Jumat, 08 Mei 2026
  • Home
  • Olahraga
  • Luka Robek Tak Dirasa, Mahasiswi Asal Riau Ini Nangis Dikalungi Medali Emas di Ajang Internasional

Luka Robek Tak Dirasa, Mahasiswi Asal Riau Ini Nangis Dikalungi Medali Emas di Ajang Internasional

Admin
Kamis, 04 Agu 2022 09:11
pekanbaru.tribunnews.com

RENGAT - Memar dan luka robek selama latihan tak dirasa oleh Mahasiswi Asal Riau ini. Berkat kegigihannya, atlet panjat tebing bernama Puja Lestari berhasil mengharumkan nama Indonesia.

Mahasiswi Asal Riau ini meraih emas pada ajang Asean University Games 2022 yang digelar di Thailand.

Medali emas itu menjadi yang pertama Mahasiswi Asal Riau kelahiran Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) tersebut.

Saat wawancara , Mahasiswi Asal Riau itu mengungkapkan perasaannya.

Puja Lestari, Mahasiswi Asal Riau ini terharu sekaligus tidak menyangka atas juara medali emas tersebut.

Mahasiswi Jurusan Kepelatihan Olahraga Universitas Negeri Jakarta (UNJ) tersebut mengungkapkan, selama di Thailand ia tidak lupa menelepon orangtuanya.

"Sebelum bertanding saya menelepon orangtua, pas kualifikasi saya telepon lagi, waktu masuk final saya telepon lagi. Memohon doa orangtua supaya bisa meraih medali emas," ujarnya.

Berkat restu dan semangat orangtua, Puja yang diturunkan pada nomor speed world record relay putri itu berhasil meraih medali emas.

Bahkan ia bersama rekan-rekan timnya mencatatkan selisih waktu hingga 28 detik dengan tim lawan mereka di final.


"Rasa tidak menyangka, saya berhasil meraih medali emas. Waktu pengalungan medali saya sempat menangis terharu, tapi tidak kelihatan," katanya.

Medali emas pertama bagi Puja di ajang internasional membuat Puja semakin semangat untuk mewujudkan mimpinya meraih juara di ajang Olimpiade.

"Ini membuktikan latihan saya selama ini tidak sia-sia, dan saya semakin bersemangat untuk berlatih," tegasnya.

Asean Univesity Games tersebut diikuti oleh 40 orang atlet mahasiswa yang berasal dari negara-negara di Asia Tenggara.

Sebelumnya, Puja juga sudah mengikuti kejuaraan panjat tebing dunia di Swiss.

Di sana, Puja berhadapan dengan atlet dari 12 negara.

Meski gagal meraih medali, di ajang tersebut Puja berhasil mencatatkan waktu 9,07 detik dan menempati posisi 36.

Pada nomor pertandingan speed women di ajang kejuaraan panjat tebing dunia tersebut,

Puja mampu mengalahkan atlet panjat tebing dari tiga negara, yakni Korea, Kazakhstan, dan Mexico.

Puja saat ini tengah dipersiapkan untuk mengikuti ajang Olimpiade Los Angelas tahun 2028 mendatang.

Oleh karena itu, Puja mengikuti pelatihan di pusat pelatihan nasional.

Selama mendapat pelatihan, Puja dilatih oleh para profesional di Cabang Olahraga (Cabor) Panjang Tebing.

Selain itu, Puja juga mendapat sejumlah fasilitas diantaranya, pendidikan, tempat tinggal dan juga kebutuhan vitamin dan nutrisi untuk menunjang kebugaran tubuhnya.

Pada wawancara sebelumnya, selama pelatihan Puja mengaku merasakan banyak suka duka.

Tak jarang ia mendapatkan luka robek, kulit pecah atau memar.

Namun semua pengalaman itu menurut Mahasiswi Asal Riau ini adalah pengalaman luar biasa.

Bagi Mahasiswi Asal Riau tersebut, keberhasilannya sampai saat ini adalah berkat doa restu dari orangtuanya.

Sumber: pekanbaru.tribunnews.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.