Senin, 04 Mei 2026

Pendidikan

Gapai Mimpi, Siti Kuliah Gratis di UGM

Rabu, 13 Jul 2016 10:53
dok. UGM
Siti Maqhfiroh (jilbab biru) dan keluarganya. Siti diterima sebagai mahasiswa UGM melalui jalur Bidikmisi.

JAKARTA - Bermpimpi kuliah, apalagi di perguruan tinggi negeri (PTN) ternama dulu tak berani dilakukan Siti Maqhfiroh. Namun, teguran sang guru BK di sekolah memantik pijar semangat gadis 17 tahun itu untuk mengikuti Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2016.

Rekam jejak akademis yang baik menjadi tiket Siti diterima sebagai mahasiswa baru Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) UGM melalui jalur Bidikmisi.

"Tidak terbayang akhirnya bisa kuliah, apalagi di UGM tanpa dipungut biaya sehingga tidak membebani orang tua untuk membayar biaya pendidikan," ujar Siti, seperti dikutip dari laman UGM, Rabu (13/7/2016).

Bagi sulung dari dua bersaudara itu, kuliah adalah impian yang teramat mewah. Maklum, kondisi perekonomian sang ayah, Paimin (46) dan sang ibu, Sumarni (38) tidak berkecukupan. Sebagai tulang punggung keluarga, Paimin tidak memiliki pekerjaan tetap. Dia menjadi buruh tani panggilan di masa musim tanam dan panen. Di waktu lainnya, dia menjadi buruh bangunan atau mengurus ternak milik tetangga. Penghasilannya kerap tidak tentu, bahkan tidak lebih dari Rp800 ribu setiap bulannya.

"Bapak tidak tentu kerjanya, bahkan pernah sebulan lebih menganggur tidak dapat kerjaan," imbuh Siti.

Hidup dalam kondisi serba kekurangan tidak membuat semangat alumnus SMAN 2 Ngawi itu surut dalam belajar. Bahkan, sejak jenjang SD hingga SMP dia selalu meraih juara kelas. Prestasi akademis terus ditorehnya semasa SMA; Siti tidak pernah keluar dari peringkat lima besar di kelas.

Sekira dua bulan lagi Siti akan memulai perkuliahannya. Namun, hingga kini dia belum mendapat tempat tinggal karena tidak sanggup membayar uang sewa asrama yang dianggapnya masih cukup mahal. Bidikmisi memang hanya menanggung uang kuliah dan biaya hidup sehari-hari penerimanya.

Meski masih dibayangi ketidakpastian tentang asrama, Siti telah memantapkan cita-citanya sebagai mahasiswa FTP. "Selepas lulus, saya ingin mengabdikan diri di kampung halaman untuk memajukan pertanian di desa yang tergolong kurang maju," tukasnya mantap.

Keberhasilan Siti diterima sebagai mahasiswa salah satu kampus negeri unggulan membuat Paimin dan keluarga ikut berbahagia. Doa dan dukungan pun terus mengalir untuk putri mereka.

"Semoga dengan beasiswa ini kebutuhan saat kuliah bisa terpenuhi. Nantinya bisa lancar kuliahnya dan menjadi orang yang sukses dan membanggakan orangtua," ujar Paimin penuh harap. (okezone.com)

Pendidikan
Berita Terkait
  • Sabtu, 14 Mar 2026 09:53

    Kemenag Apresiasi Tradisi Khotmul Alquran di MAN 3 Pekanbaru

    PEKANBARU - Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekanbaru memberikan apresiasi terhadap kegiatan Khotmul Alquran siswa kelas XII Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Pekanbaru.Apresiasi tersebut disampaikan Pl

  • Sabtu, 14 Mar 2026 09:30

    Peduli Pendidikan, Anggota DPRD Rohil Amansyah Apresiasi Yayasan Asham As Ari dan Siswa MDTA Ar Rahman

    KUBU - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rokan Hilir dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Amansyah, memberikan apresiasi kepada Yayasan Asham As Ari Rokan Hilir dan siswa-si

  • Jumat, 13 Mar 2026 16:35

    Program S2 Matematika UIR Resmi Dibuka, Berbasis Teknologi Modern

    Pekanbaru â€" Universitas Islam Riau (UIR) menambah daftar program studi baru di Program Pascasarjana. Menjelang akhir Ramadan 1447 H, UIR resmi membuka Program Magister Pendidikan Matematika, sebagai

  • Rabu, 11 Mar 2026 08:53

    Dua Pekan Libur, Jadwal Libur Idulfitri SMA dan SMK di Riau Berlaku Mulai 13 Maret 2026

    PEKANBARU - Pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Provinsi Riau resmi mendapatkan jatah libur Hari Raya Idulfitri selama dua pekan. Masa liburan ini diteta

  • Sabtu, 07 Mar 2026 10:25

    BKD Riau Siapkan Sanksi Pemecatan untuk Guru SMAN 18 Pekanbaru

    PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau mengambil langkah cepat menyikapi dugaan pelecehan seksual di SMAN 18 Pekanbaru. Seorang oknum guru di sekolah tersebut diduga melakukan tindakan tidak pantas terh

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.