Minggu, 14 Jun 2026
  • Home
  • Opini
  • Gelobalisasi Sebabkan Kendurnya Ikatan Nasionalisme

Gelobalisasi Sebabkan Kendurnya Ikatan Nasionalisme

Oleh : Aditya Prahara
Selasa, 11 Agu 2015 14:08

Globalisasi yang telah melanda seluruh dunia termasuk Indonesia telah membawa dampak yang signifikan terhadap mengendurnya ikatan nasionalisme, dan telah mengerus nilai patriotisme yang tumbuh dan berkembang di Indonesia.

Globalisasi juga telah melahirkan ruang sosiokultural yang spektakuler dalam hubungan antar bangsa dan interkoneksi yang melampaui batas-batas geografis dan kedaulatan negara.

Adapun dampak globalisasi yang signifikan, yaitu melunturnya ikatan-ikatan kebangsaan Indonesia sebagai akibat pengaruh sosial budaya barat yang telah merasuk ke setiap sendi-sendi kehidupan masyarakat.

Dalam rangka untuk memperkuat dan meningkatkan keyakinan politik terhadap nilai-nilai kebangsaan, norma-norma konstitusi, prinsip-prinsip utama dalam bernegara dan kemajemukan masyarakat Indonesia sebagai sebuah kekuatan potensial dalam merajut persatuan bangsa dan keutuhan NKRI.

Mau tidak mau harus kita akui bahwa nilai-nilai universal, individualisme, kapitalisme dan liberalisme yang menggeser nilai-nilai nasionalisme Bangsa Indonesia seperti, semangat gotong royong, tenggang rasa, dan kekeluargaan sebagai jati diri bangsa yang bersumber dari Pancasila dan UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika mulai terdegradasi.

Apabila hal ini tidak segera diatasi, maka Bangsa Indonesia akan kehilangan jati dirinya, sehingga sudah menjadi keharusan bagi setiap komponen Bangsa Indonesia untuk bertanggung jawab dalam mencari solusi atau jalan pemecahan terhadap persoalan ini, salah satunya adalah melalui kegiatan sosialisasi empat pilar kebangsaan.

Sangatlah penting bagi kita untuk memahami  Pancasila sebagai dasar negara, ideologi bangsa dan falsafah bangsa. UUD 1945 bisa dipahami sebagai konstutusi tertulis dan hukum dasar negara yang mengatur tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara dan berpemerintahan.

Sedangkan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan bangsa Indonesia agar semakin diresapi dan dijiwai bangsa Indonesia dan NKRI terus diperkuat pemahamannya sebagai bentuk yang ideal, dan juga Bhinneka Tunggal Ika, sebagai sebuah realita yang mencerminkan pluralisme masyarakat (sosio-kultural), Kebhinekaan (keberagaman) masyarakat tetapi tetap menjadi satu bangsa Indonesia, banyak suku, tetapi hanya satu bangsa Indonesia. Serta dapat menerima dan menghargai perbedaan serta meniadakan perbedaan.


Pancasila sebagai dasar negara, harus dirawat dan dilestarikan serta dipahami dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dimana Pancasila juga sebagai ideologi bangsa Indonesia.

Pancasila sebagai dasar negara, falsafah bangsa, ideologi Bangsa Indonesia serta faktor pemersatu bangsa yang majemuk, jiwa dan kepribadian bangsa serta prinsip-prinsip dasar bernegara dan berbangsa dan sumber dari segala sumber hukum.

Tidak hanya itu pancasila juga sebagai sumber inspirasi dalam pergaulan internasional, cerminan harkat dan martabat bangsa serta paradigma berperilaku, dan tidak boleh ketinggalan jugab UUD 1945 harus dipahami sebagai hukum dasar Negara, norma-norma hukum tertinggi yang mengatur sistem pemerintahan negara, mengatur batasan-batasan kekuasaan didalam negara dan mengatur perlindungan dan penjaminan Hak Asasi Manusia (HAM).

Terakhir NKRI sebagai bentuk yang ideal bagi masyarakat yang majemuk untuk memperkokoh persatuan. Negara kesatuan sebagai antitesis dari negara federal yang dapat memecah belah bangsa. Merdeka, Merdeka, Merdeka Salam Perjuangan Dari : Aditya Prahara
PANCASILA BERDAULAT
BANGSA SELAMAT
SELAMAT HARI KEMERDEKAAN BANGSA INDONESIA KE-70  : 17 AGUSTUS 1945


Penulis : Aditya Prahara  Wartawan SpiritRiau.Com

Opini
Berita Terkait
  • Sabtu, 13 Jun 2026 18:14

    Satgas Pamtas Yonarhanud 1/PBC/1 Kostrad Kembali Ukir Prestasi, Gagalkan Penyelundupan 21,4 Kg Sabu dan Amankan WNA di Entikong

    Entikong - Satgas Pamtas RIâ€"Malaysia Yonarhanud 1/PBC/1 Kostrad kembali menorehkan prestasi gemilang dalam menjaga kedaulatan negara dan melindungi generasi bangsa dari ancaman narkotika. Personel P

  • Sabtu, 13 Jun 2026 18:13

    Taekwondo Indonesia Loloskan 3 Atlet ke Asian Games Nagoya 2026, Siap Tantang Raksasa Asia

    Jakarta - Tidak semua kemenangan diumumkan dari atas podium. Sebagian datang lebih dahulu melalui lembar hasil pertandingan, akumulasi poin, dan keputusan resmi yang memastikan sebuah negara berhak me

  • Sabtu, 13 Jun 2026 16:24

    Liquid Narkoba Beredar di Pekanbaru, dr. Nining: Jangan Pernah Mencoba Kalau Tidak Mau Kecanduan

    Jangan pernah mencoba, sebab isi pod getar bukan seperti vape yang isinya hanya sekadar nikotin.Tapi pod getar ini memang dikaitkan dengan zat yang isi di dalamnya itu adalah mengandung etomidat.Sekar

  • Sabtu, 13 Jun 2026 16:06

    Antusias Warga dan Personel Polling Dukung Tim Jagoan,

    PEKANBARU - Antuasias Piala Dunia 2026 tampak di seluruh Polsek Polres Dumai, Sabtu (13/6/2026).Bersama dengan warga, semangat perhelatan sepakbola dunia empat tahunan tersebut begitu terasa lewat keg

  • Sabtu, 13 Jun 2026 16:02

    KPK Sita Dokumen Penting Terkait Kasus Suap Pengadaan di Muara Enim

    Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan penyitaan sejumlah dokumen penting terkait proses pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muara Enim. Tindakan ini merupakan bag

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.