Rabu, 05 Agu 2026
  • Home
  • Opini
  • Hilirisasi Penelitian Berbasis Teknologi pada Perguruan Tinggi

Opini

Hilirisasi Penelitian Berbasis Teknologi pada Perguruan Tinggi

Oleh: Mahyuddin K. M. Nasution
Minggu, 06 Nov 2016 09:29
Internet
Ilustrasi
Paradigma kinerja perguruan tinggi (PT) saat ini telah mengalami pergeseran dari pola pikir manajemen klasik ke mana­jemen ber­basis pengetahuan. Namun para pengikut manajemen klasik memandang arah baru inisebagai pembenaran masuknya bisnis dan politik ke dunia kampus, tetapi sebe­narnya alasan itu hanya akal-akalan saja oleh pe­ngikut pola pikir klasik, yang tepatnya ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi baik itu PT atau alumninya. Kompetensi diba­ngun dari aktivitas dan kinerja tri dharma PT: Pendidikan, Riset dan Pengembangan, Pelayanan kepada Masyarakat. Pelaksanaan pendidikan saat ini dikampus tidak bisa lagi berdiri sendiri, tanpa adanya kegiatan pene­litian. Lalu keduanya dipandang tidak ber­manfaat bagi ling­­kungan sosialnya jika ke­giatan pelayanan kepada ma­syarakat tidak dilaksanakan.

Paradigma klasik yang diperankan saat ini, menyebabkan kebanyakan dosen di PT sehari-sehari hanya mengajar di ruang kelas dengan materi yang tidak pernah diperba­harui, tidak ada bukti dua dharma lain dise­lenggarakan dengan baik,akibatnya transfer pengetahuan tidak mampu membaiki mutu pendidikan. Sedangkan, pelajaran yang diajarkan dika­takan bermateri baru apabila dilakukan riset pada bidang keilmuan itu. Sudah lama pada bidang akademi, pendidikan berbasis luaran (output): Alumni yang memi­liki kompetensi. Sekarang ini, peruba­han cara ukur telah juga terjadi pada dharma riset dan dharma pelayanan kepada masyarakat: Pelaksanaan riset tidak lagi berbasis proses, tetapi berbasis luaran seperti publikasi ilmiah; sedangkan pada pelayanan kepada masyara­kat, luarannya adalah kehidupan masyarakat menjadi lebih baik. Cara pandang ini terus diperbaiki, dharma terakhir harus menjadi langkah awal bagi dunia kampus untuk meng­hilirisasi penelitian.

Perubahan paradigma dari berbasis proses menjadi ber­basis luaran pada tri dharma PT belum cukup untuk me­ningkatkan kom­petensi suatu PT, tetapi dalam rangka itu perlu meng­hilirisasi penelitian, untuk mendorong tum­buhnya industri yang kuat dan memiliki daya saing, agar produk dalam ne­geri menjadi tuan di rumahnya sendiri, dan mendorong perekonomian Negara dan masyarakat supaya meningkat. Selain itu, yang terpenting adalah membaiknya indeks pem­bangunan manusia (IPM) Indonesia.

Konsep dan Alasan Hilirisasi Penelitian

Setiap riset baik yang dilakukan oleh dosen ataupun mahasiswa (tugas akhir, skripsi, tesis atau disertasi) bertujuan untuk mendorong aktivitas akademi menjadi lebih bermutu. Setiap orang agar mampu berkompetisi sesuai dengan kom­petensinya tidak saja harus mengetahui (to know) tetapi mampu memahami (do being). Misalnya, seseorang me­ngetahui dengan baik apa yang disebut dengan kaca spion pada kenderaan bermotor, tetapi ketika seseorang itu meng­ganti dan mengubah apa yang telah baku tanpa alasan il­miah, itu menunjukkan ketidakmampuan­nya memahami keberadaan alat tersebut untuk sebuah sepeda motor. Se­seorang tidak sekedar harus memiliki keahlian (skill) tetapi haruslah beretika (moral) untuk mampu berkompetisi dalam dunia modern. Banyak hewan mampu menggunakan alat bantu untuk melangsungkan kehidupannya, tetapi tidak memahami filosofis kehidupannya, yaitu beretika dan berbudaya.

Sains diperlukan sebagai fondasi bagi tek­nologi se­bagaimana riset dibutuhkan untuk memperkaya kebudayaan di mana teknologi berperan dalam kesejahterakan manusia. Oleh karena itu, sains seperti matematika, fisika dan lainnya tidak dengan sendirinya dapat menghadirkan teknologi, perlu adanya kajian terus-menerus dan mendalam agar sains tidak tinggal di dalam buku-buku di perpustakaan, per­lu adanya riset untuk menggali potensi-potensi yang mampu meningkatkan kehidupan manusia. Demikian juga, riset agar tidak tinggal dalam kampus dan supaya bermanfaat, haruslah dihilirisasi: Suatu cara untuk membangun budaya riset yang memperkuat perekonomian nasional.

Membangun Hilirisasi

Diperlukan kerjasama tiga parti antara academic, bu­siness, dan government (dising­kat ABG) untuk membangun hilirisasi riset. Kampus tempat tersimpannya hasil-hasil riset dan masyarakat adalah pasar penerapan riset. Oleh karena itu diperlukan perantara: Bisnis apakah itu bidang industri atau perusahaan untuk menghubungkan luaran riset dengan ke­butuhan masyarakat; Pemerintah, yang me­miliki kuasa untuk menerapkan kebijakan (hasil riset) dan memiliki wilayah kerja di mana masyarakat berada, bertindak sebagai pemegang komitmen dan pendukung setiap aktivitas. Per­talian erat ABG untuk me­ngem­bangkan hilirisasi riset akan melahirkan suatu daerah yang dikelola oleh ABG secara bersa­ma-sama. Daerah itu disebut taman sains dan teknologi (science technopark, disingkat STP).

Teori entropi menyatakan bahwa secara alami segala sesuatu akan mengalami degra­dasi, yang muda akan tua dan hilang, yang sehat akan sakit dan mati, yang kuat akan lemah dan layu, dan atas dasar itu di­per­lukan suatu usaha regenerasi setiap ba­gian yang mengalami degradasi untuk melawannya dengan sifat negatif (membalikkan sifat alami itu). Hal ini juga berlaku dalam dunia bisnis, dunia usaha, dan masyarakat.

Jadi setiap bisnis memerlukan inovasi agar usaha itu mampu bertahan, misalnya suatu bisnis yang memiliki merek perlu mendaf­tarkan mereknya jika tidak akan dibajak oleh orang lain; jika ada proses dalam bisnis maka perlu mempatenkannya agar terlindungi dari peniruan; jika ada produknya juga perlu diklaim dalam bentuk hak kekayaan inte­lektual (HKI) agar produk yang sama tidak muncul dan mematikan usaha yang telah dirintis dari awal. HKI setiap hasil rekayasa baik yang wujud (tangible) maupun yang tidak wujud (intangible) perlu diadminis­trasikan dengan baik untuk mencegah benturan lain disebabkan oleh orang lain yang berkepentingan terhadap keuntungan semata. Semua itu memerlukan riset kembali untuk membuktikan bahwa tidak ada proses, kandungan, dan merek yang sama untuk suatu produk industri atau usaha. Demikian, riset memerlukan penerapan dan dipasarkan kepada masyarakat selain agar masyarakat dapat belajar dan juga masyarakat akan terlin­dungi dari segala sesuatu yang merusak tata­nan kehidupannya. Setiap bisnis memerlukan inovasi untuk bertahan dan mengembangkan diri, tetapi inovasi tidak ada tanpa riset. Salah satu tempat riset adalah dunia akademik.

Usaha kecil dan menengah perlu dibangun dari inovasi-inovasi untuk mendukung dan meningkatkan ekonomi nasional. ABG sebagai satu kesatuan perlu membangun STP, Propinsi Sumatera Utara memerlukan itu, sebagaimana pengalaman dari keberhasilan Tsing Hua University Science Park (TusPark) di Tiongkok, Daedeok Innopolis di Korea, Solo Technopark di Indonesia. Pada STP disatukannya aktivitas industri dan bisnis yang terintegrasi ke dalam pembelajaran, riset, pengajaran, pelatihan, dan adanya pusat percontohan untuk keahlian khusus yang menjadi potensi di suatu PT. Berdasarkan itu, hilirisasi riset dibentuk dari pengem­bangan dari PusatKajian/Studi atau Pusat Penelitian yang ada di Lembaga Penelitian PT menjadi PUI, yaitu Pusat Unggulan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK).

Berdirinya PUI sebagai organisasi sendiri maupun ber­kolaborasi dengan organisasi lainnya (konsorsium) adalah untuk melaksa­nakan kegiatan-kegiatan riset spesifik secara multi- dan interdisiplin dengan standar hasil yang sangat tinggi serta relevan dengan kebu­tuhan pengguna, PUI ber­fungsi untuk me­ning­katkan kapasitas dan kapabilitas kelem­bagaan, sumberdaya, dan jaringan IPTEK pada bidang-bidang prioritas spesifik agar terjadi pening­katan relevansi dan produk­tivitas serta penda­yagunaan IPTEK dalam sektor produksi untuk menumbuhkan pere­konomian nasional dan berdampak pada pe­ningkatan kesejahteraan masyarakat. Selain PUI, STP didukung oleh Pusat Inkubator usaha dan industri yang telah ada pada PT. Demikian juga, PUI harus didu­kung oleh sumber daya manusia dan aset ilmiah seperti laboratorium, publikasi ilmiah inter­nasional, bentuk-bentuk diseminasi (penye­barluasan) pengetahuan lainnya.

Tri dharma PT tidak dapat berdiri sendiri pelaksanaannya untuk menghadirkan kompe­tensi pada alumni PT. Demikian juga, PT tidak dapat berdiri sendiri tanpa dunia bisnis dan pemerintah, yang disingkat ABG. Hili­risasi riset satu bentuk kerjasama ABG untuk mendukung tri dharma PT terutama riset, sehingga dengan demikian masyarakat dapat ber­adaptasi dengan perubahan-perubahan yang disebabkan oleh teknologi, peraturan, alam dan benturan pengaruh sosial.***

Penulis adalah Wakil Rektor III bidang Riset, Pengabdian kepada Masyarakat dan Kerjasama USU.

Sumber:harian.analisadaily.com

Opini
Berita Terkait
  • Selasa, 04 Agu 2026 16:49

    Jawab Isu Status BI, Menkeu Sebut Perubahan Sistem Kurang Tepat

    JAKARTA - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa angkat bicara merespons isu yang menyebutkan Bank Indonesia (BI) akan masuk di bawah naungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Ia memastikan wacana ters

  • Selasa, 04 Agu 2026 16:14

    Gelar Sesepuh Raja-raja Timor Pada Jokowi Ditolak Banyak Pihak, PSI Klaim Sudah Korum

    Kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dedy Nur Palakka, memberikan respons terhadap polemik yang muncul usai mantan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menerima gelar adat sebagai Sesepuh Raja-Raja T

  • Selasa, 04 Agu 2026 15:37

    Pria di Minas Ditemukan Tewas di Semak Dekat Kebun Sawit, Dilaporkan Hilang 6 Hari Lalu

    SIAK-Dilaporkan hilang, seorang pria ditemukan meninggal dunia setelah enam hari di semak belukar dekat kebun sawit warga di Kampung Minas Barat, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak. Korban diketahui

  • Selasa, 04 Agu 2026 15:21

    Pasar Murah Pemprov Riau Hari Ini di Rumbai Barat, Ada Beras hingga Minyakita Harga Terjangkau

    PEKANBARU-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau kembali menggelar pasar murah di Kota Pekanbaru pada Selasa (4/8/2026).Kali ini, kegiatan dipusatkan di halaman Kantor Camat Rumbai Barat sebagai upaya mem

  • Selasa, 04 Agu 2026 15:20

    Kujungi Pekanbaru, Wamenkes Sebut Kesehatan Masyarakat Tak Bisa Hanya Mengandalkan Rumah Sakit

    PEKANBARU - Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat tidak bisa hanya mengandalkan rumah sakit, dokter, maupun pelayanan medis. Upaya tersebut juga harus dibarengi dengan peningkatan kesejahtera

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor sabithoki