Selasa, 21 Jul 2026
opini
Menyoal Komunikasi Publik Green for Riau
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Senin, 20 Jul 2026 14:24
INISIATIF Green for Riau merupakan inisiatif yang erat kaitanya dalam rangka memanfaatkan momentum perdagangan karbon di tingkat global. Proses persiapanya sedang dilakukan Pemerintah Provinsi Riau melalui Sekretariat Green for Riau. Secara kelembagaan sudah ditetapkan Pemerintah Provinsi Riau melalui pembentukan Tim Koordinasi Pelaksanaan Inisiatif Green for Riau. Berbagai kegiatan tengah dan akan dilakukan dalam proses ini yang secara teknis dilakukan Pemerintah Provinsi Riau bersama mitra antara lain UNEP dibantu Perkumpulan Pusat Informasi Lingkungan Indonesia (PILI) Bogor dan Yayasan Pesona Tropis Alam Indonesia (PETAI) Medan.
Pertanyaanya apakah para pihak termasuk masyarakat sudah mengetahui secara utuh terhadap pelaksanaan program ini. Belum ada data atau informasi yang pasti untuk menjawab pertanyaan itu. Karena belum ada upaya khusus seperti riset untuk mengukurnya dan tidak harus juga melakukanya. Untuk melihat itu dapat dilihat dengan beberapa fenomena yang akhir-akhir ini muncul dan mencuat ke publik seputar pelaksanaan program Green for Riau. Salah satunya adalah munculnya informasi di media sosial tentang adanya dana sekitar Rp66 miliar. Tidak jelas informasi tersebut diperoleh atau sumbernya dari mana dan sudah dibantah oleh Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau. Namun secara umum, fenomena itu sudah cukup menggambarkan komunikasi publik dari pelaksanaan program ini.
Beberapa diskusi dengan para pihak di beberapa kesempatan juga mengindikasikan bahwa masih terdapat para pihak terkait yang belum memahami secara benar dan utuh tentang pelaksanaan program ini. Fenomena ini menjadi menarik untuk dianalisis termasuk alternatif upaya yang patut dilakukan. Menurut pengamatan Penulis, salah satu faktor yang mendukung kondisi tersebut adalah komunikasi publik yang sudah dilakukan Sekretariat Green for Riau. Upaya yang dilakukan dan jangkauan yang sudah dihasilkan dianggap berbagai pihak belum efektif menjangkau publik.
Secara program, Sekretariat Green for Riau sudah bekerjasama dengan salah satu media partner di Provinsi Riau yang berkedudukan di Pekanbaru. Penyebaran informasi melalui podcast secara regular dilakukan di media tersebut dengan berbagai nara sumber secara bergantian. Pertanyaanya apakah penyebaran informasi melalui cara tersebut efektif dan bisa menyasar banyak orang. Untuk bisa menjawabnya bisa dilihat dari pemirsa yang menonton setiap kali publikasi podcast dilakukan. Karena jumlah penonton merupakan salah satu indikator sederhana sebagai respon terhadap kemasan komunikasi tersebut disukai publik atau tidak. Dan tentu saja harapanya adalah dapat memahami subtansi konten informasinya.
Selain itu, Sekretariat Green for Riau juga sudah didukung oleh tenaga konsultan atau tenaga ahli bidang komunikasi yang tentu saja handal, hebat dan berpengalaman di bidang komunikasi publik. Berbagai upaya sudah dilakukan termasuk membangun kanal komunikasi yang beragam, lengkap dan terbuka. Mulai dari website resmi, media sosial, kanal komunikasi dan pengaduan hingga komunikasi langsung ke para pihak dalam berbagai kesempatan. Komunikasi dengan media massa mainstream juga diklaim sudah dilakukan termasuk dengan organisasi media massa lokal dan berbagai media yang ada di Provinsi Riau. Walaupun frekuensi dan intensitas pemberitaan di media massa mainstream juga masih terbatas.
Namun, apakah upaya membangun komunikasi yang sudah dilakukan itu sudah cukup meluas dan sudah bisa mengimbangi informasi yang belum valid? Perlu dilakukan analisis khusus untuk menjawab hal tersebut. Tetapi ketika dalam beberapa kesempatan, Penulis merasakan masih banyak para pihak yang berhubungan dengan isu ini belum mengerti secara utuh tentang proses di Green for Riau. Patut diakui juga bahwa komunikasi publik tidak akan membuat semua orang mengerti. Namun, jika dikaitkan dengan waktu peluncuran program ini pada bulan Mei tahun 2025, semestinya program ini dipahami secara utuh, khususnya pihak terkait.
Dalam beberapa perbincangan dan diskusi dengan Sekretariat Green for Riau, disampaikan bahwa sudah banyak dilakukan upaya untuk itu, termasuk mengumpulkan media massa yang ada di Kota Pekanbaru. Pertanyaanya adalah apakah setiap kali kegiatan pertemuan dengan media diikuti dengan pemberitaannya?apakah ada pemberitaan berkala dengan substansi yang berbeda yang disampaikan selain melalui podcast sebagai media partnernya?
Keberadaan media sosial Green for Riau juga sudah lengkap, platform media sosial yang digunakan juga sudah beragam sesuai dengan perkembangan saat ini. Konten yang disampaikan juga sudah bagus, termasuk menampilkan komentar pejabat pemerintah, tokoh agama/ulama, tokoh masyarakat, dan influencer. Pengemasan tampilan gambar juga sudah menarik untuk dilihat. Tetapi apakah sudah mendapat respon yang cukup dari publik dengan jumlah pengikut atau pemirsa yang tergabung?
Tulisan ini tidak memberikan saran untuk perbaikan komunikasi apa yang patut dilakukan. Karena dengan sumberdaya manusia yang tersedia di Sekretariat Green for Riau, diyakini proses komunikasi yang selama ini dilakukan sudah dimonitoring dan evaluasi secara berkala. Tulisan ini hanya menyampaikan analisis yang penulis rasakan, di mana publik masih banyak yang bingung dan belum memperoleh informasi utuh. Untuk itu besar harapannya adalah pola komunikasi publik program ini dapat disesuaikan. Harapanya tentu publik mengerti secara utuh dan tidak ada lagi informasi yang akhirnya dibantah dan dianggap hoaks. Semoga
Sumber: https://www.cakaplah.com/berita/baca/138255/2026/07/20/menyoal-komunikasi-publik-green-for-riau/#sthash.HNbBlD34.dpbs
komentar Pembaca