Jumat, 26 Jun 2026

Penanganan Bencana Asap Tak Cukup dengan Blusukan

Jumat, 09 Okt 2015 14:59
Antara
JAKARTA - Cara Presiden Joko Widodo (Jokowi) menangani bencana asap dengan blusukan ke daerah yang mengalami kebakaran dianggap tidak efektif dan tidak menyelesaikan masalah.

"Penanganan asap akibat pembakaran hutan dan lahan tidak akan solutif bila hanya dengan blusukan. Presiden tak perlu terjun langsung blusukan ke lokasi, cukup meminta input dan info dari menteri dan Pemda. Yang paling perlu adalah agenda action plan Pemerintah yang langsung dikomandoi oleh Presiden," tegas Pengamat hukum dan tata negara Masnur Marzuki di Jakarta, Jumat (9/10).

Menurut Masnur Marzuki yang merupakan warga asal Kabupaten Kampar, Riau tersebut, blusukan Jokowi bisa jadi wujud presiden tak percaya pada input dan info dari menteri-menterinya yang notabene adalah pembantu presiden.

"Wajar jika masyarakat kemudian merasa kesal dan tak puas karena presiden hanya sebatas hadir tapi tidak menghadirkan solusi nyata. Ketimbang sibuk blusukan hanya foto-foto di lokasi saya kira jauh lebih tepat Jokowi belajar ke SBY bagaimana memimpin penanganan asap yang jitu dan mengena pada episentrum masalah," tukasnya.

Sebelumnya, Ketua Komisi IV DPR RI Edhie Prabowo menilai pemerintah tidak serius menangani bencana asap. "Konkritnya tambah dana untuk pemadaman, revisi regulasi yang membolehkan pembakaran lahan dengan cara membakar. Upaya pemadaman dan pencegahan lebih penting dibanding pencarian pelaku pembakaran," tegasnya.

Direktur Eksekutif PASPI Tungkot Sipayung mengingatkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) disebabkan akumulasi sejumlah faktor seperti membolehkan pembukaan lahan dengan cara dibakar, masalah dalam tata kelola hutan negara, serta dampak musim kemarau yang berkepanjangan.

"Karhutla yang terjadi sekarang merugikan semua pihak. Harus dibuktikan dalam proses yang benar, apakah perusahaan menjadi pelaku atau malah justru korban," tegasnya.

(okezone.com)
Nusantara
Berita Terkait
  • Jumat, 26 Jun 2026 14:41

    HUT Bhayangkara ke-80 Polda Riau Resmikan Rest Area Ojol dan Bagikan Sembako

    PEKANBARU - Semangat berbagi dan memperkuat kedekatan dengan masyarakat terus ditunjukkan Kepolisian Daerah Riau dalam menyambut Hari Bhayangkara ke-80. Melalui Direktorat Pembinaan Masyarakat, instit

  • Jumat, 26 Jun 2026 14:34

    Pria di Pekanbaru Ditangkap Usai Bayar Pembelian iPhone Pakai Bukti QRIS Palsu,Sudah 10 Kali Beraksi

    PEKANBARU - Tim Unit Reskrim Polsek Binawidya, membekuk seorang pria yang diduga menjadi spesialis penipuan dengan modus menggunakan bukti transfer dan QRIS palsu saat berbelanja di sejumlah toko di K

  • Jumat, 26 Jun 2026 13:52

    Gerbong Mutasi Polri Bergerak, Sejumlah Pejabat Utama Polda Riau Resmi Berganti

    PEKANBARU - Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia kembali merotasi sejumlah perwira tinggi dan perwira menengah di lingkungan Kepolisian Daerah Riau, Jumat (26/6/2026).Berdasarkan surat telegram

  • Jumat, 26 Jun 2026 13:49

    Serbuk Sorgum Ternyata Jadi Sumber Energi untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap

    PPT PLN Indonesia Power (PLN IP) memanfaatkan biomassa berupa serbuk sorgum yang dihasilkan oleh masyarakat sebagai campuran bahan bakar (co-firing) batu bara di PLTU Pelabuhan Ratu, Jawa Barat.Direkt

  • Jumat, 26 Jun 2026 13:47

    Dendam Berujung Pembacokan, Pemuda di Makassar Serang Mahasiswa

    Tim Opsnal Reserse Kriminal Kepolisian Sektor Panakkukang menangkap AF (18), pelaku pembacokan terhadap seorang mahasiswa di Jalan Maccini Raya, Kelurahan Sinrijala, Makassar. Berdasarkan hasil pemeri

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.