Sabtu, 13 Jun 2026
  • Home
  • Pendidikan
  • Kisruh Sistem Zonasi, Mulai Demo Hingga Jokowi Diminta Pecat Mendikbud

Pendidikan

Kisruh Sistem Zonasi, Mulai Demo Hingga Jokowi Diminta Pecat Mendikbud

Jumat, 21 Jun 2019 10:22
Detik.com
Poster pecat Mendikbud yang tampak dalam aksi di depan Dinas Pendidikan Surabaya
SURABAYA - Kisruh soal sistem zonasi pada PPDB 2019 pecah di Surabaya. Ratusan massa menggelar aksi hingga meminta Presiden Jokowi memecat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhajir Effendy.

Kamis (20/6) pukul 21.00 WIB, massa menggelar aksi di depan Balai Kota Surabaya. Mereka yang kecewa akan sistem zonasi pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) berharap bertemu Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

"Ayo Bu Risma keluar gimana nasib anak-anak kami ini. Jangan hanya mengurusi taman saja. Tapi anak kami juga butuh kepastian. Mereka anak-anak cerdas tapi terancam harus sekolah swasta. Ayo keluar Bu Risma," kata salah satu pengunjuk rasa.

Pihak kepolisian yang mengetahui aksi tersebut kemudian memberikan penjelasan bahwa menggelar aksi di malam hari tidak diperbolehkan. Meski begitu, polisi kemudian memberikan batas toleransi waktu sampai pukul 22.00 WIB.

"Silahkan saya kasih waktu aspirasi sampai pukul 22.00 WIB. Saya yang bikin aturan. Di sini saya yang bertanggungjawab di sini. Kalau sampai pukul 22.00 tidak selesai (bubar) mohon maaf saya panggil pasukan ke sini," kata Kapolsek Genteng AKP Anggi Saputra.

Polisi menangkap satu orang dalam aksi ratusan wali murid di Balai Kota Surabaya. Pria itu ditangkap karena dianggap telah memprovokasi wali murid lain agar tidak mau mengisi pendataan para anak mereka yang benar-benar belum mendapat sekolah pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jalur zonasi.

PPDB dengan sistem zonasi menuai kontroversi sejak hari pertama dibuka pada Senin (17/6). Bahkan, Presiden Jokowi juga mengakui dan meminta sistem tersebut dievaluasi.

"Tanyakan kepada menteri pendidikan. Memang di lapangan banyak masalah yang perlu dievaluasi," kata Jokowi di GOR Tri Dharma, Gresik Jawa Timur, Kamis (20/6) siang.

Sebelum ke Gresik, Jokowi sempat diteriaki warga untuk menghapus sistem zonasi. Kejadian itu terjadi saat Jokowi menyempatkan menyapa warga usai menghadiri pernikahan putri Rais Am PB NU Kiai Miftachul Achyar di Jalan Kedung Tarukan, Surabaya.

Kejadian bermula saat Jokowi sudah memasuki mobil dan akan meninggalkan lokasi acara. Namun saat di tengah jalan Jokowi dipanggil puluhan warga setempat yang sekadar ingin memotretnya.

Tidak ingin mengecewakan warga, Jokowi kemudian turun dari mobilnya tepat di depan kerumunan warga yang memanggilnya. Jokowi melihat seorang nenek bernama Mbah Chotijah yang rupanya ingin menyapa Jokowi.

Saat Jokowi menyalami Mbah Chotijah, sejumlah emak-emak dari belakang meneriaki Jokowi agar segera menghapus sistem zonasi. Namun teriakan ibu-ibu itu tidak mendapat respon dari Jokowi. Karena ia tampak sibuk berbicara dengan Mbah Chotijah.

"Pak, hapus sistem zonasi, hapus sistem zonasi pak," teriak warga kepada Jokowi.

Sebelum terjadi aksi di Balai Kota pada malam hari, ratusan wali murid di Surabaya yang telah melakukan protes sistem zonasi di depan kantor Dinas Pendidikan. Para wali murid sempat menutup akses Jalan Raya Jagir yang berada tepat di depan Kantor Dinas Pendidikan.

Massa juga membawa sejumlah spanduk yang meminta Jokowi untuk memecat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhajir Effendy. Massa terlihat lebih tenang saat ditemui Kepala Dinas Pendidikan M Ikhsan.

"Saya yang menjadi jaminannya ke pusat, akan saya sampaikan langsung ke pusat," kata Ikhsan kepada massa melalui pengeras suara di Kantor Dinas Pendidikan Surabaya.

Tak lama berselang, kericuhan nyaris terjadi. Dorong-dorongan tak terhindarkan hingga ada massa yang menarik-narik Ikhsan. Akhirnya, Ikhsan pun diamankan ke dalam kantor.


Sumber: detik.com
Pendidikan
Berita Terkait
  • Sabtu, 13 Jun 2026 18:14

    Satgas Pamtas Yonarhanud 1/PBC/1 Kostrad Kembali Ukir Prestasi, Gagalkan Penyelundupan 21,4 Kg Sabu dan Amankan WNA di Entikong

    Entikong - Satgas Pamtas RIâ€"Malaysia Yonarhanud 1/PBC/1 Kostrad kembali menorehkan prestasi gemilang dalam menjaga kedaulatan negara dan melindungi generasi bangsa dari ancaman narkotika. Personel P

  • Sabtu, 13 Jun 2026 18:13

    Taekwondo Indonesia Loloskan 3 Atlet ke Asian Games Nagoya 2026, Siap Tantang Raksasa Asia

    Jakarta - Tidak semua kemenangan diumumkan dari atas podium. Sebagian datang lebih dahulu melalui lembar hasil pertandingan, akumulasi poin, dan keputusan resmi yang memastikan sebuah negara berhak me

  • Sabtu, 13 Jun 2026 16:24

    Liquid Narkoba Beredar di Pekanbaru, dr. Nining: Jangan Pernah Mencoba Kalau Tidak Mau Kecanduan

    Jangan pernah mencoba, sebab isi pod getar bukan seperti vape yang isinya hanya sekadar nikotin.Tapi pod getar ini memang dikaitkan dengan zat yang isi di dalamnya itu adalah mengandung etomidat.Sekar

  • Sabtu, 13 Jun 2026 16:06

    Antusias Warga dan Personel Polling Dukung Tim Jagoan,

    PEKANBARU - Antuasias Piala Dunia 2026 tampak di seluruh Polsek Polres Dumai, Sabtu (13/6/2026).Bersama dengan warga, semangat perhelatan sepakbola dunia empat tahunan tersebut begitu terasa lewat keg

  • Sabtu, 13 Jun 2026 16:02

    KPK Sita Dokumen Penting Terkait Kasus Suap Pengadaan di Muara Enim

    Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan penyitaan sejumlah dokumen penting terkait proses pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muara Enim. Tindakan ini merupakan bag

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.