Terbongkarnya Sindikat Pencurian di KNIA
Sabtu, 07 Nov 2015 09:06
Menyandang status sebagai bandara bertaraf internasional, lantas tidak menjadi jaminan bagi Kualanamu International Airpot (KNIA) menjadi bandara udara yang aman dan nyaman. Buktinya beberapa hari belakangan ini nama KNIA kembali menjadi sorotan publik seiring dengan terbongkarnya sindikat pencurian barang penumpang pesawat yang dilakukan oleh oknum salah satu maskapai penerbangan. Aksi sindikat pencurian di bagasi ini sangat terorganisir dan tergolong rapi, buktinya selama bertahun-tahun menjalankan aksi, perbuatan tak terpuji itu baru terungkap beberapa waktu lalu melalui pantauan kamera CCTV bandara. Terungkapnya sindikat pencurian ini semakin memperjelas rumor mengenai keamanan di KNIA yang dipersoalkan selama ini. Pasalnya, pencurian terjadi bukan hanya di bagasi saja, melainkan juga ada di lahan parkir kendaraan roda dua dan empat.
Pihak otoritas bandara (PT. Angkasa Pura II) terkesan mengacuhkan hal ini dan menganggapnya sebagai sebuah permasalahan sepele, sehingga kejahatan terus berlarut dan semakin terorganisir. Jika sudah begini, maka pengunjung bandara diminta untuk berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaannya guna menghindari tindak kriminal. Tingginya potensi pencurian di bandara, membuat KNIA tak ubahnya seperti terminal bus yang sangat rawan akan kejahatan. Padahal bandara ini sudah menyandang predikat internasional, pos pengamanan pun sudah terlihat memadati beberapa lokasi bandara. Namun entah mengapa KNIA masih belum terbebas dari sindikasi pencurian yang tentunya sangat merugikan nama baik serta integritas bandar udara kebanggaan warga Sumatera Utara (Sumut).
Terbongkar
Sindikat pencurian di KNIA yang terjadi baru-baru ini, melibatkan sebanyak tujuh orang karyawan maskapai penerbangan ternama, oknum tersebut yakni RG, IPS, JHS, BAP, AI dan RA. Mereka sehari hari mereka bekerja di area kargo KNIA dan menjadi pemonitor barang-barang penumpang ke stasiun tujuan (baggage handling). Setelah diintrogasi oleh petugas keamanan, mereka diserahkan kepada pihak kepolisian Polres Deliserdang untuk proses selanjutnya. Informasi yang dikumpulkan, otak pelaku pencurian adalah RA, warga Kisaran yang kos di Beringin. Kepada petugas ia mengaku selama bekerja 1,8 tahun sudah empat kali mencuri. Barang barang yang ia curi berasal dari tas yang hanya ditutup resleting saja. Terakhir barang yang ia curi adalah parfum dan power bank.
Airport Manager maskapai tempat keenam oknum pencuri itu bekerja, Diky, menegaskan pihaknya akan memecat mereka jika terbukti mencuri. Menurut dia kejadian ini telah membuat nama maskapai jelek di mata penumpang. "Ini sudah merupakan tindakan kriminal harus diserahkan sama polisi. Biarlah polisi yang menindaklanjutinya," kata Diky. (Tribunnews.com).
Sebelum terungkapnya sindikat pencurian di bagasi yang terekam oleh kamera CCTV, di KNIA juga pernah terjadi kasus pencurian yang tak kalah menghebohkan. Pada hari Kamis (9/4) lalu telah terjadi pencurian bagasi penumpang Garuda Indonesia tujuan Jakarta atas nama S, dengan jadwal keberangkatan 20.35 WIB. Pencurian itu baru diketahui S setelah tiba di Jakarta. Atas kejadian ini, S pun mengalami kerugian materi sebesar Rp 36 juta. Atas kejadian itu, petugas pun melakukan penyelidikan melalui rekaman CCTV yang terdapat di make up area. Berdasarkan rekaman CCTV itu, diketahui identitas para pelaku. Dari hasil penyelidikan lanjutan, akhirnya petugas berhasil meringkus 3 dari 5 orang pelaku. Mereka adalah TM (29) warga Jalan Kepi 2 No I Perumnas Simalingkar Medan , UR ( 44) warga Jalan Sei Putih Baru No 22 A dan MF (31), warga Jalan Laksana Gang Duku No 15 B Medan. Ketiganya merupakan petugas porter PT Gapura Angkasa di Bandara Kualanamu.
Sedangkan dua pelaku lainnya masing-masing ialah IS (23) warga Jalan Rambutan Lingkungan VI yang bertugas sebagai security PT Gapura Angkasa, serta EL ( 26) warga Jalan Pintu Air Medan Johor yang bertugas sebagai porter PT Gapura Angkasa. Info lain diperoleh, IS bertugas sebagai security di alat X Ray OOG yang berada di lantai III Bandara Kualanamu disebut-sebut sebagai pemberi informasi bila ada uang di dalam bagasi. Modus para pelaku menjalin komunikasi dengan menggunakan HP guna memberitahu kepada rekan lainnya untuk mengincar koper berisi uang tersebut. Pelaku juga mengaku telah beberapa kali melakukan pencurian di bagasi penumpang dan menghasilkan uang yang cukup lumayan. Bahkan sebagian uang hasil pencurian tersebut belum habis digunakan. (Sumutpos.com).
Peluang
Beberapa kasus pencurian diatas menunjukkan bahwa hak-hak penumpang/pengunjung bandara akan rasa aman dan nyaman masih belum terjamin. Pencurian-pencurian tersebut terjadi lantaran kesempatan melakukannya sangat terbuka lebar. Sebagaimana kita ketahui bersama, KNIA merupakan sebuah bandara yang sangat besar dan luas, sehingga diperlukan banyak personel keamanan bandara untuk intens mengawasi setiap lokasi-lokasi rawan. Namun faktanya jumlah petugas di bandara ini sangat terbatas sehingga ada beberapa titik yang luput dari pengawasan. Begitu juga para pekerja di bandara ini yang tidak semuanya memiliki integritas ataupun sertifikasi berperilaku baik.
Berdasarkan informasi yang penulis himpun dari Fokusmedan.com Maraknya aksi kejahatan pencurian di Bandara Kualanamu International Airport (KNIA) ternyata disebabkan kurangnya jumlah petugas Aviation Security (Avsec). Hal itu diungkapkan oleh Duty Manager Bandara KNIA. Diakuinya, saat menjadi Komandan Avsec pihaknya mengalami kekurangan tenaga pengamanan sehingga sesuai SOP maka pihaknya lebih fokus terhadap keselamatan penerbangan untuk calon penumpang saja. Akibatnya tindak kejahatan di sekitar terminal penumpang kerap lolos dari pengawasan."Masih kurang petugas Avsec-nya di sini apalagi melihat bandara yang seluas ini," ungkap Jasirin, mantan Manager Pengamanan PT AP II Cabang Bandara KNIA itu.
Selain kekurangan personel, CCTV yang berada di lantai 2 proyek Hotel Transit itupun juga tak seluruhnya berfungsi. Bandara yang megah dan bertaraf internasional dan merupakan bandara kedua terbesar di Indonesia ini ternyata belum memiliki pengamanan terbaik."Ya jadi kita menghimbau kepada pengunjung dan calon penumpang agar lebih berhati-hati lagi," pinta Jasirin.
Seharusnya, dengan predikat bandara kelas internasional yang disandang, harus dibarengi dengan pelayanan yang prima kepada setiap orang, terutama untuk urusan keamanan. Jangan biarkan karena ulah segelintir oknum justru merusak nama baik KNIA itu sendiri. Dalam hal ini, PT. Angkasa Pura, harus jeli dalam mengambil solusi seperti menambah perosnel petugas keamanan, menambah jumlah kamera pengawas, atau jika perlu mintalah bantuan kepada polisi untuk rutin berpatroli di bandara.
KNIA merupakan salah satu pintu gerbang utama provinsi Sumut baik dari nasional, regional maupun internasional. Jika di pintu gerbangnya saja sudah tidak aman, ini bisa mejadi indikasi bahwa tempat yang dikunjungi (Sumut) juga tidak aman. Karena itu berbagai tindakan tegas harus terus dilakukan oleh otoritas terkait demi menciptakan bandara yang aman, nyaman dan kualitas pelayanan prima bagi semua pengunjungnya. Keamanan di KNIA harus menjadi prioritas utama jika tidak ingin dicap sebagai bandara bintang lima namun rasa kaki lima.(analisadaily.com)
Opini
Budaya Indonesia Masuk Ruang Digital, Ini yang Terjadi di Museum Nasional
JAKARTA - Pemerintah bersama sejumlah pihak swasta dan platform digital menghadirkan pameran serta aktivasi karakter kreatif yang terinspirasi budaya Indonesia di Museum Nasional Indone
Pasca Kecelakaan, Bos Danantara Tegaskan Evaluasi Total Sistem Keselamatan Kereta
JAKARTA â€" Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan P. Roeslani menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas tragedi kecelakaan yang melibatkan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek pad
Purbaya Akan Tanggung 100 Persen PPN Avtur
JAKARTA â€" Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa resmi menerbitkan kebijakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) sebesar 100 persen untuk pembelian tiket pesawat
Tembus Sistem Pertahanan AS, Jet Tempur Jadul F-5 Iran Bom Pangkalan Udara Kuwait
JAKARTA â€" Sebuah laporan mengklaim bahwa jet tempur lawas F-5 Angkatan Udara Iran berhasil menembus sistem pertahanan udara AS dan mengebom pangkalan militer Camp Buehring di Kuwait dalam peran
Iran Ajukan Proposal kepada AS untuk Buka Selat Hormuz, Akhiri Perang
JAKARTA - Iran telah mengajukan proposal baru kepada Amerika Serikat (AS) untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri perang, dengan menunda negosiasi nuklir ke tahap selanjutnya. Proposal