Sabtu, 13 Jun 2026
  • Home
  • Pendidikan
  • Aplikasi Kebunku Bawa 2 Pelajar Lamongan Sabet Perak Olimpiade di Rumania

Pendidikan

Aplikasi Kebunku Bawa 2 Pelajar Lamongan Sabet Perak Olimpiade di Rumania

Rabu, 08 Mei 2019 13:49
Istimewa
John Owen Danuarta dan Annida Vebiana Asyhuri
LAMONGAN - Dua siswa SMAN 1 Lamongan berhasil merebut medali perak dalam kejuaraan internasional. Yakni olimpiade internasional karya tulis ilmiah di bidang teknologi informasi yang berlangsung di Rumania.

Dua pelajar tersebut yakni John Owen Danuarta dan Annida Vebiana Asyhuri. Pelajar kelas XI itu berhasil menyisihkan ratusan pesaingnya dari berbagai negara. Mereka membawa pulang medali perak berkat penelitian tentang Internet of Things (IoT) dengan judul Implementation of Internet of Things (IoT) on 'Kebunku' Application Based on Android and Strawberry Garden Treatment System Based on Android.

"Ini adalah penelitian berbasis IT dengan pendekatan ilmiah yang terfokus pada jenis pemrograman dengan memanfaatkan android sebagai pengendali utama," kata sang ketua kelompok John Owen dalam perbincangannya dengan wartawan.

Menurut John, melalui sebuah program Android akan terkoneksi dengan arduino yang sudah tersistem dengan aplikasi khusus yang tersimpan dalam server. Aplikasi itu memberikan 3 manfaat. Yaitu sebagai penyiraman, pemupukan dan pencahayaan.

"Arduino terkoneksi dengan android, sehingga pengendalian untuk tiga keuntungan tadi bisa dilakukan melalui android," imbuh John.

Selain itu, keuntungan lain dari aplikasi ini adalah bisa membaca kelembapan udara melalui sensor otomatis. Lalu, kata John, aplikasi itu juga dilengkapi indikator kelembapan tanah, indikator air dalam tangki, dan intensitas cahaya yang menjadi obyek utama penelitian.

"Semuanya memang tersistem supaya petani tidak repot lagi," tambah Annnida.

Lalu, mengapa mereka memilih tanaman strawberry? Annida mengaku, penerapan sengaja dilakukan di kebun stroberi karena tanaman tersebut hanya hidup di suhu udara tertentu. Sehingga dengan aplikasi ini, petani bisa dengan mudah mengatur suhu, air atau lainnya secara otomatis melalui aplikasi.

"Pemupukan dengan menggunakan water pam bisa dikendalikan oleh sistem dan pekerjaan lainnya. Jadi, aplikasi ini bukan hanya pengingat, tapi pekerjaannya juga bisa di handle dengan aplikasi berbasis android ini," papar John.

Saat menjadi perwakilan Indonesia, John dan Annida mengaku sangat bangga. Apalagi mereka harus berkompetisi dengan setidaknya 36 negara lainnya.

John mengaku mereka sempat khawatir jika berbuat kesalahan. Pasalnya, persiapan yang mereka lakukan sangat singkat usai mereka memenangi ISPO di Tangerang Maret lalu.

"Kami terus memantapkan makalahnya, termasuk memperbaiki gaya bahasanya," kata Annida yang ketika di Rumania bertanding di International School of Bucharest, Rumania.

Berkompetisi di Rumania, John dan Annida hanya membawa arduino, android, dan prototype makalahnya. Mereka melakukan presentasi selama sepuluh menit dan pameran selama tiga hari memberinya banyak pengalaman. Berkompetisi di luar negeri, menurut John, membuat mereka semakin termotivasi untuk melakukan penelitian lebih banyak lagi.

"Bertemu banyak teman dari negara-negara lain, sempat tanya-tanya penelitian mereka dan kita akhirnya termotivasi," ujar John.

Proses pembuatan aplikasi cukup simple. Menyiapkan sistem arduino uno. Node MCU (online) sebagai wifinya untuk mendeteksi rute. Supaya komunikasi antara arduino dan android bisa lebih mudah. Menggunakan relay sebagai kontrol. Serta menggunakan lampu khusus pertumbuhan. Sensor cahaya, kelembapan tanah, dan ultrasonic untuk melihat ketinggian.

"Kesulitannya ada tapi banyak melakukan konsultasi dengan kakak tingkat dan pendamping," lanjut Addinda.

Kepala SMAN 1 Lamongan Kiswanto menuturkan, lomba karya tulis ilmiah ini sudah menjadi ekstra kebanggaan sekolah. Karena hampir setiap bulan selalu menelurkan penghargaan baru.

"Ini merupakan ketiga kalinya pelajar Smasa yang mewakili Indonesia di kancah dunia," katanya.

Terakhir ini, lanjut Kiswanto, perlombaan Karya Tulis Ilmiah (KTI) di Rumania ini diikuti oleh 36 negara di seluruh dunia. Sekolah memberikan reward kepada dua pelajar yang telah mengharumkan namna Indonesia di kancah dunia itu.

"Salah satunya, kami akan membebaskan biaya sumbangan sekolah dan memberikan penghargaan sendiri pada anak didik kami," pungkasnya.



Sumber: detik.com
Pendidikan
Berita Terkait
  • Sabtu, 13 Jun 2026 15:46

    Kasus Pencurian Ringan dan Revisi KTP Selesai Cepat Lewat Sidang Keliling di Kandis Siak

    SIAK - Sebanyak delapan perkara hukum berhasil diselesaikan dalam satu hari melalui program sidang keliling yang dilaksanakan oleh Pengadilan Negeri Siak. Kegiatan yang dipusatkan di Kantor Camat Kand

  • Sabtu, 13 Jun 2026 15:41

    Kuansing Kerahkan Ratusan Personel Amankan MTQ ke-44 Riau dan Pacu Jalur Rayo II

    TELUKKUANTAN â€" Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) mengerahkan 481 personel gabungan untuk mengamankan dua acara besar, yakni Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XLIV Provinsi Riau 2026 dan

  • Sabtu, 13 Jun 2026 15:37

    Atasi Kelangkaan LPG 3 kg, Pemkab Morowali Gencarkan Operasi Pasar dan Siapkan Solusi Jangka Panjang

    Pemerintah Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, menggencarkan operasi pasar dan pasar murah untuk mengatasi kelangkaan tabung LPG 3 kilogram di wilayahnya. Langkah ini diambil menyusul laporan mengena

  • Sabtu, 13 Jun 2026 15:32

    Pelaku Tabrak Mobil Polisi, Kronologi Penangkapan Kurir Narkoba Jenis Sabu Seberat 1 Kg di Jeneponto

    Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resor Jeneponto menggagalkan penyelundupan narkoba jenis sabu seberat 1 kilogram (Kg) di Jembatan Belokallong, Kelurahan Balang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto

  • Sabtu, 13 Jun 2026 15:10

    Satpol PP Sumedang Setop Lima Perusahaan Tambang Ilegal, Tegaskan Kepatuhan Izin

    Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, secara resmi menghentikan sementara operasional lima perusahaan pertambangan. Tindakan ini diambil karena perusahaan-perusahaan t

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.