam akan menodai turnamen yang seharusnya menjadi perayaan sepak bola dunia," kata Dinenage.

"Agar olahraga memiliki makna, aturan dan hukumnya harus diterapkan secara setara kepada semua tim. FIFA perlu segera menjelaskan dasar keputusannya dan menanggapi dugaan adanya campur tangan politik dalam proses tersebut."

FIFA menyatakan bahwa badan peradilannya bertindak secara independen dalam kasus Balogun.(detik.com)

Sumber: https://news.detik.com/internasional/d-8562979/gegara-trump-anggota-parlemen-inggris-minta-kartu-merah-quansah-ditunda

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

slot hoki slot hoki slot gacor