- Home
- Pendidikan
- Guru Tidak Tetap Jadi Andalan Gantikan PNS yang Pensiun
Kampus
Guru Tidak Tetap Jadi Andalan Gantikan PNS yang Pensiun
Rabu, 28 Nov 2018 16:59
SEMARANG - Guru tidak tetap (GTT) masih jadi andalan menggantikan guru pegawai negeri sipil (PNS) yang semakin banyak pensiun.
Ditambah minimnya jumlah peserta yang lolos tes CPNS formasi guru SMA/SMK. Menurut Kabid Pembinaan SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng Hari Muryanto, berdasar perbandingan GTT dan guru PNS, jumlahnya hampir sepertiga bahkan lebih. Dia menyebutkan, guru PNS di SMA berjumlah 13.700 orang, sedangkan jumlah GTT mencapai 4.182 orang. Kemudian, guru PNS di SMK berjumlah 10.683 orang dan guru GTT 5.760 orang. Di SLB, jumlah guru PNS 1.483 orang dan GTT 421 orang. Tiga jenjang pendidikan tersebut, sesuai UU 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah, menjadi kewenangan Pemprov Jateng.
"Tahun ini ada formasi CPNS (guru), namun yang lolos passing grade sedikit. Misalnya dapat tambahan guru, tapi akan ada yang pensiun 700 orang guru. Kami juga peroleh informasi, jika guru SD mencapai 800 orang yang pensiun perbulannya," ujar Heri Muryanto saat berbicara dalam Diskusi Prime Topic MNC Trijaya FM bertema Tantangan Pendidik di Era Milenial di Lobby Gets Hotel Semarang kemarin. Dengan begitu, Pemprov Jateng berupaya meningkatkan kualitas GTT dan memberikan gaji standar UMK + 10% bagi yang memenuhi syarat jam mengajar.
Namun, diakui Heri, dilihat dari keseluruhan guru yang mengajar belum semuanya sesuai kualifikasi. "Saat ini guru yang berpendidikan S-1 di SMA 86,15%, di SMK 70,24%, dan di SLB 77,03%," sebutnya. Heri merinci, apabila dirata-rata, berkisar 75% guru yang berpendidikan S-1. Sisanya masih lulusan D-2 atau D-3 dan bahkan Sekolah Pendidikan Guru (SPG). Ketua DPRD Jateng Rukma Setyabudi menegaskan bahwa guru tidak boleh hanya sebagai pengajar, namun juga pendidik. "Guru harus memberikan materi pelajaran dan juga pendidikan budi pekerti sehingga anak tak hanya pintar soal kognitif, tapi juga memiliki tata krama dan sopan santun," tegasnya.
Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) berharap pemerintah
provinsi dan kabupaten/kota terus mendorong kesejahteraan guru. Hal
tersebut menjadi salah satu faktor pendorong peningkatan profesionalisme
guru. "Ya, idealnya gaji GTT dua kali lipat UMK karena tuntutan GTT
tinggi, harus S- 1," ungkap Wakil Sekretaris PGRI Jateng Maryanto.
(okezone.com)
Pendidikan
Satgas Pamtas Yonarhanud 1/PBC/1 Kostrad Kembali Ukir Prestasi, Gagalkan Penyelundupan 21,4 Kg Sabu dan Amankan WNA di Entikong
Entikong - Satgas Pamtas RIâ€"Malaysia Yonarhanud 1/PBC/1 Kostrad kembali menorehkan prestasi gemilang dalam menjaga kedaulatan negara dan melindungi generasi bangsa dari ancaman narkotika. Personel P
Taekwondo Indonesia Loloskan 3 Atlet ke Asian Games Nagoya 2026, Siap Tantang Raksasa Asia
Jakarta - Tidak semua kemenangan diumumkan dari atas podium. Sebagian datang lebih dahulu melalui lembar hasil pertandingan, akumulasi poin, dan keputusan resmi yang memastikan sebuah negara berhak me
Liquid Narkoba Beredar di Pekanbaru, dr. Nining: Jangan Pernah Mencoba Kalau Tidak Mau Kecanduan
Jangan pernah mencoba, sebab isi pod getar bukan seperti vape yang isinya hanya sekadar nikotin.Tapi pod getar ini memang dikaitkan dengan zat yang isi di dalamnya itu adalah mengandung etomidat.Sekar
Antusias Warga dan Personel Polling Dukung Tim Jagoan,
PEKANBARU - Antuasias Piala Dunia 2026 tampak di seluruh Polsek Polres Dumai, Sabtu (13/6/2026).Bersama dengan warga, semangat perhelatan sepakbola dunia empat tahunan tersebut begitu terasa lewat keg
KPK Sita Dokumen Penting Terkait Kasus Suap Pengadaan di Muara Enim
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan penyitaan sejumlah dokumen penting terkait proses pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muara Enim. Tindakan ini merupakan bag