- Home
- Pendidikan
- Guru Besar Ikuti Program Profesor Masuk Desa
Pendidikan
Guru Besar Ikuti Program Profesor Masuk Desa
Senin, 20 Jun 2016 12:53
JAKARTA - Universitas Padjadjaran (Unpad) kembali membuat gebrakan baru. Jika biasanya kuliah kerja nyata (KKN) hanya diikuti oleh para mahasiswa. Pada Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa Program Pengabdian kepada Masyarakat Dosen (KKNM PPMD) periode Juli-Agustus mendatang, para guru besar akan ikut turun sebagai dosen pendamping lapangan (DPL).
Kegiatan tersebut merupakan implementasi dari program Profesor Masuk Desa. Direktur Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat Unpad, Dr Ayi Bahtiar, MSi, mengatakan tujuan program itu adalah untuk membantu mengembangkan potensi wilayah masing-masing.
"Kemampuan luar biasa dari para professor akan memberikan dampak yang luar biasa bagi pembangunan wilayah di Jawa Barat," ujarnya dinukil dari laman Unpad, Senin (20/6/2016).
Melalui program ini, para guru besar akan kembali pada kapasitasnya sebagai academic leader untuk mendorong penguatan aktivitas riset dan pengabdian. Nantinya, mahasiswa dan para profesor tersebut akan terlibat melaksanakan program pengabdian di desa lokasi KKNM. Programnya sendiri ditentukan berdasarkan proposal rancangan PPMD atau berdasarkan audiensi dengan pejabat wilayah setempat.
"Yang utama adalah program harus bisa mengembangkan potensi desa. Kita angkat, supaya desa ini bisa produktif sehingga desa menjadi meningkat secara perekonomiannya," ucapnya.
Pelaksanaan KKNM akan dilakukan di empat lokasi, yakni Kabupaten Purwakarta sebanyak 28 desa, Kabupaten Subang sebanyak 24 desa, Kabupaten Indramayu sebanyak 20 desa, dan Kabupaten Majalengka sebanyak 46 desa. Dari jumlah tersebut, guru besar yang terlibat ada 59 orang.
"Dengan ikut terlibat dalam kegiatan PPMD, mahasiswa KKNM dapat berkontribusi mengembangkan potensi desa. Ini juga menjadi upaya bagi para guru besar untuk meningkatkan kompetensi akademiknya," imbuhnya.
Kegiatan PPMD akan berlangsung selama empat bulan, terhitung selama Juli hingga Oktober mendatang. Untuk satu bulan pertama (Juli-Agustus), kegiatan ini diintegrasikan dengan pelaksanaan KKNM. Sementara untuk bulan selanjutnya, guru besar akan membawa tim guna mengevaluasi lanjutan dari program yang telah dilaksanakan.
"Mahasiswa yang dilibatkan pada masa evaluasi tidak hanya mahasiswa KKNM, tetapi bisa juga mahasiswa bimbingan para profesor untuk diajak turun ke desa," pungkasnya. (okezone.com)
Kemenag Apresiasi Tradisi Khotmul Alquran di MAN 3 Pekanbaru
PEKANBARU - Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekanbaru memberikan apresiasi terhadap kegiatan Khotmul Alquran siswa kelas XII Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Pekanbaru.Apresiasi tersebut disampaikan Pl
Peduli Pendidikan, Anggota DPRD Rohil Amansyah Apresiasi Yayasan Asham As Ari dan Siswa MDTA Ar Rahman
KUBU - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rokan Hilir dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Amansyah, memberikan apresiasi kepada Yayasan Asham As Ari Rokan Hilir dan siswa-si
Program S2 Matematika UIR Resmi Dibuka, Berbasis Teknologi Modern
Pekanbaru â€" Universitas Islam Riau (UIR) menambah daftar program studi baru di Program Pascasarjana. Menjelang akhir Ramadan 1447 H, UIR resmi membuka Program Magister Pendidikan Matematika, sebagai
Dua Pekan Libur, Jadwal Libur Idulfitri SMA dan SMK di Riau Berlaku Mulai 13 Maret 2026
PEKANBARU - Pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Provinsi Riau resmi mendapatkan jatah libur Hari Raya Idulfitri selama dua pekan. Masa liburan ini diteta
BKD Riau Siapkan Sanksi Pemecatan untuk Guru SMAN 18 Pekanbaru
PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau mengambil langkah cepat menyikapi dugaan pelecehan seksual di SMAN 18 Pekanbaru. Seorang oknum guru di sekolah tersebut diduga melakukan tindakan tidak pantas terh