Rabu, 29 Apr 2026

Musibah Mina yang Berulang

Sabtu, 26 Sep 2015 08:35
ilustrasi

Rentetan musibah jamaah haji tahun ini seakan bersahutan. Masih menari-nari di pelupuk mata kita musibah jatuhnya crane raksasa di sekitar Masjidil Haram Makkatul Mukarramah yang menyebabkan jatuh korban jiwa.  Sekitar tiga ratusan nyawa syahid jamaah haji kembali kepada sang pemiliknya.

Bayangkan saja crane yang tinggi menjulang tiba-tiba tumbang, roboh  dan jatuh menimpa para jemaah yang tengah melakukan ibadah. Menunurut pihak Arab Saudi  jatuhnya alat berat proyek (crane) di Masjidil Haram, Mekkah, Jumat (11/9/2015) diawali dengan angin kencang dan hujan deras. Akibatnya, nyawa syahid sekitar tiga ratusan jamaah haji kembali kehadiratNya.

Kejadian tersebut menjadi topik utama dalam berita kejadian dunia pada saat itu. Setiap kepala negara melakukan langkah aksi cepat, termasuk Indonesia. Bertepatan pada saat musibah terjadi  Presiden Jokowi melakukan kegiatan kunjungan kenegaraan ke Arab Saudi. Presiden Jokowi dan rombongan tiba di Jeddah pada hari Jumat (11/9/2015) pukul 18.00 waktu setempat atau pukul 22.00 WIB di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah.  

Menerima berita ini Presiden memerintahkan Amirul Haj Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Syaifuddin untuk menangani dan membantu secara optimal anggota jemaah haji asal Indonesia yang menjadi korban jatuhya crane di kawasan Masjidil Haram itu.

Sebetulnya Presiden ingin menjenguk korban asal Indonesia yang dirawat di Rumah Sakit An Nur, Mekkah, namun hal itu sulit dilakukan karena berkaitan dengan masalah pengamanan tamu negara, demikian seperti yang diungkapkan Sekretaris Negara Pramono Anung.

Musibah

Musibah yang menimpa jamaah haji seakan belum selesai. Air mata belum berhenti jatuh membasahi pipi namun duka yang menimpa jamaah haji berlanjut dengan episode baru. Perlakuan jamaah haji yang meninggal akibat jatuhnya crane belum selesai maka musibah baru tiba. Tak ada yang menyangka kisah pilu jamaah haji beberapa tahun yang lalu terinjak-injak di terowongan Mina hendak melempar jumrah terulang kembali di tahun 2015.

Kita semua dikagetkan dengan kisah baru yang terjadi di jalan 204 dimana jalur jamaah haji akan melempar jumrah. Manusia yang melimpah ruah dan penuh sesak memadati jalan tak terkendali. Semua jamaah tertuju pada satu tujuan yaitu ingin melempar jumratul 'Aqabah pada tanggal 10 Dzulhijjah.

Entah apa penyebabnya tiba-tiba terjadi keriuhan dan menyebabkan satu dengan lainya para jamaah ada yang terinjak-injak. Kondisi ini menyebabkan jatuhnya korban bergelimpangan. Sekitar 717 orang jamaah haji meninggal dunia dan 863 orang lainnya terluka termasuk di dalamnya jamaah haji Indonesia. Seiring waktu berjalan kemungkinan korban akan bertambah.

Pemimpin Iran meminta pertanggungjawaban dari pihak Arab Saudi atas kejadian ini. Bagaimana dengan Indonesia ? Walaupun musibah datang tak ada yang tahu dan pasti sangat tidak diinginkan oleh segenap pihak. Selaku penanggungjawab utama Raja Arab Saudi , Salman bin Abdul Aziz menyampaikan ucapan belasungkawa yang mendalam atas tragedi Mina ini.

"Kami telah menginstruksikan pihak berwenang untuk meninjau operasi untuk meningkatkan perbaikan di tingkat organisasi dan manajemen untuk memastikan bahwa para tamu Tuhan melakukan ritual yang nyaman dan mudah", kata Raja Salman (Sindo News.Com,25/09/15)

Tragedi Mina yang terjadi pada tahun ini merupakan kisah pilu yang terburuk dalam rekaman musibah haji sejak tahun 1990 dimana pernah terjadi tragedi di terowongan Mina yang menyebabkan 1.426 jamah haji meninggal dunia.

Akibat kejadian ini Sekjen PBB, Ban Ki-moon dan pemerintah Amerika Serikat turut menyampaikan belasungkawa yang mendalam. Tentunya semua kepala negara di dunia dan bahkan semua orang hendaknya menyampaikan duka yang mendalam dan prihatin atas musibah besar ini.  

Kita harus berpikir jernih dan bijak serta tidak saling menyalahkan satu dengan lainnya. Sumbangsih pikiran sangat perlu diberikan untuk perbaikan kedepan dalam pelaksanaan prosesi haji. Semua pihak harus turut andil memberikan masukan kepada pihak Arab Saudi dan tidak perlu saling memberikan kecaman keras. Itu bukan jalan keluar yang baik.

Tak ada yang memperkirakan dan menyangka musibah besar ini akan menjadi bagian dari pelaksanaan ibadah haji. Untuk diketahui bahwa perjuangan menjadi haji, apalagi haji yang mabrur tidak semudah yang kita bayangkan. Tidak seperti kita membalikkan telapak tangan. Tidak sefasih apa yang diomongkan. Namun butuh perjuangan panjang dan terus menerus. Setiap saat akan ada ujian dan cobaan dalam rangka menggapai kemabruloan haji.

Kita harus berpikir sehat bahwa berlanjutnya musibah di tanah suci semuanya adalah takdir Allah SWT. Tidak ada yang mau meninggal jika di tanya setiap orang namun kita patut bersyukur dan berbahagia bahwa para jamaah yang meninggal dunia di Masjidil Haram dan di Mina akan mendapatkan balasan pahala syahid oleh Allah SWT. Walau pun buah duka itu pahit namun karena musibah yang terjadi di tanah suci maka akan menimbulkan rasa manis.

Akhirul kata marilah kita semua duduk sejenak diatas sajadah mulia dengan penuh kekhusukan seraya mengirimkan doa kepada para jamaah haji semuanya dan khususnya Indonesia yang meninggal dunia agar seluruh amal ibadahnya diterima disisi Allah SWT. Allahummaqfirlahum Warhamhum.

(analisadaily.com)
Opini
Berita Terkait
  • Selasa, 28 Apr 2026 22:18

    Budaya Indonesia Masuk Ruang Digital, Ini yang Terjadi di Museum Nasional

    JAKARTA - Pemerintah bersama sejumlah pihak swasta dan platform digital menghadirkan pameran serta aktivasi karakter kreatif yang terinspirasi budaya Indonesia di Museum Nasional Indone

  • Selasa, 28 Apr 2026 22:15

    Pasca Kecelakaan, Bos Danantara Tegaskan Evaluasi Total Sistem Keselamatan Kereta

    JAKARTA â€" Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan P. Roeslani menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas tragedi kecelakaan yang melibatkan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek pad

  • Selasa, 28 Apr 2026 22:12

    Purbaya Akan Tanggung 100 Persen PPN Avtur

    JAKARTA â€" Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa resmi menerbitkan kebijakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) sebesar 100 persen untuk pembelian tiket pesawat

  • Selasa, 28 Apr 2026 22:10

    Tembus Sistem Pertahanan AS, Jet Tempur Jadul F-5 Iran Bom Pangkalan Udara Kuwait

    JAKARTA â€" Sebuah laporan mengklaim bahwa jet tempur lawas F-5 Angkatan Udara Iran berhasil menembus sistem pertahanan udara AS dan mengebom pangkalan militer Camp Buehring di Kuwait dalam peran

  • Selasa, 28 Apr 2026 22:08

    Iran Ajukan Proposal kepada AS untuk Buka Selat Hormuz, Akhiri Perang

    JAKARTA - Iran telah mengajukan proposal baru kepada Amerika Serikat (AS) untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri perang, dengan menunda negosiasi nuklir ke tahap selanjutnya. Proposal

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.