- Home
- Pendidikan
- Jurnal Ilmiah Mahasiswa Indonesia Kalah Saing, Ini Solusinya
kampus
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Indonesia Kalah Saing, Ini Solusinya
Senin, 21 Mei 2018 14:28
JAKARTA - Banyak jurnal ilmiah yang dihasilkan oleh mahasiswa Indonesia yang tidak kalah dengan peneliti dari luar negeri. Bahkan, berhasil menembus berbagai jurnal internasional. Hanya saja, jurnal ilmiah karya mahasiswa Indonesia masih kalah dalam pencapaian indeks sitasi dibanding dengan jurnal dari negara lain.
Indeks sitasi merupakan salah satu indikator dari kualitas publikasi. Banyak tidaknya peneliti lain yang mengutip publikasi jurnal ilmiah tersebut menjadi cerminan dari tingkat kualitas sebuah riset.
Seorang Profesor dari Australia Indonesia Center (AIC), Saman Halgamuge, berbagi pengalaman dan tips dalam bidang riset dan akademik, termasuk penulisan ilmiah di hadapan mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM).
Saman menegaskan bahwa yang utama dalam sebuah kepenulisan berbentuk
jurnal adalah judul dan abstrak. Dua bagian ini menjadi penting karena
merupakan bagian ketika pembaca menentukan minatnya.
"Kesalahan yang sering dilakukan adalah kurangnya memahami objek calon
pembaca sehingga dengan memperbaiki pandangan ini tulisan akan menjadi
lebih baik," tuturnya, dalam kuliah umum bertema "Workshop and Lectures
on Emphasizing Research Aspect" yang berlangsung di Departemen Teknik
Nuklir dan Teknik Fisika, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada,
seperti dikutip dari laman UGM, Senin (21/5/2018).
Saman mengatakan tujuan dalam menulis hasil riset adalah untuk kebaikan umat manusia. Oleh karena itu, sebagai penulis akademisi harapannya tidak hanya menulis secara urut dan lengkap, namun juga memikirkan kebutuhan dari sisi pembaca.
Salah satu cara untuk mengetahui apakah tulisan sudah tersampaikan dengan baik adalah lewat jumlah penyitasi. Dari sini dapat diketahui pengaruh sebuah tulisan dalam komunitas. Selain itu, riset dan kepenulisan yang melibatkan peneliti dari negara lain akan sangat mempengaruhi jumlah pembaca.
Hal ini disebutkan Saman yang menjadikan jumlah sitasi termasuk
dalam faktor penilaian ranking universitas. Sitasi masuk dalam faktor
penilaian tiga ranking paling terpercaya, yakni ARWU atau Shanghai
Ranking, QS Ranking, dan Times HE Ranking.
(okezone.com)
Pendidikan
Satgas Pamtas Yonarhanud 1/PBC/1 Kostrad Kembali Ukir Prestasi, Gagalkan Penyelundupan 21,4 Kg Sabu dan Amankan WNA di Entikong
Entikong - Satgas Pamtas RIâ€"Malaysia Yonarhanud 1/PBC/1 Kostrad kembali menorehkan prestasi gemilang dalam menjaga kedaulatan negara dan melindungi generasi bangsa dari ancaman narkotika. Personel P
Taekwondo Indonesia Loloskan 3 Atlet ke Asian Games Nagoya 2026, Siap Tantang Raksasa Asia
Jakarta - Tidak semua kemenangan diumumkan dari atas podium. Sebagian datang lebih dahulu melalui lembar hasil pertandingan, akumulasi poin, dan keputusan resmi yang memastikan sebuah negara berhak me
Liquid Narkoba Beredar di Pekanbaru, dr. Nining: Jangan Pernah Mencoba Kalau Tidak Mau Kecanduan
Jangan pernah mencoba, sebab isi pod getar bukan seperti vape yang isinya hanya sekadar nikotin.Tapi pod getar ini memang dikaitkan dengan zat yang isi di dalamnya itu adalah mengandung etomidat.Sekar
Antusias Warga dan Personel Polling Dukung Tim Jagoan,
PEKANBARU - Antuasias Piala Dunia 2026 tampak di seluruh Polsek Polres Dumai, Sabtu (13/6/2026).Bersama dengan warga, semangat perhelatan sepakbola dunia empat tahunan tersebut begitu terasa lewat keg
KPK Sita Dokumen Penting Terkait Kasus Suap Pengadaan di Muara Enim
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan penyitaan sejumlah dokumen penting terkait proses pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muara Enim. Tindakan ini merupakan bag