Sabtu, 27 Jun 2026
  • Home
  • Nusantara
  • Longsor di Sejumlah Daerah, Akses Sumbar-Riau Lumpuh Lagi

Longsor di Sejumlah Daerah, Akses Sumbar-Riau Lumpuh Lagi

Jumat, 08 Jan 2016 11:35
Harian Haluan
Longsor di sejumlah daerah, akses Sumbar-Riau lumpuh lagi
LIMAPULUHKOTA — Hujan dengan intensitas yang tinggi mengguyur sejumlah daerah di Sumatera Barat (Sumbar), Kamis (7/1/2016) dinihari hingga pagi. Akibatnya, terjadi longsor di daerah tersebut hingga memutus ruas jalan Sumbar-Riau di Kabupaten Limapuluh Kota, Aripan-Paninjauan di Kabupaten Solok dan terisolasinya 3.055 KK di Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung.

Laporan wartawan Haluan di Limapuluh Kota menyebutkan, longsor yang terjadi Kamis itu terjadi sekira 2 Km dari titik longsor yang terjadi sehari sebelumnya di Nagari Koto Alam. Hal ini menyebabkan kemacetan panjang kendaraan di jalan nasional tersebut kembali terjadi.

Setidaknya, sepanjang 30 meter jalan yang menghubungkan Sumbar-Riau tersebut tertimbun oleh material longsor. "Jarak dengan longsor yang kemarin hanya sekira 2 kilometer," terang Kepala BPBD Kabupaten Limapuluh Kota, Nasriyanto.

Dijelaskannya, tanah longsor yang terjadi pada Kamis (7/1/2016) sekira pukul 14.30 WIB tersebut, menutup seluruh badan jalan. "Akses jalan terputus. Arus lalulintas kembali macet," ucapnya. Nasriyanto yang turun ke lokasi longsor menuturkan, terdapat timbunan tanah setinggi 2,5 meter di badan jalan.

Selain berlumpur, material longsor juga bercampur dengan kerikil kecil. "Jalan tidak bisa dilalui," ucapnya.

Untuk mengantispasinya, pihak terkait mengerahkan dua unit alat berat untuk menyingkirkan material longsor dari badan jalan. Ia belum bisa memastikan, sampai kapan pembersihan material longsor selesai dikerjakan. "Yang jelas kita upayakan secepat mungkin. Sehingga nantinya tidak terjadi macet panjang seperti hari kemarin," tukasnya.

Hingga pukul 18.00 Wib, akses jalan Sumbar-Riau masih lumpuh. Petugas BPBD serta Polres Limapuluh Kota terus melakukan pembersihan badan jalan dari material longsor. Antrean panjang kendaraan dari Riau menuju Sumbar atau sebaliknya sudah mulai terjadi.

"Kami mengimbau juga, pengguna jalan Sumbar-Riau tetap berhati-hati. Apalagi curah hujan meningkat semenjak sepekan terakhir ini," katanya.

Selain longsor, akibat hujan yang terjadi semenjak Rabu malam itu juga menumbangkan 3 pohon besar secara terpisah, seperti di Kecamatan Harau, Koto Alam dan di Pangkalan Koto Baru. Begitu juga, sejumlah aliran sungai di Kabupaten Limapuluh Kota turut meluap. "Sampai saat ini, belum ada laporan korban jiwa," katanya lagi.

Di Solok

Dari Kabupaten Solok, tepatnya di kawasan Jorong Air Batumbuak, Nagari Paninjauan, Kecamatan X Koto Diatas, peristiwa serupa juga terjadi. Dinding bukit di kawasan itu, terban dan menimbun ruas jalan yang menghubungkan Nagari Aripan dan Paninjauan. Setidaknya di sepanjang ruas jalan Aripan-Paninjauan terdapat 3 titik longsor.

Warga yang hendak beraktivitas pada pagi harinya, terpaksa berbalik arah karena ruas jalan ini lumpuh total. Kapolres Solok Kota AKBP Tomy Bambang Irawan  mengerahkan sejumlah personel ke lokasi kejadian untuk membantu masyarakat.

Mensiasati terputusnya jalur ini, Kapolsek X Koto Diatas, Iptu Joni Isnandar bersama Kasat Lantas AKP Hariadi Ismail yang berada di lokasi kejadian melakukan rakayasa lalulintas. Kendaraan yang hendak menuju Paninjaun dan Sulit Air dari arah Solok dan sebaliknya dialihkan sementara ke ruas jalan Singkarak-Tanjung Alai.

Sementara untuk membersihkan ruas jalan Aripan-Paninjauan dari gundukan material padat, warga sempat telah meminta bantuan dari Pemerintahan Daerah Kabupaten Solok melalui Dinas Pekerjaaan Umum. Namun bantuan alat berat dari pemerintah tersebut tidak kunjung datang, warga bersama petugas kepolisian langsung berinisiatif membersihkan gundukan material padat yang menimbun badan jalan secara bergotong royong dengan menggunakan perlalatan seadanya.

Terisolasi

Hujan yang mengguyur Kabupaten Sijunjung, semenjak Kamis (7/1/2016) pagi hingga siang, memicu longsor di kawasan Bukit Lantik Kenagarian Sumpur Kudus. Akibatnya 3.055 KK yang berada di lima kenagarian yang di Kecamatan Sumpur Kudus terisolasi. Sementara itu, akses jalan lingkar lainnya yaitu dari Durian Gadang melalui Manganti menuju Sumpur Kudus tidak bisa dilalui dikarenakan kondisi jalan yang buruk yang tidak bisa dilalui kendaraan ketika hujan datang.

Camat Sumpur Kudus Jamaris mengatakan lima kenagarian yang ada di wilayah Kecamatan Sumpur Kudus yakni Nagari Sumpur Kudus, Nagari Sumpur Kudus Selatan, Nagari Silantai, Nagari Unggan dan Nagari Mangganti.

"Kami sudah melaporkan kejadian tersebut kepada Pj Bupati Sijunjung serta melakukan koordinasi dengan dinas PU dan BPBD Sijunjung untuk mengatasi bencana longsor tersebut, dan dari dinas PU rencananya akan menerjunkan alat berat untuk memebersihkan material longsor tersebut dalam waktu secepatnya.Tak ada korban jiwa akibat peristiwa ini. Namun warga harus menunggu lama hingga akses jalan ini terbuka," ujarnya.

Sementara itu, Jamaris juga mengatakan bahwa hingga Kamis sore, warga berusaha membuka jalan untuk jalur sepeda motor dengan peralatan seadanya sampai bantuan berupa alat berat datang untuk membersihkan material longsor dari badan jalan.

Selain longsor, hujan yang mengguyur Kabupaten Sijunjung juga mengakibatkan beberapa sungai di wilayah di Kabupaten Sijunjung meluap. Akibatnya, ratusan hektar sawah siap panen milik warga Nagari Palaluar dan Tanjung Ampalu Kecamatan Koto VII, Kenagarian Padang Sibusuk Keca­matan Kupitan dan Kenagarian Sjunjung Kecamatan Sijunjung, terendam.

Sebelumnya juga, banjir sempat menggenangi ratusan rumah warga di Tiga kenagarian yang ada di Kecamatan Kamang Baru yakni Nagari Siaur, Nagari Kamang dan nagari Sei lansek, tidak ada korban Jiwa akibat peristiwa tersebut. Namun warga mengalami kerugian materiil karena banyak peralatan elektronik milik warga yang yang terendam air karena tidak sempat terselamatkan saat kejadian.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sijunjung Hardiawan SP mengimbau kepada masyarakat Kabupaten Sijunjung khususnya yang berada di wilayah rawan banjir dan longsor untuk selalu waspada menghadapi bencana yang diakibatkan oleh hujan dengan intensitas tinggi.

(okezone.com)
Nusantara
Berita Terkait
  • Jumat, 26 Jun 2026 16:24

    Polisi Bongkar 3 Klaster Kejahatan Besar, Libatkan WNA hingga Korporasi

    Jakarta - Polda Metro Jaya mengungkap tiga klaster tindak pidana yang menjadi fokus penindakan, yakni perjudian digital yang terafiliasi aplikasi HOT51, praktik perjudian berkedok arena permainan Time

  • Jumat, 26 Jun 2026 16:22

    Penampakan Mesin Judi Berkedok Timezone Disita Polisi di Jakarta, Puluhan Orang Ditangkap

    Kepolisian menggerebek lokasi diduga sarang judi berkedok arena permainan anak di wilayah Jakarta Utara (Jakut) dan Jakarta Barat (Jakbar) pada Sabtu 13 Juni 2026. Barang bukti mesin Timezone disita d

  • Jumat, 26 Jun 2026 15:45

    Danlanud Sjamsudin Noor Sampaikan Kejuaraan IPAC Seri 2 dan Gantolle Seri 1 KTM Fly Kotabaru 2026 Menjadi Panggung Pembinaan Atlet Dirgantara Masa Depan

    Banjarbaru - Komandan Lanud Sjamsudin Noor Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita, M.M.S., selaku Ketua FASI Daerah Kalimantan Selatan (Fasida Kalsel) hadir secara langsung dalam acara Penutupan Kejuaraan N

  • Jumat, 26 Jun 2026 15:43

    Strategi Kemenkeu dan BGN Kawal Anggaran Makan Bergizi Gratis

    JAKARTA - Sinergi pengawasan anggaran dibangun secara kuat oleh Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa dan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang. Pertemuan kedua pimpinan ini berfokus memat

  • Jumat, 26 Jun 2026 14:41

    HUT Bhayangkara ke-80 Polda Riau Resmikan Rest Area Ojol dan Bagikan Sembako

    PEKANBARU - Semangat berbagi dan memperkuat kedekatan dengan masyarakat terus ditunjukkan Kepolisian Daerah Riau dalam menyambut Hari Bhayangkara ke-80. Melalui Direktorat Pembinaan Masyarakat, instit

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.