Senin, 08 Jun 2026
  • Home
  • Olahraga
  • Profil Maria Kristin, Pebulu Tangkis Tunggal Putri Indonesia Terakhir yang Sumbang Medali di Olimpiade

Profil Maria Kristin, Pebulu Tangkis Tunggal Putri Indonesia Terakhir yang Sumbang Medali di Olimpiade

Admin
Senin, 09 Agu 2021 15:10
okezone.com

TUBAN - Maria Kristin Yulianti menjadi pebulu tangkis tunggal putri terakhir yang mampu menyumbang medali untuk Indonesia di ajang Olimpiade. Dia mendapat perunggu di Beijing 2008.

Dia mengalahkan wakil China, Lu Lan, lewat pertandingan perebutan medali perunggu yang berlangsung tiga set. Dia kalah dengan skor 11-21 di set pertama. Namun pemain jebolan PB Djarum itu bangkit di set kedua dan menang 21-13. Dia pun menutup set ketiga dengan kemenangan 21-15.

Wanita bertinggi 169 cm itu memiliki catatan prestasi yang apik di awal kariernya di ajang internasional. Beberapa prestasi yang dia capai adalah juara Indonesian Satellite 2002 sampai 2003, Singapore Satellite 2004 dan juara Cheers Asian Satellite 2006.

Dia pertama kali membela Indonesia pada tahun 2002 dan memutuskan untuk pensiun dini pada 2012 karena cedera lutut yang berkepanjangan. Dalam 10 tahun kariernya di dunia bulu tangkis internasional, dia mempersembahkan beberapa gelar untuk Indonesia.

Pada gelaran SEA Games 2007, Maria menggaet dua medali emas dari nomor tunggal putri perseorangan dan nomor beregu putri. Prestasi terbaiknya adalah di ajang Olimpiade Beijing 2008, ketika dia mempersembahkan medali perunggu dan menjadi yang terakhir bagi tunggal putri Indonesia sampai Tokyo 2020.

Ibu dua anak itu menceritakan pertandingan paling mengesankan sepanjang karirnya. Laga itu pada 2003 di ajang Piala Sudirman, dia mengalahkan pebulu tangkis asal Inggris yang memiliki peringkat jauh di atasnya.

Piala Uber 2006 menjadi turnamen paling mengecewakan bagi dirinya. Maria merasa tampil kurang maksimal karena cedera yang dialaminya.

Usai gantung raket pada 2012, dia dikabarkan sempat menjadi pelatih bulutangkis U-15 dan U-14 di PB Djarum pada 2014. Dia menikahi Andri Setianto pada 2016.

Maria bertemu dengan Andri di Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2015. Saat itu, dia menjadi tim pencari bakat dan Andri adalah kamerawan salah satu TV swasta nasional.

Indonesia kini memiliki Gregoria Mariska yang duduk di peringkat 21 dunia nomor tunggal putri. Dia kalah dari wakil Thailand, Ratchanok Intanon di Tokyo 2020 pada babak 16 besar. Perjalanan Gregoria menuju Paris 2024 masih tiga tahun lagi. Menarik untuk ditunggu, apakah dirinya akan menjadi sosok yang membuka puasa gelar tunggal putri Indonesia di Olimpiade musim panas di Benua Biru nanti.

Sumber: okezone.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.