Parkir Liar yang Semakin Mengakar
Kamis, 12 Nov 2015 09:50
Pria tersebut mengenakan jas parkir berwarna orange dan bet pengenal yang dikalungkan di leher. Tak ingin memperpanjang masalah walaupun dalam hati berontak penulis pun memberikannya. Besarannya pun bukan main, yaitu Rp 2000,.
Berbicara tentang parkir liar, di Medan saat ini kian marak. Bukan hanya marak tapi sepertinya sudah mengakar. Tak ada lagi lahan yang bebas dari parkir di kota Medan sekarang. Bahkan yang sudah ada tulisannya bebas parkir pun masih saja ada yang meminta biaya parkir. Modal mereka hanya menggunakan jas parkir dan bet tanda pengenal dan tempat-tempat umum yang biasanya banyak terdapat kendaraan yang berhenti untuk suatu keperluan.
Tapi ironinya kita tidak mengetahui mana parkir resmi dan yang liar atau ilegal. Pasalnya semua penjaga parkir beridentitas sama, yaitu menggunakan seragam berwarna orange dan bet tanda pengenal. Sehingga kita bisa yakin bahwa identitas seperti itu merupakan petugas parkir resmi dan tempat itu memang dikenakan biaya parkir. Tetapi kejadian yang penulis alami bisa dikatakan pemungutan ilegal. Karena penulis tahu parkir itu berarti menitipkan kendaraan. Sedangkaan saat itu penulis tidak lagi menitipkan kendaraannya.
Kejadian tersebut tentunya membuat kita berfikir bahwa sekarang tidak ada lagi tempat yang bebas dari parkir. Bahkan tercetus kalimat "pergi ke tempat foto copy. Foto copynya Rp 500,- parkirnya Rp 2.000,-". Kalimat tersebut menggambarkan kondisi saat ini. Sungguh hal ini sangat disayangkan. Sayangnya masalah ini juga belum bisa terselesaikan.
Bukan kali ini saja orang mengeluh tentang parkir liar. Tetapi sudah cukup lama masalah parkir liar ini meresahkan masyarakat. Namun bedanya sekarang seperti yang penulis alami di atas. Bukan tidak ingin membayar, kebanyakan orang hanya tidak ingin ribut. Dikarenakan biasanya jika tidak diberi mereka (tukang parkir) akan terus bersikeras bahkan bisa melakukan kontak fisik. Mungkin yang bisa dilakukan saat ini hanya menunggu ketegasan dari pemerintah tentang parkir liar yang kian mengakar.
Tidak Sesuai Peraturan
Masalah parkir sudah tertera jelas dalam Peraturan Daerah (Perda) Kota Medan nomor 10 tahun 2011 tentang pajak parkir. Tarif parkir juga sudah jelas tertera di dalamnya. Tetapi kenyataan di lapangan malah para petugas parkir sering menambah tarif dan tidak sesuai dengan peraturan.
Beberapa waktu lalu Pj Walikota Medan Randiman Tarigan mengatakan bahwa pemerintah akan mengambil sikap tegas terhadap petugas parkir yang memungut biaya yang tidak sesuai dengan peraturan. Ia juga mengatakan akan memberikan arahan kepada petugas parkir melalui SKPD yang terkait. (TVRI Sumut, 3 November 2015)
Diharapkan hal tersebut bukan hanya sekedar bicara. Karena masyarakat saat ini resah dengan parkir liar dan tarif yang tidak sesuai. Tentunya bukan tarif saja yang ditegaskan oleh pemerintah. Masyarakat juga butuh arahan mana yang termasuk tempat yang yang memang dikenakan biaya parkir. Karena apa yang dirasakan penulis merupakan sesuatu yang tidak wajar. Karena penulis tidak menitipkan kendaraan melainkan masih di atas kendaraan. Apa di tempat itu juga terkena pajak karena berhenti?
Hal tersebut juga seharusnya menjadi sorotan. Mungkin bukan hanya di tempat tersebut tetapi ada tempat-tempat lain yang petugas parkirnya memungut biaya parkir secara sembarangan. Sehingga setiap tempat di Kota Medan ini sudah tidak bisa dinikmati secara gratis lagi.
Hal seperti ini juga harus menjadi perhatian pemerintah. Jika terus-terusan berlanjut maka setiap jengkal Kota Medan ini selalu dipunguti biaya parkir yang tidak sesuai peraturan. Bahkan hanya untuk berhenti sementara pasti juga terkena biaya. Ke depannya pasti akan marak petugas parkir yang memanfaatkan hal ini. Apalagi di depan tempat-tempat umum yang banyak digunakan oleh banyak orang. Salah satu contohnya di depan mesin ATM.
Di tempat tersebut sangat cocok untuk para tukang parkir membuka lapaknya. Pasalnya ia tak perlu repot-repot menjaga. Karena setiap orang yang datang pasti keperluannya tidak lebih dari lima menit. Biasanya petugas parkir di tempat ini menampakkan dirinya setelah ada yang memarkir. Jadi awalnya pasti kita beranggapan tidak ada penjaga parkir di sekitaran tempat tersebut.
Selain itu masyarakat juga tidak mengetahui mana petugas parkir yang resmi atau petugas parkir yang hanya memanfaatkan keadaan. Ditambah lagi identitas yang mereka kenakan semuanya sama dan tidak ada bedanya. Yakni menggunakan jas berwarna orange. Pemerintah harus segara menindak tegas oknum yang nakal di lapangan. Apalagi mereka yang dengan sengaja memungut biaya parkir tidak sesuai dengan peraturan.
Tidak Bertanggung Jawab
Bukan hanya masalah biaya parkir saja. Keamanan di tempat parkir juga masih belum bisa terjamin. Kasus kehilangan sepeda motor justru banyak terjadi di tempat parkir. Sebagai petugas parkir yang menjaga kendaraan pasti tidak akan pernah bertanggungjawab terhadap kehilangan. Kami tidak bertanggungjawab atas segala kehilangan. Itu mungkin yang akan kita baca di karcis parkir yang diberikan.
Padahal seharusnya ketika kita menempatkan kendaraan itu semestinya sudah menjadi pekerjaan mereka untuk menjaga keamanan. Karena kita sudah menitipkan kendaraan. Jika seperti ini kenyataannya tidak salah bahwa kecurigaan akan mengarah ke petugas parkir. Entah itu kelalaian atau memang "ada main". Tapi seharusnya itu menjadi tanggungjawab mereka.
Pemilik kendaraan juga tidak akan memarkir kendaraannya sembarangan. Mereka akan merasa aman jika ada yang menjaganya. Tetapi kenyataannya justru di tempat yang ada penjaganya pun kendaraan bisa raib.
Hal itu mungkin diakibatkan karena kita tidak pernah tahu di mana tempat parkir yang resmi dan yang liar. Karena semua sudah terlihat sama. Jadi jangan heran jika kendaraan bisa hilang di tempat parkir.
Bisa jadi kita memarkir kendaraan di tempat parkir liar yang hanya membutuhkan uang tanpa perlu bertanggungjawab terhadap kendaraan yang diparkirkan.
Jadi untuk para pengendara saat ini harus ekstra berhati-hati jika ingin memarkirkan kendaraannya. Karena kondisi parkir di Kota Medan ini belum stabil. Masih banyak parkir liar di mana-mana. Mungkin membawa kunci ganda di kendaraan bisa jadi solusi jika ingin memarkirkan kendaraan.
Segera Selesaikan
Masalah-masalah di atas tentunya bisa menjadi perhatian pemerintah. Jangan hanya sebatas bicara tetapi bertindak dan bekerja. Masalah parkir liar sudah tidak bisa lagi didiami, karena akan terus mengakar. Jangan hanya sebatas meminta petugas parkir untuk tidak melanggar. Tetapi pemerintah juga harus melakukan pengawasan.
Segera selesaikan masalah parkir liar yang mulai mengakar. Tebas habis oknum-oknum yang bermain dibelakangnya. Oknum-oknum yang hanya ingin memperkaya diri. Oknum yang hanya bisa merugikan masyarakat. Tugas pemerintah juga harus mencari siapa dalang dibelakangnya. Karena tidak mungkin hal itu bisa mereka lakukan jika tidak punya bekingan di belakang.
Masyarakat sudah cukup resah dan sekarang menunggu peran pemerintah. Semua ini bertujuan untuk menciptakan Kota Medan yang tertib dan Aman. Karena banyak juga para tukang parkir liar yang menggunakan ruas jalan sebagai tempatnya. Hal tersebut juga bisa mengganggu pengguna jalan.
Pemerintah juga seharusnya sudah mengatur tempat-tempat mana saja yang bisa dijadikan tempat parkir. Sehingga petugas parkir juga tidak sembarangan. Hal ini harus segera diselesaikan. Jangan sampai parkir liar malah kembali mengakar sampai ke dalam.(analisadaily.com)
Opini
Antisipasi Kecurangan UTBK di UI, Peserta Berhijab Diperiksa Pakai Metal Detector
DEPOK - Universitas Indonesia (UI) menjadi salah satu lokasi pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026. Pihak panitia pun memperketat pengawasa
Curhat Peserta UTBK SNBT 2026 di UI: Soal Lebih Susah dari Kisi-Kisi
DEPOK - Peserta UTBK SNBT 2026 di Universitas Indonesia (UI) mulai merasakan tantangan dari soal-soal yang disajikan. Farhan Fuadi, salah satu peserta asal Jakarta, mengungkapkan bahwa tingk
Ulangi Strategi Gaza di Lebanon, Israel Bawa Timur Tengah Menuju “Perang Abadi”
MADRID â€" Menteri Luar Negeri Spanyol menyatakan bahwa Israel menerapkan strategi militer yang sama di Lebanon Selatan sebagaimana di Jalur Gaza. Ia menegaskan bahwa Israel tidak dapat mempertah
Trump Perpanjang Gencatan Senjata dengan Iran, Tapi Blokade Tetap Berjalan
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata dengan Iran. Namun, ia menegaskan bahwa blokade militer terhadap negara tersebut tetap diberlakukan.Tr
Kasus Suap Bea Cukai, KPK Sita Rp2 Miliar dan Logam Mulia dari SDB
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang senilai Rp2 miliar dan logam mulia terkait kasus dugaan suap importasi barang di Ditjen Bea Cukai.Penyitaan ini dilakukan setelah penggel