Selasa, 21 Jul 2026
Ekbis
Lepas ERB 2026, Plt Gubri: Rupiah Perkuat Kedaulatan Negara hingga Wilayah 3T
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Senin, 20 Jul 2026 16:36
PEKANBARU-Pemerintah Provinsi Riau menegaskan bahwa Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 bukan sekadar program distribusi uang layak edar, melainkan bagian dari upaya memperkuat kehadiran negara di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bukti sinergi antara pemerintah, Bank Indonesia (BI), TNI Angkatan Laut, dan berbagai pemangku kepentingan dalam memastikan seluruh masyarakat, termasuk yang berada di wilayah kepulauan, memperoleh akses terhadap uang Rupiah yang layak edar.
"Kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen kita bersama untuk memastikan ketersediaan uang rupiah dalam jumlah yang cukup, pecahan yang sesuai, dan dalam kondisi layak edar di seluruh daerah Indonesia, khususnya wilayah 3T di Provinsi Riau," kata SF Hariyanto saat pelepasan Tim ERB 2026, Senin (20/7/2026).Menurutnya, kondisi geografis Riau yang memiliki banyak pulau menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga kelancaran distribusi uang.
Karena itu, diperlukan langkah khusus agar pelayanan kepada masyarakat tetap merata.
Ia menyebut sejumlah wilayah kepulauan seperti Pulau Rupat, Pulau Bengkalis, Pulau Mendol, Pulau Guntung, dan Pulau Tebing Tinggi membutuhkan perhatian khusus agar masyarakat tetap dapat menggunakan Rupiah sebagai alat pembayaran yang sah."Wilayah-wilayah ini memerlukan perhatian khusus agar masyarakat tetap mendapatkan hak yang sama dalam penggunaan alat pembayaran yang sah, yaitu rupiah," ujarnya.
SF Hariyanto menegaskan, ERB memiliki makna strategis karena tidak hanya mengantarkan uang layak edar, tetapi juga memperkuat simbol kedaulatan negara hingga ke wilayah perbatasan dan kepulauan.
"Kegiatan ERB ini tidak hanya berorientasi pada aspek logistik, tetapi juga mengemban amanah untuk memperkuat kedaulatan negara melalui penguatan peran rupiah sebagai simbol kedaulatan dan pemersatu bangsa," ungkapnyaIa berharap masyarakat di wilayah 3T semakin merasakan kehadiran pemerintah serta semakin mencintai dan menggunakan Rupiah dalam setiap transaksi ekonomi.
Untuk menyukseskan program tersebut, SF Hariyanto mengajak seluruh pemerintah kabupaten/kota, BI, TNI/Polri, serta instansi terkait menjaga koordinasi selama pelaksanaan ekspedisi.
"Mari kita jaga sinergi, koordinasi, dan kolaborasi agar pelaksanaan ERB ini dapat berjalan dengan aman, lancar, serta memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat," pungkasnya.
Diketahui, BI Provinsi Riau kembali menyelenggarakan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) pada 21â€"27 Juli 2026 dengan mengusung tema "Laksamana Raja di Laut".
Program tersebut menjadi bagian dari strategi Bank Indonesia dalam menjaga ketersediaan uang Rupiah layak edar sekaligus meningkatkan literasi keuangan masyarakat di wilayah kepulauan.
Tahun ini, BI Riau membawa uang layak edar senilai Rp8 miliar, menjadi nilai distribusi terbesar sejak ERB pertama kali dilaksanakan di Provinsi Riau.
Distribusi dilakukan menggunakan KRI Lepu milik TNI Angkatan Laut menuju lima wilayah kepulauan, yakni Pulau Rupat, Pulau Bengkalis, Pulau Tebing Tinggi, Pulau Mendol, dan Sei Guntung.
Selain memastikan ketersediaan uang tunai yang layak edar, ekspedisi ini juga menjadi sarana memperkuat edukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga Rupiah sebagai simbol kedaulatan sekaligus mendukung kelancaran aktivitas ekonomi di wilayah 3T.(hlloriau)
Sumber: https://halloriau.com/read-pemprov-riau-14619150-2026-07-20-lepas-erb-2026-plt-gubri-rupiah-perkuat-kedaulatan-negara-hingga-wilayah-3t.html
komentar Pembaca