TNI dan Kabut Asap
Senin, 05 Okt 2015 08:52
Hingga saat ini masalah kabut asap maÂsih menjadi masalah yang belum terÂselesaikan oleh pemerinÂtah. Sudah beÂberapa bulan kabut asap menÂjebak dan mengÂganggu aktifitas maÂsyaÂrakat yang tingÂgal di wilayah Sumatera dan KalimanÂtan. Kehadiran kabut asap menÂjadi bencana dahsyat yang tidak hanya merugikan kehidupan warga Indonesia bahkan negara tetangga menjadi gerah dibuatnya.
Bencana kabut asap yang menghiasi kehidupan disekeliling kita akibat terbakarnya lahan hutan dan membuka areal perkebunan. KebaÂkaran hutan bukan sepenuhnya dipengaruhi oleh faktor alam akan tetapi sangat dominan karena ulah seÂpak terjang manusia atau masyaraÂkat yang tidak bertanggung jawab. Pelaku utaÂmanya adalah manusia-manusia berÂmeÂntal kerdil dan serakah demi meÂmuaskan nafsu angkara murkanya. Jauh hari Allah SWT telah menyampaikan bahÂwa kerusakan didaratan dan lautan karena ulah manusia.
Bencana Nasional
Tragedi kabut asap telah menyeÂbabkan kerugian besar bagi masyaÂrakat Indonesia. Akibat kebakaran hutan tersebut maka terjadi kerusakan lingkungan, kegiatan perekonomian mandeg seperti arus penerbangan macet, kesehatan masyaraÂkat tergangÂgu yaitu dengan banyaknya maÂsyaÂrakat terserang penyakit ISPA, proÂses belajar mengajar disekolahan terpaksa dilÂiburkan.
Permasalahan kabut asap meruÂpakan maÂsalah nasional walaupun pemerintah hingÂga saat ini belum menggumumkan kasus kabut asap sebagai bencana nasional. Menurut penulis, apapun kondisinya maka diÂperlukan kerjasama seluruh lapisan maÂsyarakat bersama instansi terkait untuk meÂnyelesaikan masalah besar ini.Tentunya kita tidak mau menjadi bahan gunjingan negara lain seperti negara Malaysia dan Singapura yang merasa sangat terganggu akiÂbat kabut asap yang merajalela.
Singapura yang menjadi salah satu neÂgara yang menjadi bagian dari korban kaÂbut asap menawarkan diri untuk berpeÂran serta mengatasi bencana ini. Keinginan terseÂbut ditolak oleh Kepala Badan NasioÂnal Penanggulangan Bencana (BNPB) yaitu Bapak Willem Rampangilei. MenuÂrut beliau, untuk menangani maslah ini BNÂPB masih mampu dan belum memÂbuÂtuhÂkan turut campur negara lain.
Menyadari semua ini, Presiden Joko Widodo menggambil langkah cepat salah satunya adalah memerinÂtahkan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo agar meÂngiÂrimkan prajurit untuk menangani benÂcana kebakaran hutan baik di wilayah SuÂmatera maupun Kalimantan. Perintah PreÂsiden kepada Panglima TNI untuk peÂnangÂgulangan bencana kabut asap meÂruÂpaÂkan kehormatan bagi seluruh prajurit. SuaÂtu perbuatan mulia. Hal ini tidak meÂnyimpang dari tugas TNI itu sendiri.
TNI sebagai kekuatan negara di bidang militer pada realitanya dipersiapkan untuk menghadapi ancaman militer. Untuk peÂlaksanaan tugas, TNI mengenal dua keÂgiatan operasi yaitu Operasi Militer Perang (OMP) dan Operasi Militer Selain Perang (OMSP). OMP merupakan operasi militer untuk menghadapi kekuatan militer negara lain dalam hal ini kegiatan invasi maupun agresi. Untuk saat ini OMP belum terÂlaksana karena situasi negara dalam keaÂdaan damai. Selanjutnya, OMSP adalah opeÂÂrasi militer yang dilaksanakan bukan dalam konteks perang dengan negara lain, naÂmun dalam masa damai seperti salah saÂtunya kegiatan membantu pemerintah dalam penanggulangan bencana alam.
Dalam pelaksanaan tugas OMSP sudah diatur dalam Undang-undang No. 34 TaÂhun 2004 tentang TNI BAB IV pasal 17 ayat 2 dengan menyebutkan 14 macam tuÂgas OMSP, antara lain ; mengatasi geÂrakan separatis bersenjata ; mengatasi pemÂberontakan bersenjata ; mengatasi teroÂrisme ; mengamankan wilayah perbatasan ; mengamankan obyek vital nasional yang berÂsifat strategis ; melaksanakan tugas perÂdamaian dunia ; mengamankan presiÂden dan wakil presiden beserta keluarganya ; memberdayakan wilayah pertahanan dan kekuatan pendukungnya ; membantu tugas pemerintahan daerah ; membantu Polri daÂlam rangka tugas keamanan dan keÂtertiban masyarakat ; membantu mengaÂmanÂkan tamu negara setingkat kepala neÂgara dan perwakilan pemerintah asing yang sedang berada di Indonesia ; membantu meÂnanggulangi akibat bencana alam, peÂngungsian dan pemberian bantuan keÂmaÂnusiaan ; membantu pencarian dan perÂtolongan dalam kecelakaan (SAR) ; serta membantu pemerintah dalam pengamanan peÂlayaran dan penerbangan terhadap pembajakan, perompakan dan penyelunÂduÂpan.
Salah satu point tugas dari OMSP yang tertera adalah TNI membantu menangÂguÂlangi akibat bencana alam. Artinya, keÂikutÂsertaan TNI dalam penaÂngaÂnan benÂcana kabut asap sudah meruÂpaÂkan amanat UnÂdang-Undang. TNI akan tetap setia keÂpada amanat Undang-Undang dan seÂnatiasa tegak lurus dalam satu koÂmando demi pengorbanan mulia kepada Ibu PerÂtiwi. Fasilitas terbatas dalam meÂmaÂdamkan kobaran api tidak akan meÂnuÂrunkan mental prajurit kesatria dalam menÂjalankan tugas. Jangankan badan dan baju berbauÂkan asap akan tetapi nyawapun siap dikorÂbankan bagi nusa dan bangsa.
Tauladan
Penulis yakin, bahwa para prajurit yang melaksanakan tugas pemadaman kebakaÂran hutan kemungkinan tidak akan melakÂsanakan upacara HUT TNI ke-70. Kegiatan berjibaku dengan asap menjadi indahnya pengabdian. Untuk diketahui bahwa tahun ini pelaksanaan puncak HUT TNI ke-70 daÂlam skala nasional bertempat di DerÂmaga Indah Kiat Cilegon, Provinsi Banten dengan Inspektur Upacara Bapak Presiden Joko Widodo. Sekitar 12.080 prajurit dari tiga Angkatan akan terlibat memainkan perannya masing-masing. Keikutsertaan TNI dalam menangani kabut asap merupaÂkan bagian kecil dari panggilan hati nurani daÂlam rangka pengabdian kepada bangsa dan negara.
Presiden Joko Widodo tidak hanya mengÂgumbarkan perintah kepada TNI untuk memadamkan kebakaran hutan akan tetapi Beliau telah memberikan tauladan deÂngan kepeduliaannya yang tinggi dengan terjun langsung kelokasi kejadian. Lokasi yang dituju adalah Desa Pulau Gerong, KeÂcaÂmatan Pedamaran Timur, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan deÂngan waktu tempuh melalui jalur darat seÂkitar 3 jam.
Melihat realita dilapangan membuat PreÂsiden Jokowi geram dan memerintahkan peÂnegak hukum mengambil tindakan huÂkum yang tegas terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab atas terjadinya keÂbaÂkaÂÂran hutan. Sikap tegas itu misalnya menÂcaÂbut izin hak pengelolaan hutan yang diÂbeÂÂrikan pemerintah. Kiprah Presiden tenÂtuÂnya akan menimbulkan sikap simpati dan bahkan ada juga kelompok antipati deÂÂngan berprasangka negatif atas aksi yang diÂÂlakukan. Namun bagi TNI, langkah ini meÂÂrupakan vitamin penambah semangat bagi prajurit untuk terus berbuat dan berÂkorÂban hingga titik darah penghabisan dalam memadamkan kobaran api yang menÂjadi tragedi rutin tahunan.
Marilah kita semua berpikiran jernih unÂtuk satu dengan lainnya, baik instansi terÂkait, alim ulama, tokoh masyarakat, maÂhaÂsiswa, politikus, organisasi pemuda dan lain sebagaiÂnya serta segenap lapisan maÂsyarakat agar saling bahu membahu dan memÂbangun kebersamaan untuk menunÂtasÂkan bencana asap yang merugikan negara kita pada masa kini dan masa yang akan daÂÂtang. Seberat apapun permasalahan apaÂbila dikerjakan secara bersama-sama akan menÂjadi ringan. Ibarat pepatah, berat sama diÂÂpikul ringan sama dijinjing. Semoga kita mamÂpu.(analisadaily.com)
Opini
Budaya Indonesia Masuk Ruang Digital, Ini yang Terjadi di Museum Nasional
JAKARTA - Pemerintah bersama sejumlah pihak swasta dan platform digital menghadirkan pameran serta aktivasi karakter kreatif yang terinspirasi budaya Indonesia di Museum Nasional Indone
Pasca Kecelakaan, Bos Danantara Tegaskan Evaluasi Total Sistem Keselamatan Kereta
JAKARTA â€" Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan P. Roeslani menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas tragedi kecelakaan yang melibatkan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek pad
Purbaya Akan Tanggung 100 Persen PPN Avtur
JAKARTA â€" Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa resmi menerbitkan kebijakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) sebesar 100 persen untuk pembelian tiket pesawat
Tembus Sistem Pertahanan AS, Jet Tempur Jadul F-5 Iran Bom Pangkalan Udara Kuwait
JAKARTA â€" Sebuah laporan mengklaim bahwa jet tempur lawas F-5 Angkatan Udara Iran berhasil menembus sistem pertahanan udara AS dan mengebom pangkalan militer Camp Buehring di Kuwait dalam peran
Iran Ajukan Proposal kepada AS untuk Buka Selat Hormuz, Akhiri Perang
JAKARTA - Iran telah mengajukan proposal baru kepada Amerika Serikat (AS) untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri perang, dengan menunda negosiasi nuklir ke tahap selanjutnya. Proposal