Senin, 04 Mei 2026

Pendidikan

Kuota Siswa Miskin di PPDB Bantul Terpenuhi

Senin, 20 Jun 2016 12:56
Istimewa
Suasana PPDB di suatu sekolah.

BANTUL - Kuota siswa dari keluarga miskin yang tersedia dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) jenjang sekolah menengah atas negeri (SMAN) di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, tahun ajaran 2016/2017 telah terpenuhi.

"Sampai akhir pekan lalu, dari kuota siswa miskin yang ditetapkan sudah 100 persen terpenuhi, bahkan di sejumlah sekolah tertentu dinyatakan kelebihan," kata Kepala Dinas Pendidikan Menengah dan Nonformal (Dikmenof) Bantul, Masharun Ghozalie, dikutip dari Antara, Senin (20/6/2016).

Menurut dia, secara keseluruhan kuota siswa keluarga miskin dalam PPDB tingkat SMAN adalah sebanyak 10 persen dari total daya tampung 4.659 siswa yang tersebar di 19 SMA negeri. Namun, siswa dari keluarga tidak mampu yang mendaftar sekira 500 orang.

Pendaftaran siswa baru dari keluarga miskin dijadwalkan lebih awal sebelum pelaksanaan PPDB secara real time online (RTO) di semua SMA negeri se-Bantul. Hal itu bertujuan memberi kesempatan siswa kurang mampu untuk mendaftar sesuai dengan kuota.

Sementara itu, PPDB secara RTO di 19 SMA negeri se-Bantul yang akan dilaksanakan mulai 20 hingga 24 Juni nanti diterapkan dengan rayonisasi. Dia mengungkapkan, ada dua rayon besar, yaitu rayon satu terdiri atas sembilan sekolah dan rayon dua terdiri 10 sekolah.

Karena kuota siswa miskin terpenuhi, bahkan berlebih, kata Masharun, instansinya menyarankan agar sekolah terkait memasukkan berkas siswa sisa lebih tersebut secara reguler berbarengan dengan siswa umum lainnya atau tidak dikategorikan dari keluarga miskin.

"Kami memotivasi pihak sekolah untuk bisa mencari dana terkait dengan beasiswa bagi siswa miskin itu karena dari pemerintah hanya menyiapkan 10 persen. Makanya, kami dorong sekolah bisa bertanggung jawab mencarikan beasiswanya," tuturnya.

Sementara itu, berdasarkan data yang masuk ke lembaganya, terdapat empat sekolah yang siswa miskinnya melebihi kuota yang ada, yaitu SMA Negeri 1 Bantul, SMA Negeri 2 Bantul, SMA Negeri 1 Pajangan, dan SMA Negeri 1 Jetis.

"Siswa miskin mendaftarkan ke sekolah yang dipertimbangkan bukan sekolah favorit, melainkan akses kedekatan dengan tempat tinggal. PPDB siswa miskin berbanding terbalik dengan PPDB reguler," tandasnya. (okezone.com)

Pendidikan
Berita Terkait
  • Sabtu, 14 Mar 2026 09:53

    Kemenag Apresiasi Tradisi Khotmul Alquran di MAN 3 Pekanbaru

    PEKANBARU - Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekanbaru memberikan apresiasi terhadap kegiatan Khotmul Alquran siswa kelas XII Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Pekanbaru.Apresiasi tersebut disampaikan Pl

  • Sabtu, 14 Mar 2026 09:30

    Peduli Pendidikan, Anggota DPRD Rohil Amansyah Apresiasi Yayasan Asham As Ari dan Siswa MDTA Ar Rahman

    KUBU - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rokan Hilir dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Amansyah, memberikan apresiasi kepada Yayasan Asham As Ari Rokan Hilir dan siswa-si

  • Jumat, 13 Mar 2026 16:35

    Program S2 Matematika UIR Resmi Dibuka, Berbasis Teknologi Modern

    Pekanbaru â€" Universitas Islam Riau (UIR) menambah daftar program studi baru di Program Pascasarjana. Menjelang akhir Ramadan 1447 H, UIR resmi membuka Program Magister Pendidikan Matematika, sebagai

  • Rabu, 11 Mar 2026 08:53

    Dua Pekan Libur, Jadwal Libur Idulfitri SMA dan SMK di Riau Berlaku Mulai 13 Maret 2026

    PEKANBARU - Pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Provinsi Riau resmi mendapatkan jatah libur Hari Raya Idulfitri selama dua pekan. Masa liburan ini diteta

  • Sabtu, 07 Mar 2026 10:25

    BKD Riau Siapkan Sanksi Pemecatan untuk Guru SMAN 18 Pekanbaru

    PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau mengambil langkah cepat menyikapi dugaan pelecehan seksual di SMAN 18 Pekanbaru. Seorang oknum guru di sekolah tersebut diduga melakukan tindakan tidak pantas terh

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.