Selasa, 28 Jul 2026
Penumpang Pesawat yang Diisolasi di RSUD Arifin Achmad PULANG dari Kuansing, Suspect Covid-19?
admin
Selasa, 24 Mar 2020 14:04
Ket foto : Bandara SSK II Pekanbaru.
TELUK KUANTAN - Plt Kepala Dinas Kesehatan atau Dinkes Kuansing, Helmi Ruspandi mengatakan belum mengetahui adanya informasi seorang warga yang baru berkunjung dari Kuansing disebut Suspect virus corona atau Covid-19.
"Belum tau informasi itu," kata Helmi Ruspandi, Selasa (24/3/2020).
Seperti diberitakan Tribunpekanbaru.com sebelumnya, seorang calon penumpang pesawat di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru ditemukan memiliki gejala mirip yang ditimbulkan Virus Corona (Covid-19), Senin (23/3/2020) sekitar jam 17.00 WIB.
Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Pekanbaru Sarifuddin Saragih mengatakan calon penumpang tersebut terdeteksi memiliki suhu tubuh di atas 38 derajat celcius setelah melalui pemeriksaan oleh pihak Aviation Security Bandara SSK II Pekanbaru .
“Hasil pemeriksaan Avsec yang berangkat ke Jakarta terdeteksi 38 derajat ke atas dan diobservasi, ada gejala sehingga kami rujuk ke rumah sakit. Ini warga Jakarta yang berkunjung ke Kuansing,” katanya, Selasa (24/3/2020).
Menurut Sarifuddin, pasien laki-laki tersebut kooperatif.
"Bahkan di rumah sakit sampai tiga jam menunggu dapat kamar isolasi pasiennya nggak ada berusaha lari,” katanya.
Saat ini warga tersebut berada di RSUD Arifin Achmad, Pekanbaru.
Helmi mencoba meminta nama warga tersebut.
Namun sayang informasi terbatas.
"Ada informasi ke mana saja berkunjung di Kuansing?" tanya Helmi dengan gelisah.
Helmi mengatakan ia akan menunggu informasi dari pihak berwenang untuk bisa melacak (tracking) ke mana saja sang warga tersebut selama di Kuansing.
"SOP di KPP memang seperti itu. Kalau ada penumpang suhu tubuhnya tinggi, langsung dirujuk tuh," katanya.
PENUMPANG Pesawat Tujuan Jakarta Dicegat
Satu orang calon penumpang pesawat dari Bandara SSK II Pekanbaru dengan tujuan ke Jakarta, terindikasi suspect virus corona.
Alhasil, penumpang yang merupakan seorang laki-laki itu, tidak diizinkan berangkat.
Dia pun langsung dirujuk ke rumah sakit, Senin (23/3/2020) kemarin.
Sarifudin Saragih, selaku Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Pekanbaru, membenarkan jika ada satu orang calon penumpang yang diduga suspect corona.
Hal ini diketahui dari pemeriksaan suhu tubuh ketika dia berada di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru.
"Iya benar, hasil pemeriksaan petugas Aviation Security (Avsec) suhu tubuhnya terdeteksi 38 derajat celcius ke atas. Saat diobservasi ada gejala (corona) sehingga kami rujuk ke rumah sakit," jelas Sarifudin, Selasa (24/3/2020).
Dia menerangkan, calon penumpang merupakan warga Jakarta yang berkunjung ke Kuansing, dan akan kembali ke Jakarta.
Dipaparkan Sarifudin, yang bersangkut kooperatif saat dilakukan pemeriksaan, hingga dibawa ke rumah sakit.
"Bahkan di rumah sakit sampai 3 jam menunggu untuk dapat kamar isolasi, pasiennya gak ada berusaha lari," tuturnya.
Ditambahkan Sarifudin, pasien saat ini sedang dirawat di rumah sakit.
"Sampelnya belum diambil baru besok mungkin untuk dikirim," paparnya.
Sementara itu, Executive General Manager (EGM) Bandara SSK II Pekanbaru, Yogi Prasetyo memaparkan, petugas bandara dalam hal ini hanya melakukan deteksi awal saja.
"Proses selanjutnya adalah, petugas Bandara akan mendata penumpang dan menghubungi petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara SSK II," ungkapnya.
Kemudian, penumpang yang memiliki suhu tubuh di atas 37,6 derajat celcius, akan diarahkan ke Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara SSK II untuk diperiksa lebih lanjut.
"Petugas KKP Bandara SSK II akan mendata identitas penumpang yang terindikasi terjangkit virus corona tersebut dan segera dilarikan ke RS terdekat atau RSUD Arifin Achmad dengan menggunakan ambulance milik KKP untuk penanganan dan pengecekan lebih lanjut," pungkasnya.
Seorang PDP Dirawat di Ruang Isolasi RSUD Bangkinang
Seorang Pasien Dalam Pantauan atau PDP dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Bangkinang sejak Senin (23/3/2020).
Pasien diketahui masuk RSUD Bangkinang sore hari.
Direktur RSUD Bangkinang, dr Asmara Fitrah Abadi membenarkan tentang adanya kabar tersebut.
Pasien diketahui warga Pekanbaru tinggal di Kampar.
Pasien diantarkan ke RSUD Bangkinang melalui layanan Public Safety Centre Dinas Kesehatan Kampar.
dr Asmara Fitrah Abadi mengatakan saat diterima kondisi pasien dalam keadaan ada batuk dan flu.
"Saat ini pasien dalam pengawasan kami," ungkapnya.
Pasien yang datang tersebut dikatakan saat ini dirawat dalam ruang isolasi RSUD Bangkinang.
"Dalam penanganan ini kita lakukan sesuai prosedur yang ada," ungkapnya.
Belum diketahui pasti pasien berasal atau tinggal di daerah kecamatan mana.
KASUS Virus Corona Naik Tajam di Riau Yakni Capai 1.823 ODP
Jumlah Orang Dalam Pemantuan (ODP) Virus Corona (Covid-19) di Provinsi Riau meningkat dratis jika dibandingkan sebelumnya.
Senin (23/3/2020) kemarin, Dinas Kesehatan Provinsi Riau mengumumkan ada 193 orang yang masuk dalam ODP.
Hanya berselang sehari, Selasa (24/3/2020) jumlah ODP di Riau meningkat tajam.
Berdasarkan data pantuan Covid-19 di Riau yang ditampilkan di webiste corona.riau.go.id jumlah OPD di Riau terhitung mulai 3 Maret sampai 24 Maret mencapai sebanyak 1.823 orang.
Ribuan ODP tersebut tersebar di 12 kabupaten kota di Riau. Diantaranya di Rohil 55 ODP, Rohul 90 ODP, Kampar 317 ODP, Kuansing 14 ODP, Pekanbaru 97 ODP, Dumai 68 ODP, Bengkalis ODP 984, Siak 51 ODP, Meranti 18 ODP, Pelalawan 4 ODP, Inhil 66 ODP dan Inhu sebanyak 59 ODP.
Dari jumlah tersebut, yang masih dalam proses pemantauan sebanyak 1.819. Sedangkan yang sudah selesai pemantuan sebanyak 4 orang.
Selain jumlah ODP yang meningkat tajam, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Riau juga mengalami peningkatan.
Dari 51 pasien menjadi 55 pasien.
Rincianya di Pekanbaru ada 36 PDP, Kampar 1 PDP, Dumai 6 PDP, Bengkalis 7 PDP, Pelalawan 2 PDP dan Inhil 3 PDP.
Dari 55 PDP tersebut, 42 orang masih dirawat, kemudian yang dinyatakan negatif ada 15 orang.
Dari 15 orang yang dinyatakan negatif tersebut 13 orang diantaranya sudah sembuh dan sudah pulang ke rumahnya masing-masing.
Sedangkan dua orang yang negatif masih dirawat di rumah sakit sampai menunggu kondisi kesehatanya benar-benar sehat baru diizinkan pulang.
"Sejauh ini untuk pasien yang positif virus corona ada satu orang. Saat ini pasien tersebut dirawat di ruang isolasi di RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir, Selasa (24/3/2020).
Walikota Pekanbaru Firdaus : Covid-19 Bak Fenomena Gunung Es
Walikota Pekanbaru Firdaus umpamakan Covid-19 bak fenomena gunung es, sementara itu polisi dari satuan Ditpolair intai pelabuhan tikus, dan Posko Corona Meranti resmi aktif.
Jumlah orang dalam pemantauan atau ODP dan pasien dalam pengawasan atau PDP di Kota Pekanbaru masih bertambah hingga Senin (23/3/2020).
Saat ini jumlah ODP mencapai 166 orang, sedangkan jumlah PDP sebanyak 22 orang.
Namun jumlah pasien yang positif Covid-19 hanya satu orang.
Walikota Pekanbaru, DR Firdaus MT menilai kasus covid-19 masih banyak yang belum terungkap.
Ia mengumpamakannya Covid-19 bak fenomena gunung es.
Ada kasus covid-19 yang belum terungkap.
Namun ia berharap jumlah pasien positif covid tidak bertambah.
Saat ini jumah pasien PDP setiap harinya terus bertambah.
"Ada penambahannya pasien PDP dan ODP dalam 24 jam ini," ulasnya usai rapat bersama unsur Forkopimda Kota Pekanbaru, Senin (23/3/2020).
ODP juga menyebar di seluruh kecamatan yang ada di Kota Pekanbaru.
Ia pun mengajak semua pihak bekerjasama dalam mencegah penyebaran covid-19 atau virus corona.
Firdaus menyebut upaya pencegahan harus dilakukan secara bersama.
Satu caranya dengan memberi kesempatan kepada peserta didik untuk belajar di rumah sementara.
"Kita harus serius menangani penyebaran virus ini, agar jumlah pasien tidak bertambah," terangnya.
Ia mengajak semua elemen masyarakat bersama untuk menjaga keselamatan bersama.
Cara dengan banyak menghabiskan waktu di rumah untuk sementara ini.
"Ini demi menyelamatkan diri kita dan orang-orang di sekitar kita," ulasnya.
Firdaus juga mengingatkan tokoh masyarakat, tokoh agama dan unsur pemerintah dari tingkatan RT bisa mengoptimalkan upaya penanganan covid-19.
"Kami mengajak agar mengikuti protokol yang ada dalam menjalani aktivitas," paparnya.
Ditpolair Polda Riau Pantau Pelabuhan Tikus
Dalam rangka mendukung program pemerintah, guna mengantisipasi dan memutus mata rantai penularan virus corona atau covid-19, Direktorat Polisi Air (Ditpolair) Polda Riau mengerahkan sejumlah kapal patroli.
Dengan kapal yang dibekali pengeras suara ini, petugas dari Ditpolair Polda Riau memberikan imbauan kepada masyarakat.
Khususnya di wilayah aliran sungai dan pesisir pantai.
Supaya melakukan langkah-langkah penanganan virus corona.
Diantaranya supaya masyamasyarakat bisa menerapkan pola hidup sehat, mencuci tangan yang bersih, dan menjaga kebersihan di lingkungannya.
Masyarakat juga diminta tidak keluar rumah jika tidak ada urusan yang terlalu penting, serta diminta hindari berjabat tangan.
"Kita minta tidak melakukan aktivitas yang mengumpulkan banyak orang. Masyarakat yang flu, batuk dan demam, periksakan diri ke Puskesmas terdekat dan ke rumah sakit," kata Direktur Polair Polda Riau, Kombes Badarudin, Senin (23/3/2020).
Dia memaparkan, ada beberapa macam kegiatan lain yang dilakukan jajarannya terkait penanganan wabah corona.
"Pertama kita sosialisasi kepada masyarakat, dibantu stake holder terkait, untik mendorong agar bisa bersama-sama mengantisipasi penyebaran virus ini. Khususnya di pelabuhan-pelabuhan di Kota Pekanbaru, maupun pelabuhan yang lain di Provinsi Riau," sebutnya.
Dijelaskan Badarudin, pihaknya turut dibantu oleh petugas dari KKP, Imigrasi dan KSOP.
"Untuk antisipasi, setiap penumpang yang masuk pelabuhan itu kita minta langsung mencuci tangan dengan sabun dan air bersih serta dengan hand sanitizer," terangnya.
"Kapal penumpang antar Provinsi, sebelum penumpang masuk ke kapal kita imbau gunakan masker dan hand sanitizer. Dilakukan juga pengecekan suhu tubuh," ucapnya lagi.
Sementara itu ditambahkan Badarudin, saat ini juga sudah ada larangan Warga Negara Asing (WNA) untuk masuk ke Indonesia.
Badarudin menyatakan, jajarannya juga akan memantau pelabuhan tikus yang terindikasi kerap dijadikan pintu masuk WNA.
"Kapal-kapal patroli juga melaksanakan kegiatan yang sama. Di pelabuhan tikus, seperti di Rupat misalnya. Kita antisipasi. Selain delapan kapal patroli, ada juga dua tim open ship untuk antisipasi," pungkasnya.
Posko Covid 19 Meranti Dioperasikan.
Gugus tugas antisipasi dan Penanggulangan Covid 19 di Kepulauan Meranti dirikan Posko Kedaruratan Kesehatan Masyarakat, Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 Kepulauan Meranti. Posko tersebut mulai diaktifkan hari ini Senin (23/3/2020).
Lokasi posko berada tepat di depan Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti, Jl. Kesehatan Kecamatan Tebingtinggi. Posko tersebut dibangun dengan memanfaatkan tenda hibah dari BNPB kepada BPBD setempat.
Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Covid-19 Kepulauan Meranti, Muhammad Fahri Skm mengatakan Posko layanan darurat bertujuan untuk memudahkan koordinasi dan informasi kepada seluruh tim gugus tugas, seperti yang tertuang dalam SK Bupati Kepulauan Meranti yang di dalamnya terdiri dari seluruh stakeholder Kepulauan Meranti.
"Untuk gerak cepat, apabila ada informasi terbaru tentang Covid-19 dapat segera di update, jadi seluruh informasi dan koordinasi bisa lebih cepat," ujar Fahri.
Fahri menjelaskan, posko pengaduan Covid-19 siaga 24 jam untuk menerima laporan apabila ada pasien yang terindikasi Covid-19.
Dikatakan Fahri bahwa seluruh koordinasi yang bersifat rapat akan dikurangi, sehingga posko ini sangat berguna apabila ada tim yang ingin beekoordinasi dan menyampaikan informasi terhadap kesehatan masyarakat.
Dikatakan Fahri pihaknya tetap melakukan pemantauan terhadap WNI yang baru memiliki riwayat perjalanan dari luar negeri.
"Sabtu kemarin kita sudah tinjau ke Pelabuhan Tanjung Harapan. Jadi, untuk WNI tersebut kita minta selama 14 hari tetap berada di rumahnya masing-masing," tuturnya.
Fahri mengungkapkan, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 asal Kepulauan Meranti ada dua orang.
Selanjutnya untuk jumlah orang dalam pengawasan (ODP) terdapat sembilan orang.
"Total ODP sembilan orang, angka tersebut meningkat dari angka pekan lalu empat orang. Sembilan orang ODP itu baru pulang dari Malaysia,"ujarnya.
Selain itu saat ini juga terdapat orang dalam resiko (ODR) terdapat ratusan orang.
Walupun demikian, saat ini ia memastikan belum ada seorangpun warga Kepulauan Meranti yang dinyatakan positif.
"Sampai hari belum ada warga Kepulauan Meranti yang positif terjangkit virus corona, yang ada itu PDP, itu dua orang suspect yang dirujuk ke Pekanbaru dan Dumai. Itupun belum tau, saat ini kita masih menunggu hasil labnya," ujar Fahri.
Sumber: tribunpekanbaru.com
komentar Pembaca