Kamis, 11 Jun 2026
  • Home
  • Pendidikan
  • Kampusnya Dituding Tersusupi Radikalisme, Ini Tanggapan Rektor ITS

Kampus

Kampusnya Dituding Tersusupi Radikalisme, Ini Tanggapan Rektor ITS

Senin, 04 Jun 2018 14:55
detik.com
Surabaya - Beberapa waktu lalu Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) menyebutkan ada tujuh universitas dan institut di Indonesia yang sedang diawasi lantaran dinilai telah terpapar paham radikalisme. Dua di antaranya ada di Surabaya, yaitu Universitas Airlangga (Unair) dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

Menanggapi hal ini, Rektor ITS Prof Joni Hermana mengatakan selama ini kondisi kampusnya justru kondusif dan adem ayem. Ia juga mengaku tidak melihat adanya aktivitas mencurigakan di kampusnya. Saat dimintai pendapat, Joni juga mengaku tengah menunggu data resmi dari BNPT.

"Saya lebih baik menunggu BNPT untuk mengeluarkan datanya dulu saja. Soalnya selama ini saya merasa suasana kampus ITS kondusif, adem ayem," ujar Prof Joni saat dihubungi detikcom, Senin (4/5/2018).

Kendati kabar tersebut telah menyebar di beberapa media massa, Joni mengaku dirinya dan para civitas akademika senantiasa memberikan pendampingan untuk aktivitas mahasiswa. Hal ini dilakukannya guna mengontrol seluruh aktivitas mahasiswa.

"Tapi kata BNPT tersusupi? Kami di ITS selalu melakukan pendampingan terhadap aktivitas mahasiswa," tambahnya.

Tak hanya itu, pihaknya juga selalu melakukan pengelolaan kepada siapa saja yang akan dijadikan mentor. Mentor ini biasanya akan melatih sebuah tim yang mana anggotanya terdiri dari dosen dan mahasiswa.

"Dan kami juga melakukan pengelolaan terhadap siapa saja yang akan dijadikan mentor oleh sebuah tim yang anggotanya terdiri dari dosen, dan mahasiswa," lanjut Joni.

Upaya-upaya ini, tambah Joni, dilakukan untuk menangkal adanya upaya penyusupan terhadap pemahaman dan aliran radikal. Hal ini diakui Joni sudah dilakukan sejak ia menjabat sebagai rektor ITS di tahun 2015.

"Keterlibatan aktif di kampus kami dimaksudkan sebagai upaya aktif dalam menangkal adanya upaya penyusupan terhadap pemahaman dan aliran yang radikal. Setidaknya itu sudah dilakukan sejak saya menjadi Rektor tahun 2015," katanya.

Untuk itu, Joni mengaku heran ketika BNPT mengeluarkan pernyataan jika kampusnya tersusupi radikalisme. Karena selama ini, ia dan mahasiswa mengaku merasa aman dan nyaman selama di kampus.

"Karena itu saya heran kalau sekarang dikatakan kampus kami tersusupi radikalisme. Kami di kampus merasa nyaman dan aman selama ini. Dan kami ingin tetap menjaganya seperti itu," tutupnya.

(detik.com)
Pendidikan
Berita Terkait
  • Kamis, 11 Jun 2026 13:24

    Mahasiswa Jabodetabek Demo di Bundaran HI Besok

    Jakarta - Sejumlah elemen mahasiswa dari berbagai universitas di Jabodetabek bakal turun ke jalan untuk menyuarakan aspirasinya terhadap kondisi ekonomi dan kebijakan pemerintah yang dinilai semakin m

  • Kamis, 11 Jun 2026 13:17

    Edarkan Ganj, Dua Buruh di Pangkalan Lesung, Pelalawan Ditangkap

    PELALAWAN â€" Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) PolrePelalawan mengungkap kasus peredaran narkotika jenis daun ganja kering di wilayah Kecamatan Pangkalan Lesung. Dalam pengungkapan tersebut, pol

  • Kamis, 11 Jun 2026 11:10

    KPK Tahan 2 Tersangka Terkait OTT Pegawai BPK

    Jakarta - KPK menahan dua orang usai melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap sejumlah pegawai BPK. OTT tersebut merupakan lanjutan dari kasus suap yang melibatkan Bupati Muara Enim nonaktif Ed

  • Kamis, 11 Jun 2026 11:09

    Polsek Tanah Putih Intensifkan Patroli Objek Vital Nasional pada Malam Hari

    TANAHPUTIH-Dalam rangka menjaga keamanan dan mencegah terjadinya tindak kriminalitas pada objek vital nasional, personel Polsek Tanah Putih melaksanakan patroli rutin di kawasan operasional PT Pertami

  • Kamis, 11 Jun 2026 10:22

    Terbukti Lakukan Kekerasan Seksual, Dosen UNM Diganjar Hukuman 4 Tahun 6 Bulan Penjara

    Majelis hakim Pengadilan Negeri Sungguminasa menjatuhkan vonis 4 tahun 6 bulan penjara kepada Khaeruddin, dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Makassar (UNM), dalam perkara kekerasa

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.