Minggu, 14 Jun 2026

Musibah Mina yang Berulang

Sabtu, 26 Sep 2015 08:35
ilustrasi

Rentetan musibah jamaah haji tahun ini seakan bersahutan. Masih menari-nari di pelupuk mata kita musibah jatuhnya crane raksasa di sekitar Masjidil Haram Makkatul Mukarramah yang menyebabkan jatuh korban jiwa.  Sekitar tiga ratusan nyawa syahid jamaah haji kembali kepada sang pemiliknya.

Bayangkan saja crane yang tinggi menjulang tiba-tiba tumbang, roboh  dan jatuh menimpa para jemaah yang tengah melakukan ibadah. Menunurut pihak Arab Saudi  jatuhnya alat berat proyek (crane) di Masjidil Haram, Mekkah, Jumat (11/9/2015) diawali dengan angin kencang dan hujan deras. Akibatnya, nyawa syahid sekitar tiga ratusan jamaah haji kembali kehadiratNya.

Kejadian tersebut menjadi topik utama dalam berita kejadian dunia pada saat itu. Setiap kepala negara melakukan langkah aksi cepat, termasuk Indonesia. Bertepatan pada saat musibah terjadi  Presiden Jokowi melakukan kegiatan kunjungan kenegaraan ke Arab Saudi. Presiden Jokowi dan rombongan tiba di Jeddah pada hari Jumat (11/9/2015) pukul 18.00 waktu setempat atau pukul 22.00 WIB di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah.  

Menerima berita ini Presiden memerintahkan Amirul Haj Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Syaifuddin untuk menangani dan membantu secara optimal anggota jemaah haji asal Indonesia yang menjadi korban jatuhya crane di kawasan Masjidil Haram itu.

Sebetulnya Presiden ingin menjenguk korban asal Indonesia yang dirawat di Rumah Sakit An Nur, Mekkah, namun hal itu sulit dilakukan karena berkaitan dengan masalah pengamanan tamu negara, demikian seperti yang diungkapkan Sekretaris Negara Pramono Anung.

Musibah

Musibah yang menimpa jamaah haji seakan belum selesai. Air mata belum berhenti jatuh membasahi pipi namun duka yang menimpa jamaah haji berlanjut dengan episode baru. Perlakuan jamaah haji yang meninggal akibat jatuhnya crane belum selesai maka musibah baru tiba. Tak ada yang menyangka kisah pilu jamaah haji beberapa tahun yang lalu terinjak-injak di terowongan Mina hendak melempar jumrah terulang kembali di tahun 2015.

Kita semua dikagetkan dengan kisah baru yang terjadi di jalan 204 dimana jalur jamaah haji akan melempar jumrah. Manusia yang melimpah ruah dan penuh sesak memadati jalan tak terkendali. Semua jamaah tertuju pada satu tujuan yaitu ingin melempar jumratul 'Aqabah pada tanggal 10 Dzulhijjah.

Entah apa penyebabnya tiba-tiba terjadi keriuhan dan menyebabkan satu dengan lainya para jamaah ada yang terinjak-injak. Kondisi ini menyebabkan jatuhnya korban bergelimpangan. Sekitar 717 orang jamaah haji meninggal dunia dan 863 orang lainnya terluka termasuk di dalamnya jamaah haji Indonesia. Seiring waktu berjalan kemungkinan korban akan bertambah.

Pemimpin Iran meminta pertanggungjawaban dari pihak Arab Saudi atas kejadian ini. Bagaimana dengan Indonesia ? Walaupun musibah datang tak ada yang tahu dan pasti sangat tidak diinginkan oleh segenap pihak. Selaku penanggungjawab utama Raja Arab Saudi , Salman bin Abdul Aziz menyampaikan ucapan belasungkawa yang mendalam atas tragedi Mina ini.

"Kami telah menginstruksikan pihak berwenang untuk meninjau operasi untuk meningkatkan perbaikan di tingkat organisasi dan manajemen untuk memastikan bahwa para tamu Tuhan melakukan ritual yang nyaman dan mudah", kata Raja Salman (Sindo News.Com,25/09/15)

Tragedi Mina yang terjadi pada tahun ini merupakan kisah pilu yang terburuk dalam rekaman musibah haji sejak tahun 1990 dimana pernah terjadi tragedi di terowongan Mina yang menyebabkan 1.426 jamah haji meninggal dunia.

Akibat kejadian ini Sekjen PBB, Ban Ki-moon dan pemerintah Amerika Serikat turut menyampaikan belasungkawa yang mendalam. Tentunya semua kepala negara di dunia dan bahkan semua orang hendaknya menyampaikan duka yang mendalam dan prihatin atas musibah besar ini.  

Kita harus berpikir jernih dan bijak serta tidak saling menyalahkan satu dengan lainnya. Sumbangsih pikiran sangat perlu diberikan untuk perbaikan kedepan dalam pelaksanaan prosesi haji. Semua pihak harus turut andil memberikan masukan kepada pihak Arab Saudi dan tidak perlu saling memberikan kecaman keras. Itu bukan jalan keluar yang baik.

Tak ada yang memperkirakan dan menyangka musibah besar ini akan menjadi bagian dari pelaksanaan ibadah haji. Untuk diketahui bahwa perjuangan menjadi haji, apalagi haji yang mabrur tidak semudah yang kita bayangkan. Tidak seperti kita membalikkan telapak tangan. Tidak sefasih apa yang diomongkan. Namun butuh perjuangan panjang dan terus menerus. Setiap saat akan ada ujian dan cobaan dalam rangka menggapai kemabruloan haji.

Kita harus berpikir sehat bahwa berlanjutnya musibah di tanah suci semuanya adalah takdir Allah SWT. Tidak ada yang mau meninggal jika di tanya setiap orang namun kita patut bersyukur dan berbahagia bahwa para jamaah yang meninggal dunia di Masjidil Haram dan di Mina akan mendapatkan balasan pahala syahid oleh Allah SWT. Walau pun buah duka itu pahit namun karena musibah yang terjadi di tanah suci maka akan menimbulkan rasa manis.

Akhirul kata marilah kita semua duduk sejenak diatas sajadah mulia dengan penuh kekhusukan seraya mengirimkan doa kepada para jamaah haji semuanya dan khususnya Indonesia yang meninggal dunia agar seluruh amal ibadahnya diterima disisi Allah SWT. Allahummaqfirlahum Warhamhum.

(analisadaily.com)
Opini
Berita Terkait
  • Sabtu, 13 Jun 2026 18:14

    Satgas Pamtas Yonarhanud 1/PBC/1 Kostrad Kembali Ukir Prestasi, Gagalkan Penyelundupan 21,4 Kg Sabu dan Amankan WNA di Entikong

    Entikong - Satgas Pamtas RIâ€"Malaysia Yonarhanud 1/PBC/1 Kostrad kembali menorehkan prestasi gemilang dalam menjaga kedaulatan negara dan melindungi generasi bangsa dari ancaman narkotika. Personel P

  • Sabtu, 13 Jun 2026 18:13

    Taekwondo Indonesia Loloskan 3 Atlet ke Asian Games Nagoya 2026, Siap Tantang Raksasa Asia

    Jakarta - Tidak semua kemenangan diumumkan dari atas podium. Sebagian datang lebih dahulu melalui lembar hasil pertandingan, akumulasi poin, dan keputusan resmi yang memastikan sebuah negara berhak me

  • Sabtu, 13 Jun 2026 16:24

    Liquid Narkoba Beredar di Pekanbaru, dr. Nining: Jangan Pernah Mencoba Kalau Tidak Mau Kecanduan

    Jangan pernah mencoba, sebab isi pod getar bukan seperti vape yang isinya hanya sekadar nikotin.Tapi pod getar ini memang dikaitkan dengan zat yang isi di dalamnya itu adalah mengandung etomidat.Sekar

  • Sabtu, 13 Jun 2026 16:06

    Antusias Warga dan Personel Polling Dukung Tim Jagoan,

    PEKANBARU - Antuasias Piala Dunia 2026 tampak di seluruh Polsek Polres Dumai, Sabtu (13/6/2026).Bersama dengan warga, semangat perhelatan sepakbola dunia empat tahunan tersebut begitu terasa lewat keg

  • Sabtu, 13 Jun 2026 16:02

    KPK Sita Dokumen Penting Terkait Kasus Suap Pengadaan di Muara Enim

    Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan penyitaan sejumlah dokumen penting terkait proses pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muara Enim. Tindakan ini merupakan bag

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.