Longsor di Sejumlah Daerah, Akses Sumbar-Riau Lumpuh Lagi
Jumat, 08 Jan 2016 11:35
Laporan wartawan Haluan di Limapuluh Kota menyebutkan, longsor yang terjadi Kamis itu terjadi sekira 2 Km dari titik longsor yang terjadi sehari sebelumnya di Nagari Koto Alam. Hal ini menyebabkan kemacetan panjang kendaraan di jalan nasional tersebut kembali terjadi.
Setidaknya, sepanjang 30 meter jalan yang menghubungkan Sumbar-Riau tersebut tertimbun oleh material longsor. "Jarak dengan longsor yang kemarin hanya sekira 2 kilometer," terang Kepala BPBD Kabupaten Limapuluh Kota, Nasriyanto.
Dijelaskannya, tanah longsor yang terjadi pada Kamis (7/1/2016) sekira pukul 14.30 WIB tersebut, menutup seluruh badan jalan. "Akses jalan terputus. Arus lalulintas kembali macet," ucapnya. Nasriyanto yang turun ke lokasi longsor menuturkan, terdapat timbunan tanah setinggi 2,5 meter di badan jalan.
Selain berlumpur, material longsor juga bercampur dengan kerikil kecil. "Jalan tidak bisa dilalui," ucapnya.
Untuk mengantispasinya, pihak terkait mengerahkan dua unit alat berat untuk menyingkirkan material longsor dari badan jalan. Ia belum bisa memastikan, sampai kapan pembersihan material longsor selesai dikerjakan. "Yang jelas kita upayakan secepat mungkin. Sehingga nantinya tidak terjadi macet panjang seperti hari kemarin," tukasnya.
Hingga pukul 18.00 Wib, akses jalan Sumbar-Riau masih lumpuh. Petugas BPBD serta Polres Limapuluh Kota terus melakukan pembersihan badan jalan dari material longsor. Antrean panjang kendaraan dari Riau menuju Sumbar atau sebaliknya sudah mulai terjadi.
"Kami mengimbau juga, pengguna jalan Sumbar-Riau tetap berhati-hati. Apalagi curah hujan meningkat semenjak sepekan terakhir ini," katanya.
Selain longsor, akibat hujan yang terjadi semenjak Rabu malam itu juga menumbangkan 3 pohon besar secara terpisah, seperti di Kecamatan Harau, Koto Alam dan di Pangkalan Koto Baru. Begitu juga, sejumlah aliran sungai di Kabupaten Limapuluh Kota turut meluap. "Sampai saat ini, belum ada laporan korban jiwa," katanya lagi.
Di Solok
Dari Kabupaten Solok,
tepatnya di kawasan Jorong Air Batumbuak, Nagari Paninjauan, Kecamatan X
Koto Diatas, peristiwa serupa juga terjadi. Dinding bukit di kawasan
itu, terban dan menimbun ruas jalan yang menghubungkan Nagari Aripan dan
Paninjauan. Setidaknya di sepanjang ruas jalan Aripan-Paninjauan
terdapat 3 titik longsor.
Warga yang hendak beraktivitas pada
pagi harinya, terpaksa berbalik arah karena ruas jalan ini lumpuh total.
Kapolres Solok Kota AKBP Tomy Bambang Irawan mengerahkan sejumlah
personel ke lokasi kejadian untuk membantu masyarakat.
Mensiasati
terputusnya jalur ini, Kapolsek X Koto Diatas, Iptu Joni Isnandar
bersama Kasat Lantas AKP Hariadi Ismail yang berada di lokasi kejadian
melakukan rakayasa lalulintas. Kendaraan yang hendak menuju Paninjaun
dan Sulit Air dari arah Solok dan sebaliknya dialihkan sementara ke ruas
jalan Singkarak-Tanjung Alai.
Sementara untuk membersihkan ruas
jalan Aripan-Paninjauan dari gundukan material padat, warga sempat telah
meminta bantuan dari Pemerintahan Daerah Kabupaten Solok melalui Dinas
Pekerjaaan Umum. Namun bantuan alat berat dari pemerintah tersebut tidak
kunjung datang, warga bersama petugas kepolisian langsung berinisiatif
membersihkan gundukan material padat yang menimbun badan jalan secara
bergotong royong dengan menggunakan perlalatan seadanya.
Terisolasi
Hujan
yang mengguyur Kabupaten Sijunjung, semenjak Kamis (7/1/2016) pagi
hingga siang, memicu longsor di kawasan Bukit Lantik Kenagarian Sumpur
Kudus. Akibatnya 3.055 KK yang berada di lima kenagarian yang di
Kecamatan Sumpur Kudus terisolasi. Sementara itu, akses jalan lingkar
lainnya yaitu dari Durian Gadang melalui Manganti menuju Sumpur Kudus
tidak bisa dilalui dikarenakan kondisi jalan yang buruk yang tidak bisa
dilalui kendaraan ketika hujan datang.
Camat Sumpur Kudus Jamaris
mengatakan lima kenagarian yang ada di wilayah Kecamatan Sumpur Kudus
yakni Nagari Sumpur Kudus, Nagari Sumpur Kudus Selatan, Nagari Silantai,
Nagari Unggan dan Nagari Mangganti.
"Kami sudah melaporkan
kejadian tersebut kepada Pj Bupati Sijunjung serta melakukan koordinasi
dengan dinas PU dan BPBD Sijunjung untuk mengatasi bencana longsor
tersebut, dan dari dinas PU rencananya akan menerjunkan alat berat untuk
memebersihkan material longsor tersebut dalam waktu secepatnya.Tak ada
korban jiwa akibat peristiwa ini. Namun warga harus menunggu lama hingga
akses jalan ini terbuka," ujarnya.
Sementara itu, Jamaris juga
mengatakan bahwa hingga Kamis sore, warga berusaha membuka jalan untuk
jalur sepeda motor dengan peralatan seadanya sampai bantuan berupa alat
berat datang untuk membersihkan material longsor dari badan jalan.
Selain
longsor, hujan yang mengguyur Kabupaten Sijunjung juga mengakibatkan
beberapa sungai di wilayah di Kabupaten Sijunjung meluap. Akibatnya,
ratusan hektar sawah siap panen milik warga Nagari Palaluar dan Tanjung
Ampalu Kecamatan Koto VII, Kenagarian Padang Sibusuk Kecamatan Kupitan
dan Kenagarian Sjunjung Kecamatan Sijunjung, terendam.
Sebelumnya
juga, banjir sempat menggenangi ratusan rumah warga di Tiga kenagarian
yang ada di Kecamatan Kamang Baru yakni Nagari Siaur, Nagari Kamang dan
nagari Sei lansek, tidak ada korban Jiwa akibat peristiwa tersebut.
Namun warga mengalami kerugian materiil karena banyak peralatan
elektronik milik warga yang yang terendam air karena tidak sempat
terselamatkan saat kejadian.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana
Daerah (BPBD) Kabupaten Sijunjung Hardiawan SP mengimbau kepada
masyarakat Kabupaten Sijunjung khususnya yang berada di wilayah rawan
banjir dan longsor untuk selalu waspada menghadapi bencana yang
diakibatkan oleh hujan dengan intensitas tinggi.
Polisi Bongkar 3 Klaster Kejahatan Besar, Libatkan WNA hingga Korporasi
Jakarta - Polda Metro Jaya mengungkap tiga klaster tindak pidana yang menjadi fokus penindakan, yakni perjudian digital yang terafiliasi aplikasi HOT51, praktik perjudian berkedok arena permainan Time
Penampakan Mesin Judi Berkedok Timezone Disita Polisi di Jakarta, Puluhan Orang Ditangkap
Kepolisian menggerebek lokasi diduga sarang judi berkedok arena permainan anak di wilayah Jakarta Utara (Jakut) dan Jakarta Barat (Jakbar) pada Sabtu 13 Juni 2026. Barang bukti mesin Timezone disita d
Danlanud Sjamsudin Noor Sampaikan Kejuaraan IPAC Seri 2 dan Gantolle Seri 1 KTM Fly Kotabaru 2026 Menjadi Panggung Pembinaan Atlet Dirgantara Masa Depan
Banjarbaru - Komandan Lanud Sjamsudin Noor Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita, M.M.S., selaku Ketua FASI Daerah Kalimantan Selatan (Fasida Kalsel) hadir secara langsung dalam acara Penutupan Kejuaraan N
Strategi Kemenkeu dan BGN Kawal Anggaran Makan Bergizi Gratis
JAKARTA - Sinergi pengawasan anggaran dibangun secara kuat oleh Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa dan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang. Pertemuan kedua pimpinan ini berfokus memat
HUT Bhayangkara ke-80 Polda Riau Resmikan Rest Area Ojol dan Bagikan Sembako
PEKANBARU - Semangat berbagi dan memperkuat kedekatan dengan masyarakat terus ditunjukkan Kepolisian Daerah Riau dalam menyambut Hari Bhayangkara ke-80. Melalui Direktorat Pembinaan Masyarakat, instit