Rabu, 29 Apr 2026
  • Home
  • Opini
  • Penganiaya Tenaga Kesehatan Harus Dihukum Berat

Opini

Penganiaya Tenaga Kesehatan Harus Dihukum Berat

Oleh : dr Wendra Saputra
admin
Sabtu, 17 Apr 2021 20:28
(foto: Istimewa)
dr Wendra Saputra

Penganiayaan terhadap tenaga medis kembali menjadi trending topik dunia pemberitaan kita. Perawat Rumah Sakit Siloam Palembang, dianiaya oleh orang tua pasien akibat ketidak fahaman yang bersangkutan dalam hal tindakan medis.  Menyikapi hal ini, pemerintah dan aparat terkait tak boleh abai. Pelaku penganiayaan mesti di beri hukuman setimpal, agar tindakan tak berperimanusian serupa tak lagi terjadi di ruang publik pada masa mendatang.

Seperti yang ramai di wartakan oleh insan penulis perkabaran.  Kronologis kejadiaan berawal dari perawat yang melepas Infus pasien yang merupakan anak dari pelaku penganiayaan.

Perawat sudah melaksanakan Standar Operasional Prosedur (SOP) pelepasan Infus namun masih menyebabkan perdarahan terjadi ditangan pasien, secara medis ini adalah hal yang biasa dan sudah ditangani dengan baik oleh Perawat yang berjaga dengan baik hingga mengganti kapas dan plester ditangan untuk menutup perdarahan pun telah dilakukan.

Namun tindakan yang merupakan Standar Operasional Prosedural (SOP) yang hanya bisa dilakukan oleh orang terlatih itu tak membuat orang tua pasien berpuas diri.

Si Ayah pasien tetap naik pitam  dan menganiaya perawat tersebut, tentu hal ini tidak dapat ditolerir karena perawat tersebut sudah melaksanakan SOP dengan benar dan efek dari perdarahan pun sudah teratasi.

Kejadian ini haruslah menjadi sorotan khusus dari aparat Kepolisian, jika ini dibiarkan, maka akan memungkinkan hal serupa terjadi pada perawat atau tenaga medis lainnya di masa datang, oleh mereka yang tak faham prosedur tindakan, namun berlaku bar-bar pada mereka yang sejatinya dipercaya oleh negara, hukum dan undan-undang untuk memberikan pelayanan kesehatan pada masyarakat.

Profesi pelayanan kesehatan haruslah diberikan perhatian khusus dalam perlindungan saat memberikan pelayanan kepada masyarakat, apalagi dimasa pandemi ini, tugas perawat dan tenaga kesehatan lebih berat dari sebelumnya.

Mereka selain harus berjuang dalam merawat dan menyembuhkan pasien juga harus berjuang untuk menyelamatkan diri agar terhindar dari virus Covid-19.

Penjarakan Pelaku

Menanggapi hal ini tentu aparat kepolisian dan penegak hukum lainnya harus bekerja profesional sehingga pelaku penganiayaan dapat dihukum dengan hukum yang setimpal.

Kita berharap, hukuman yang akan diterima pelaku bisa menjadi efek jera kedepannya, dan bisa menjadi pelajaran bagi masyarakat lainnya, untuk tidak semena-mena dalam berperilaku di ruang publik akibat kelabilan emosi dan kejiwaan keluarga pasien itu sendiri.

Jika ini dibiarkan atau dilalaikan, tak tertutup peristiwa yang sama akan dialami tenaga medis lainnya, sehingga membuat pekerjaan pelayanan terhadap masyarakat ini tidak aman lagi, dan tenaga medis pun bisa terpancing untuk over proteksi terhadap diri mereka dan pastinya akan mengurangi nilai-nilai pelayanan terhadap hajad hidup insani yang sejatinya berlandaskan kemanusiaan

Sebaliknya, jika pelaku diberikan hukuman yang setimpal, Inshaa Allah akan bisa menjadi pelajaran bagi yang lain kedepannya.

Sekali lagi, siapa pun kita,   sejatinya tak akan ikhlas dan diam untuk melihat tindakan barbarisme terjadi di ruang-ruang kemanusiaan, karena Indonesia kita adalah negeri yang sangat menjunjung tinggi etika, sopan santun dan welas asih (***)

Penulis adalah Kepala Puskesmas Kecamatan Ampek Nagari, Kabupaten Agam. Mantan Aktivis Mahasiswa yang aktif menyuarakan kebenaran dan tenggang rasa di ruang-ruang kemanusiaan.

 

Opini
Berita Terkait
  • Selasa, 28 Apr 2026 22:18

    Budaya Indonesia Masuk Ruang Digital, Ini yang Terjadi di Museum Nasional

    JAKARTA - Pemerintah bersama sejumlah pihak swasta dan platform digital menghadirkan pameran serta aktivasi karakter kreatif yang terinspirasi budaya Indonesia di Museum Nasional Indone

  • Selasa, 28 Apr 2026 22:15

    Pasca Kecelakaan, Bos Danantara Tegaskan Evaluasi Total Sistem Keselamatan Kereta

    JAKARTA â€" Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan P. Roeslani menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas tragedi kecelakaan yang melibatkan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek pad

  • Selasa, 28 Apr 2026 22:12

    Purbaya Akan Tanggung 100 Persen PPN Avtur

    JAKARTA â€" Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa resmi menerbitkan kebijakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) sebesar 100 persen untuk pembelian tiket pesawat

  • Selasa, 28 Apr 2026 22:10

    Tembus Sistem Pertahanan AS, Jet Tempur Jadul F-5 Iran Bom Pangkalan Udara Kuwait

    JAKARTA â€" Sebuah laporan mengklaim bahwa jet tempur lawas F-5 Angkatan Udara Iran berhasil menembus sistem pertahanan udara AS dan mengebom pangkalan militer Camp Buehring di Kuwait dalam peran

  • Selasa, 28 Apr 2026 22:08

    Iran Ajukan Proposal kepada AS untuk Buka Selat Hormuz, Akhiri Perang

    JAKARTA - Iran telah mengajukan proposal baru kepada Amerika Serikat (AS) untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri perang, dengan menunda negosiasi nuklir ke tahap selanjutnya. Proposal

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.