Rabu, 29 Apr 2026
  • Home
  • Opini
  • Gelobalisasi Sebabkan Kendurnya Ikatan Nasionalisme

Gelobalisasi Sebabkan Kendurnya Ikatan Nasionalisme

Oleh : Aditya Prahara
Selasa, 11 Agu 2015 14:08

Globalisasi yang telah melanda seluruh dunia termasuk Indonesia telah membawa dampak yang signifikan terhadap mengendurnya ikatan nasionalisme, dan telah mengerus nilai patriotisme yang tumbuh dan berkembang di Indonesia.

Globalisasi juga telah melahirkan ruang sosiokultural yang spektakuler dalam hubungan antar bangsa dan interkoneksi yang melampaui batas-batas geografis dan kedaulatan negara.

Adapun dampak globalisasi yang signifikan, yaitu melunturnya ikatan-ikatan kebangsaan Indonesia sebagai akibat pengaruh sosial budaya barat yang telah merasuk ke setiap sendi-sendi kehidupan masyarakat.

Dalam rangka untuk memperkuat dan meningkatkan keyakinan politik terhadap nilai-nilai kebangsaan, norma-norma konstitusi, prinsip-prinsip utama dalam bernegara dan kemajemukan masyarakat Indonesia sebagai sebuah kekuatan potensial dalam merajut persatuan bangsa dan keutuhan NKRI.

Mau tidak mau harus kita akui bahwa nilai-nilai universal, individualisme, kapitalisme dan liberalisme yang menggeser nilai-nilai nasionalisme Bangsa Indonesia seperti, semangat gotong royong, tenggang rasa, dan kekeluargaan sebagai jati diri bangsa yang bersumber dari Pancasila dan UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika mulai terdegradasi.

Apabila hal ini tidak segera diatasi, maka Bangsa Indonesia akan kehilangan jati dirinya, sehingga sudah menjadi keharusan bagi setiap komponen Bangsa Indonesia untuk bertanggung jawab dalam mencari solusi atau jalan pemecahan terhadap persoalan ini, salah satunya adalah melalui kegiatan sosialisasi empat pilar kebangsaan.

Sangatlah penting bagi kita untuk memahami  Pancasila sebagai dasar negara, ideologi bangsa dan falsafah bangsa. UUD 1945 bisa dipahami sebagai konstutusi tertulis dan hukum dasar negara yang mengatur tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara dan berpemerintahan.

Sedangkan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan bangsa Indonesia agar semakin diresapi dan dijiwai bangsa Indonesia dan NKRI terus diperkuat pemahamannya sebagai bentuk yang ideal, dan juga Bhinneka Tunggal Ika, sebagai sebuah realita yang mencerminkan pluralisme masyarakat (sosio-kultural), Kebhinekaan (keberagaman) masyarakat tetapi tetap menjadi satu bangsa Indonesia, banyak suku, tetapi hanya satu bangsa Indonesia. Serta dapat menerima dan menghargai perbedaan serta meniadakan perbedaan.


Pancasila sebagai dasar negara, harus dirawat dan dilestarikan serta dipahami dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dimana Pancasila juga sebagai ideologi bangsa Indonesia.

Pancasila sebagai dasar negara, falsafah bangsa, ideologi Bangsa Indonesia serta faktor pemersatu bangsa yang majemuk, jiwa dan kepribadian bangsa serta prinsip-prinsip dasar bernegara dan berbangsa dan sumber dari segala sumber hukum.

Tidak hanya itu pancasila juga sebagai sumber inspirasi dalam pergaulan internasional, cerminan harkat dan martabat bangsa serta paradigma berperilaku, dan tidak boleh ketinggalan jugab UUD 1945 harus dipahami sebagai hukum dasar Negara, norma-norma hukum tertinggi yang mengatur sistem pemerintahan negara, mengatur batasan-batasan kekuasaan didalam negara dan mengatur perlindungan dan penjaminan Hak Asasi Manusia (HAM).

Terakhir NKRI sebagai bentuk yang ideal bagi masyarakat yang majemuk untuk memperkokoh persatuan. Negara kesatuan sebagai antitesis dari negara federal yang dapat memecah belah bangsa. Merdeka, Merdeka, Merdeka Salam Perjuangan Dari : Aditya Prahara
PANCASILA BERDAULAT
BANGSA SELAMAT
SELAMAT HARI KEMERDEKAAN BANGSA INDONESIA KE-70  : 17 AGUSTUS 1945


Penulis : Aditya Prahara  Wartawan SpiritRiau.Com

Opini
Berita Terkait
  • Selasa, 28 Apr 2026 22:18

    Budaya Indonesia Masuk Ruang Digital, Ini yang Terjadi di Museum Nasional

    JAKARTA - Pemerintah bersama sejumlah pihak swasta dan platform digital menghadirkan pameran serta aktivasi karakter kreatif yang terinspirasi budaya Indonesia di Museum Nasional Indone

  • Selasa, 28 Apr 2026 22:15

    Pasca Kecelakaan, Bos Danantara Tegaskan Evaluasi Total Sistem Keselamatan Kereta

    JAKARTA â€" Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan P. Roeslani menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas tragedi kecelakaan yang melibatkan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek pad

  • Selasa, 28 Apr 2026 22:12

    Purbaya Akan Tanggung 100 Persen PPN Avtur

    JAKARTA â€" Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa resmi menerbitkan kebijakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) sebesar 100 persen untuk pembelian tiket pesawat

  • Selasa, 28 Apr 2026 22:10

    Tembus Sistem Pertahanan AS, Jet Tempur Jadul F-5 Iran Bom Pangkalan Udara Kuwait

    JAKARTA â€" Sebuah laporan mengklaim bahwa jet tempur lawas F-5 Angkatan Udara Iran berhasil menembus sistem pertahanan udara AS dan mengebom pangkalan militer Camp Buehring di Kuwait dalam peran

  • Selasa, 28 Apr 2026 22:08

    Iran Ajukan Proposal kepada AS untuk Buka Selat Hormuz, Akhiri Perang

    JAKARTA - Iran telah mengajukan proposal baru kepada Amerika Serikat (AS) untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri perang, dengan menunda negosiasi nuklir ke tahap selanjutnya. Proposal

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.