- Home
- Pendidikan
- Anak Tukang Ojek Jadi Calon Insinyur di UGM
Pendidikan
Anak Tukang Ojek Jadi Calon Insinyur di UGM
Kamis, 14 Jul 2016 11:35
JAKARTA - Menjadi generasi penerus yang membanggakan seperti sosok Habibie kini bukan sekadar mimpi semata bagi Erwan Yova Ady Pratama. Bagaimana tidak, berkat prestasi dan kemampuan akademis yang mumpuni, cowok asal Ponorogo ini akan menjadi calon insinyur dari Universitas Gadjah Mada (UGM).
Yova, begitu dia akrab disapa, dinyatakan lolos Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2016 di Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, UGM. Tak tanggung-tanggung, dia juga berkesempatan kuliah gratis sampai lulus melalui program bidikmisi.
"Senang sekali bisa diterima di UGM. Benar-benar bersyukur akhirnya apa yang saya impikan bisa terwujud," ujarnya disitat dari laman UGM, Kamis (14/7/2016).
Ayah Yova yang sehari-hari bekerja sebagai tukang ojek tentu tidak berharap banyak dapat menyekolahkan sang anak sampai ke jenjang perguruan tinggi. Pasalnya, pendapatannya dari menarik ojek hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sedangkan sang ibu menjadi ibu rumah tangga, dan harus mengurus dua adiknya yang masih kecil-kecil.
"Bapak mendapat Rp30 ribu setiap harinya dari hasil menarik ojek," tuturnya.
Kondisi keluarga yang pas-pasan tak membuat cowok kelahiran Ponorogo, 20 April 1998 silam tersebut patah semangat. Sebaliknya, Yova terus berusaha melawan keterbatasan dengan giat belajar dan berusaha meraih prestasi. Kemauan dan tekad kuatnya dalam belajar akhirnya membuahkan hasil manis. Beragam prestasi berhasil diraihnya.
Putra sulung dari pasangan suami istri Suwarso (47) dan Wiji Lestari (39) itu langganan juara pertama sejak bangku sekolah dasar (SD) sampai sekolah menengah pertama (SMP). Saat SMA, dia selalu masuk dalam jajaran tiga besar di kelasnya dan mendapatkan beasiswa pendidikan selama tiga tahun.
Prestasi Yova nyatanya tak hanya di lingkup sekolah. Alumnus SMA 1 Ponorogo itu juga pernah meraih juara 1 Nasional Maritim Paper Competition 2016 yang diselenggarakan oleh ITS, juara 3 Paper Statistika Nasional 2015 yang diadakan IPB dan STIS, serta juara 3 Lomba Esai Pentingnya Pendidikan tingkat Provinsi Jawa Timur.
"Ada beberapa ide di kepala, inginnya sih bisa membuat sesuatu untuk Indonesia seperti Pak Habibie," terangnya.
Dengan diterima di UGM, Yova ingin bisa melahirkan sesuatu yang dapat berkontribusi bagi bangsa Indonesia. Dia juga sudah tak sabar untuk bergabung dalam Tim Bimasakti UGM. Sementara menanggapi tekad putranya itu, sang ayah, Suwarso merasa bangga serta mendukung dan mendoakan untuk kelancaran dan kesuksesan Yova di masa mendatang.
"Semoga yang dicita-citakan bisa berhasil dan membantu adik-adiknya dalam meraih pendidikan kelak," pungkasnya. (okezone.com)
Kemenag Apresiasi Tradisi Khotmul Alquran di MAN 3 Pekanbaru
PEKANBARU - Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekanbaru memberikan apresiasi terhadap kegiatan Khotmul Alquran siswa kelas XII Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Pekanbaru.Apresiasi tersebut disampaikan Pl
Peduli Pendidikan, Anggota DPRD Rohil Amansyah Apresiasi Yayasan Asham As Ari dan Siswa MDTA Ar Rahman
KUBU - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rokan Hilir dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Amansyah, memberikan apresiasi kepada Yayasan Asham As Ari Rokan Hilir dan siswa-si
Program S2 Matematika UIR Resmi Dibuka, Berbasis Teknologi Modern
Pekanbaru â€" Universitas Islam Riau (UIR) menambah daftar program studi baru di Program Pascasarjana. Menjelang akhir Ramadan 1447 H, UIR resmi membuka Program Magister Pendidikan Matematika, sebagai
Dua Pekan Libur, Jadwal Libur Idulfitri SMA dan SMK di Riau Berlaku Mulai 13 Maret 2026
PEKANBARU - Pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Provinsi Riau resmi mendapatkan jatah libur Hari Raya Idulfitri selama dua pekan. Masa liburan ini diteta
BKD Riau Siapkan Sanksi Pemecatan untuk Guru SMAN 18 Pekanbaru
PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau mengambil langkah cepat menyikapi dugaan pelecehan seksual di SMAN 18 Pekanbaru. Seorang oknum guru di sekolah tersebut diduga melakukan tindakan tidak pantas terh